HIV Mengancam Nyawa Anda, Kenali Gejala dan Pengobatannya


Rabu, 26 Juli 2017 - 10:37:40 WIB
HIV Mengancam Nyawa Anda, Kenali Gejala dan Pengobatannya llustrasi/NET

Oleh : LILI FEBRIA SARI (Mahasiswa S1 Kesehatan Masyarakat  Stikes Fort De Kock)

 

Di Indonesia ada sekitar 690 ribu orang pengidap HIV sampai tahun 2015. Dari jumlah tersebut, setengah persennya berusia antara 15 hingga 49 tahun. Wanita usia 15 tahun ke atas yang hidup dengan kondisi HIV sekitar 250 ribu jiwa. Angka kematian akibat AIDS mencapai 35 ribu orang. Dengan demikian terdapat anak-anak yatim piatu akibat kematian orang tua karena AIDS berjumlah 110.000 anak.

HIV merupakan singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus. HIV menyerang sistem kekebalan tubuh yang selanjutnya melemahkan kemampuan tubuh melawan infeksi dan penyakit.

HIV dapat ditemukan di dalam cairan tubuh orang yang terinfeksi. Cairan tubuh yang dimaksud adalah cairan sperma, cairan vagina, cairan anus, darah, dan ASI. Namun, HIV tidak dapat tersebar melalui keringat atau urine. HIV termasuk virus yang rapuh, tidak bisa bertahan lama di luar tubuh manusia.

Satu-satunya cara untuk mengetahui seseorang mengidap HIV atau tidak adalah dengan melakukan tes HIV yang disertai konseling. Segeralah mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat (klinik VCT) untuk tes HIV jika Anda memiliki risiko terkena virus tersebut.

Layanan tes HIV dan konseling ini disebut sebagai VCT (Voluntary Counseling and Testing) atau KTS (Konseling dan Tes HIV Sukarela). Tes bersifat sukarela dan rahasia. Pertama, konseling akan diberikan terlebih dahulu. Hal ini bertujuan untuk mengetahui tingkat risiko infeksi, pola hidup keseharian, serta cara menghadapi hasil tes jika terbukti positif.

Gejala

Infeksi HIV muncul dalam tiga tahap:

~Tahap pertama adalah serokonversi, yakni periode waktu tertentu di mana antibodi HIV sudah mulai berkembang untuk melawan virus.

~Tahap kedua adalah masa ketika tidak ada gejala yang muncul.

~Tahap yang ketiga adalah infeksi HIV berubah menjadi AIDS.

Tahap Pertama.

Orang yang terinfeksi virus HIV akan mengalami sakit mirip seperti flu, beberapa minggu setelah terinfeksi, selama satu hingga dua bulan. Kemudian, setelah kondisi tersebut, HIV dapat tidak menimbulkan gejala apa pun selama beberapa tahun. Fase ini disebut sebagai serokonversi.

 

Tahap Kedua.

Setelah gejala awal menghilang, biasanya HIV tidak menimbulkan gejala lebih lanjut selama bertahun-tahun. Dalam periode ini infeksi HIV berlangsung tanpa menimbulkan gejala. Virus terus menyebar dan merusak sistem kekebalan tubuh. Pengidap akan tetap merasa sehat. Bahkan, ia bisa saja sudah menularkan infeksi kepada orang lain. Tahap ini dapat berlangsung hingga 10 tahun atau lebih.

 

Tahap Ketiga.

Infeksi HIV Berubah Menjadi AIDS

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 24 Januari 2019 - 12:05:43 WIB

    Ada 32 Orang Terjangkit HIV/AIDS di Solsel

    Ada 32 Orang Terjangkit HIV/AIDS di Solsel SOLOK SELATAN, HARIANHALUAN.COM- Penderita penyakit Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) di Solok Selatan (Solsel) umumnya menjangkit usia produktif. Yakni, rentang usia 20 - 49 tahun. .
  • Rabu, 14 Maret 2018 - 23:16:12 WIB

    Di Sawahlunto, Estimasi Penularan HIV/AIDS Tinggi

    Di Sawahlunto, Estimasi Penularan HIV/AIDS Tinggi SAWAHLUNTO, HARIANHALUAN.COM - Penularan kasus HIV/AIDS bagaikan fenomena gunung es. Biasanya yang tampak hanya dibagian atas atau luarnya saja, padahal penularannya telah mencengkram hingga kesemua sendi kehidupan masyarakat.
  • Kamis, 08 Februari 2018 - 15:06:01 WIB

    2017, 5 Kasus HIV di Payakumbuh Berasal dari LSL

    2017, 5 Kasus HIV di Payakumbuh Berasal dari LSL PAYAKUMBUH, HARIANHALUAN.COM - Lelaki Seks dengan Lelaki atau LSL menjadi media yang lebih berpotensi tertular HIV/AIDS. Dari 15 kasus baru HIV pada tahun 2017 di Payakumbuh, 5 diantaranya adalah LSL. LSL dianggap menjadi fak.
  • Selasa, 06 Februari 2018 - 21:44:33 WIB

    Kasus HIV/AIDS Meningkat di Tanah Datar

    Kasus HIV/AIDS Meningkat di Tanah Datar TANAH DATAR,  HARIANHALUAN.COM--Kasus penderita HIV AIDS di Kabupaten Tanah Datar terus meningkat. Dari data Dinas Kesehatan Tanah Datar, sejak 2005-2017 terdapat 58 kasus HIV AIDS di Tanah Datar, puncaknya pada tahun 2017,.
  • Rabu, 06 Desember 2017 - 17:42:13 WIB

    Penderita HIV/AIDS di Sawahlunto Bertambah

    Penderita HIV/AIDS di Sawahlunto Bertambah SAWAHLUNTO, HARIANHALUAN.COM-Sebanyak 22 warga Sawahlunto terdeteksi positif mengidap HIV/AIDS. Angka itu bertambah lima orang pada tahun 2017. Sebelumnya di 2016 terdapat 17 orang penderita..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]