MENGAKU TAHU SURAT PALSU DARI PENYIDIK

PH Nilai Saksi Pelapor Basko, Tidak Paham Duduk Perkara


Jumat, 14 Juli 2017 - 10:43:38 WIB
PH Nilai Saksi Pelapor Basko, Tidak Paham Duduk Perkara SIDANG BASKO--Tri Septa Riza, saksi pelapor perkara pemalsuan surat yang didakwakan kepada H Basrizal Koto saat di Pengadilan Negeri Padang, Kamis (13/7). Dalam sidang tersebut ia mengaku banyak tidak tahu dan tidak ingat perihal materi yang dilaporkannya ke Polda Sumbar tahun 2011 lalu.

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Tri Septa Riza, saksi pelapor perkara pemalsuan surat yang didakwakan kepada H Basrizal Koto, mengaku banyak tidak tahu dan tidak ingat perihal materi yang dilaporkannya ke Polda Sumbar tahun 2011 lalu.

Tampil sebagai saksi pertama yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum dalam sidang perkara pemalsuan surat di Pengadilan Negeri Padang, Kamis (13/7), Tri Septa yang pernah menjabat sebagai Manajer Aset PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre Sumbar tahun 2011-2014, berkali-kali menyatakan “tidak tahu”, “lupa”, “kira-kira” atau “mungkin” ketika menjawab sejumlah pertanyaan Jaksa, Penasehat Hukum dan Hakim (baca box “Saksi Berkeringat, Tri Septa Banyak Bilang Tidak Tahu”-red).

“Jika Saudara saksi tidak tahu dan tidak paham dengan apa yang Saudara laporkan, lalu mengapa Saudara menyatakan terdakwa Basrizal Koto membuat surat palsu, memalsukan surat dan atau menggunakan surat palsu serta penggelapan tanah negara PT KAI serta pengrusakan? Ini pernyataan Saudara dalam berita acara pemeriksaan polisi, lho?” kata Dr H Fachmi, SH,MH, Penasehat Hukum (PH) Basrizal Koto, mempertanyakan keterangan saksi yang tertuang dalam BAP.

“Awalnya saya tidak tahu ada tindakan pemalsuan itu. Sebelum memberikan keterangan kepada polisi, saya terlebih dulu diberi tahu oleh penyidik tentang adanya pemalsuan yang dilakukan terdakwa,” ujar Tri Septa.

“Jadi keterangan Saudara yang tertuang di BAP ini adalah hasil diskusi Saudara dengan penyidik?” kata Fachmi mengejar.

“Ya seperti itulah,” ujar Tri Septa.

Dalam sidang pemeriksaan saksi yang dipimpin Hakim Sutedjo dengan anggota Agnes dan R Ari Muladi, Tri Septa, karyawan PT KAI yang kini berkantor di Jakarta ini, juga tidak bisa menjelaskan secara pasti letak objek perkara yang dipalsukan suratnya itu.   

Menjawab pertanyaan Jaksa, Tri Septa menjelaskan, pada 1994 telah terjadi kesepakatan sewa-menyewa antara PT KAI dengan PT Basko Minang Plaza (BMP) dengan direktur utama Basrizal Koto.

“Pada 1994 itu yang mewakili PT KAI saat itu Asmedi Asrin, dan yang mewakili PT Basko ya terdakwa sendiri. Saat itu dibuat perjanjian tertulis, tapi tidak ada akta notaris.Luas dan nilai sewa tanah yang disewa saya lupa, tapi ada sekitar 2300-an meter” kata Tri Septa.

Selanjutnya, Tri Septa mengatakan bahwa perjanjian sewa menyewa diperbaharui pada 1997 dengan luas tanah sedikit lebih kecil dibanding sebelumnya. Saat itu, pihak KAI diwakili Amrin Purnomo dan pihak PT BMP tetap diwakili Basrizal Koto selaku Direktur Utama . Perjanian tersebut berlaku untuk 3 tahun hingga 2001.

Setelah 2001, lanjut Tri, perjanjian sewa kembali diperbaharui hingga 2004. Dalam rentang waktu tersebut, tidak ada masalah yang terjadi antara kedua belah pihak. Tri Septa menyebutkan, objek yang disewakan kepada PT BMP itu terletak di belakang bangunan Basko Grand Mall dan Hotel saat ini, tapi Tri Septa tidak dapat memastikan objek tersebut lebih rinci.


Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 27 Maret 2020 - 11:57:52 WIB

    Tak Patuhi Physical Distancing, Siap-siap Kena Denda Rp 113 Juta

    Tak Patuhi Physical Distancing, Siap-siap Kena Denda Rp 113 Juta JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Cegah penyebaran virus corona COVID-19, Singapura memberikan peringatan tegas kepada warganya untuk menjaga jarak satu sama lain atau physical distancing. Bahkan jika ada warga yang ketahuan tak me.
  • Selasa, 24 Maret 2020 - 13:32:49 WIB

    10 Ribu Pegawai Singapore Airlines Terancam PHK Gegara Corona

    10 Ribu Pegawai Singapore Airlines Terancam PHK Gegara Corona JAKARTA, HARIAHLUAN.COM - Bukan cuma menyerang kesehatan masyarakat, virus corona juga telah mengganggu kinerja maskapai, salah satunya, Singapore Airlines (SIA). Melansir Reuters, Selasa (24/3/2020), maskapai ini akan memang.
  • Sabtu, 21 Maret 2020 - 02:06:43 WIB

    Nekat 'Kabur' dari Karantina, Seorang Karyawan Kena PHK

    Nekat 'Kabur' dari Karantina, Seorang Karyawan Kena PHK JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Seorang warga negara Australia yang bekerja di Beijing, China, dipecat oleh perusahaan karena melanggar aturan karantina terkait virus corona yang berlaku di sana..
  • Selasa, 17 Maret 2020 - 06:10:27 WIB

    Gelombang PHK Hantam 3.750 Karyawan Maskapai Selandia Baru

    Gelombang PHK Hantam 3.750 Karyawan Maskapai Selandia Baru AUCKLAND, HARIANHALUAN.COM -- Maskapai asal Selandia Baru, Air New Zealand akan mengurangi jumlah karyawannya sebesar 30 persen. Dengan kondisi jumlah total karyawan mencapai 12.500 orang, berarti ada 3.750 orang yang bakal k.
  • Ahad, 29 Desember 2019 - 20:53:16 WIB

    Korban Tewas Topan Phanfone Capai 41 Orang

    Korban Tewas Topan Phanfone Capai 41 Orang FILIPINA, HARIANHALUAN.COM - Jumlah korban tewas akibat Topan dahsyat yang melanda Filipina pada liburan Natal meningkat menjadi 41 orang dan puluhan ribu masih berada di pusat-pusat evakuasi..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]