Terkait Kasus Mobil Damkar Sijunjung, Ini Penjelasan Kadis Satpol PP dan Damkar


Senin, 24 Juli 2017 - 21:53:19 WIB
Terkait Kasus Mobil Damkar Sijunjung, Ini Penjelasan Kadis Satpol PP dan Damkar Tiga Unit Kendaraan Pemadam Kebakaran Kabupaten Sijunjung serta Dua unit Damkar yang berada di Pos Damkar Kecamatan Kamang dan Sumpur Kudus terlihat berada di Halaman Kantor Dinas Satpol-PP dan Damkar Kabupaten Sijunjung.

SIJUNJUNG, HARIANHALUAN.COM-- Terkait adanya lima mobil damkar yang ngangur karena tidak adanya biaya untuk membeli Bahan Bakar Minyak (BBM), Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar Kabupaten Sijunjung, Mashariyanto, memberikan penjelasan. Tak hanya itu, Mashariyanto, selaku pejabat juga meminta maaf  kepada wartawan terkait adanya penuturan kata-katanya kurang berkenan saat menghubungi wartawan Harian Haluan.

 "Saya memohon maaf jika ada ucapan saya yang tidak pada tempatnya dan menyinggung serta mungkin membuat sakit hati rekan-rekan wartawan semua. Saya terbawa emosi sesaaat dikarenakan situasi serta kondisi saya yang pada saat itu sedang tidak dalam kondisi fit. Saya mohon maaf atas hal tersebut, ini merupakan kritikan untuk evaluasi diri saya sebagai pejabat daerah, semoga dengan kejadian ini kita bisa mengambil hikmahnya serta hubungan kita kedepannya menjadi lebih baik lagi," tuturnya dihadapan sejumlah wartawan dan pengurus PWI Kabupaten Sijunjung.

Pihaknya juga menjelaskan bahwa saat wartawan menghubungi dirinya melalui telepon selularnya dan tidak sempat diangkat dikarenakan, saat itu dirinya tengah melakukan rapat kerja di Bogor dan Handphone miliknya berada di penginapan.

"Saya sama sekali tidak ada maksud untuk tidak mengangkat telepon dari rekan rekan wartawan yang berusaha untuk meminta konfirmasi terkait informasi yang diperoleh wartawan. Namun, saat itu kondisinya saya sedang rapat di Bogor dan hp tinggal di kamar hotel dan tidak boleh dibawa ke dalam arena rapat kerja tersebut. selesai rapat setelah malam harinya krena sudah lelah dan letih, saya lupa untuk melakukan telepon balik,” jelasnya.

Selanjutnya, Mashariyanto juga mengklarifikasi tentang persoalan dana operasional pada bidang pemadam kebakaran yang belum cair. Hal itu terkendala oleh administrasi, dimana SPJ BBM rutin bulanan untuk posko damkar sampai hari Jum’at (21/7) belum masuk ke Bendahara dan PPTK. Sehingga bendahara tidak bisa membayarkan SPJ karena dana tersebut bisa cair apabila SPJ sudah lengkap.


Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]