Sidang Basko Tujuh Saksi Dihadirkan, Tidak Seorang pun Tahu Ada Pemalsuan


Jumat, 21 Juli 2017 - 09:25:34 WIB
Sidang Basko Tujuh Saksi Dihadirkan, Tidak Seorang pun Tahu Ada Pemalsuan KETERANGAN SAKSI—Seorang saksi dalam kasus dugaan pemalsuan dokumen Direktur Basko Grup di Pengadilan Negeri Klas IA Padang, Kamis (20/7). Pada sidang kali ini jaksa menghadirkan sebanyak tujuh orang saksi. RIVO SEPTI ANDRIES

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Dr. Fachmi, SH, MH, dkk selaku Penasihat Hukum (PH) kembali mengejar kepastian soal pengetahuan para saksi yang dihadirkan jaksa, dalam sidang lanjutan pemeriksaan kasus dugaan pemalsuan tanda tangan yang didakwakan kepada H. Basrizal Koto. Sebab, beberapa keterangan penting yang tertera dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), dinyatakan tidak pernah disampaikan saksi kepada penyidik sebelumnya.

Sidang lanjutan pemeriksaan saksi untuk kasus ini kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Padang, Kamis (20/7). Jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumbar menghadirkan tujuh dari delapan saksi yang direncanakan hadir pada sidang kali ini.

Enam dari tujuh saksi yang hadir adalah Jasrul (Petugas Perencana Perawatan dan Bangunan PT KAI Sumbar), Suardi (Mantan Kasir pada Kas Besar PT KAI Sumbar), Ali Luis (Mantan Petugas Seksi PT KAI Bagian Jalan Rel, Tanah, danBangunan PT KAI Divre Sumbar), Asmaidi Asrin (Mantan Kepala Inspeksi Jalan dan Rel PT KAI Divre Sumbar), Afrizal B (Mantan Ketua Distrik PT KAI Divre Sumbar), dan Sukarmen (Mantan Asisten Manejer Penjagaan Aset). Sedangkan satu saksi lain adalah Nazar, yang mengaku mantan penyewa tanah PT KAI di lokasi objek perkara.

Sebagaimana dakwaan jaksa, para saksi dipanggil untuk memberikan keterangan terkait dugaan pembuatan surat palsu, memalsukan surat dan atau menggunakan surat palsu, penggelapan tanah negara PT KAI serta pengrusakan, yang dilakukan oleh H Basrizal Koto dalam penerbitan sertifikat di atas tanah berstatus Eigendom Verponding (tanah negara peninggalan Belanda).

Namun di persidangan, para saksi mengaku baru mengetahui soal adanya dugaan-dugaan tersebut setelah melalui pemeriksaan penyidik di kepolisian. Senada dengan apa yang disampaikan oleh saksi pelapor Tri Septa Riza, yang telahdiperiksa pada persidangan sebelumnya.

“Saya tahu soal adanya tindakan pemalsuan ini, dalam surat pemanggilan penyidik, saat saya sudah bertugas di Bandung. Sebelumnya saya tidak tahu itu,” ucap Asmaidi Asrin.

Jawaban nyaris serupa disampaikan oleh enam saksi lainnya. Seperti saksi Jasrul, yang mengatakan tidak pernah mengeluarkan kata-kata palsu saat memberi keterangan kepada penyidik. “Padahal secara jelas anda menyebutkan ini dalam BAP ada. Jadi ini bukan anda yang mengatakan,” tanya Fachmi pada Jasrul.

“Saya tidak pernah menyebutkan kata-kata palsu itu. Yang saya katakan pada penyidik, ada masalah dalam soal sewa-menyewa tanah antara KAI dengan pihak Basko,” tegas petugas perencana perawatan bangunan pada PT KAI Divre Sumbar itu.

Alih-alih memberi keterangan terkait yang jelas soal dugaan pemalsuan surat, para saksi justru menjelaskan status kepemilikan tanah PT KAI berdasarkan grondkart (surat ukur terbitan Belanda), menjelaskan masalah pengukuran tanah di lokasi objek perkara, dan menjelaskan mekanisme sewa-menyewa aset PT KAI, termasuk yang terjadi antara PT KAI dan Basko.

“Jadi Saudara tahu tidak pemalsuan yang didakwakan kepada Basrizal Koto?” kata Fachmi. “Tidak tahu,” kata Jasrul. “Saudara paham eigendom verponding yang dikatakan dipalsukan oleh Basrizal?” ujar PH. “Tidak paham,” kata Jasrul.

 

Ukuran Tanah Membingungkan

Terkait pengukuran tanah di lokasi objek perkara seluas 2223 meter persegi, yang terdaftar di Badan Pertanahan Nasional (BPN) dalam bentuk Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) nomor 200, 201, dan 205 atas nama H Basrizal Koto, para saksi mengaku tanah yang disertifikatkan tersebut merupakan tanah milik PT KAI berdasarkan Grondkart. Namun, saksi petugas ukur tidak dapat memberi keterangan yang jelas soal kesahihan kepemilikan atas tanah tersebut.

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 18 Desember 2019 - 10:59:12 WIB

    Novel Baswedan Beberkan Teror Air Keras di Sidang PBB

    Novel Baswedan Beberkan Teror Air Keras di Sidang PBB ABU DHABI, HARIANHALUAN.COM - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, menghadiri rangkaian konferensi negara-negara pihak penandatanganan konvensi PBB melawan korupsi atau Conference of State Parties (CoS.
  • Senin, 09 Desember 2019 - 23:11:58 WIB

    Sidang Genosida Muslim Rohingya Digelar Besok, Aktivis HAM: Boikot Myanmar!

    Sidang Genosida Muslim Rohingya Digelar Besok, Aktivis HAM: Boikot Myanmar! DEN HAAG, HARIANHALUAN.COM- Para aktivis hak asasi manusia (HAM) internasional serta pendukung muslim Rohingya, menyerukan boikot global terhadap Myanmar, menjelang sidang di Pengadilan Internasional (ICJ) di Den Haag, Beland.
  • Rabu, 12 Juni 2019 - 23:06:23 WIB

    Mantan Kepala SMA 1 Sungai Limau Jalani Sidang Perdana Kasus Pungli

    Mantan Kepala SMA 1 Sungai Limau Jalani Sidang Perdana Kasus Pungli PADANG, HARIANHALUAN.COM – Diduga melakukan tindak pidana berupa pungutan liar (pungli), terhadap para siswa kelas 12, mantan Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman, Zulkaram (52.
  • Rabu, 12 Juni 2019 - 20:26:45 WIB

    Diduga Lakukan Pungli, Mantan Kepala SMA N 1 Sungai Limau Jalani Sidang

    Diduga Lakukan Pungli, Mantan Kepala SMA N 1 Sungai Limau Jalani Sidang PADANG, HARIANHALUAN.COM- Diduga melakukan tindak pidana berupa pungutan liar (pungli), terhadap para siswa kelas 12. Mantan Kepala Sekolah (Kepsek) Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Sungai Limau, Kabupaten Padangpariaman, Zulkara.
  • Rabu, 27 Maret 2019 - 15:37:28 WIB

    Atlet Silat Jalani Sidang Pembunuhan Perdana di Padang

    Atlet Silat Jalani Sidang Pembunuhan Perdana di Padang PADANG, HARIANHALUAN.COM—Terdakwa Yandrizal (25) yang berprofesi sebagai atlet silat harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum, setelah diseret sebagai terdakwa untuk kasus pembunuhan terhadap korban Rio Ok.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]