Pembangunan Tol Padang-Pekanbaru, 27 KM Lahan Untuk Tol Sudah Bebas


Rabu, 26 Juli 2017 - 10:55:56 WIB
Pembangunan Tol Padang-Pekanbaru, 27 KM Lahan Untuk Tol Sudah Bebas Peta Padang-Pekanbaru

PADANG, HARIANHALUAN.COM—Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Irwan Prayitno, mengatakan, perkembangan terbaru pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru tahap I dari Padang menujuju Sicincin (Padang Pariaman) sepanjang 27 kilometer adalah sudah dibebaskankannya semua lahan yang akan dijadikan jalan tersebut.

Mengenai pelaksanaan pembangunannya, Irwan mengatakan, berkumungkinan akan ada rapat terbatas dengan presiden dalam minggu depan untuk membahas pembangunan itu.

Menurut Presiden, Jokowi, pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru tahap I dimulai pada akhir tahun ini, yakni Padang-Sicincin 27 kilometer dan Kampar-Pekanbaru 17 kilometer. Sementara itu, pembangunan tahap II, Irwan mengatakan, untuk wilayah Sumatra Barat, pembangunan tahap II itu akan dilaksanakan di ruas jalan Sicincin-Bukittinggi.

Untuk waktu pelaksanaannya, ia belum tahu kapan karena sebelum melakukan pembangunan tahap II, pihaknya terlebih dahulu menunggu trase (sumbu jalan berupa garis-garis lurus saling berhubungan yang terdapat pada peta topografi suatu muka tanah dalam perencanaan jalan baru—redaksi), cetak biru (blueprint), rencana utama (masterplan) pembangunan tahap II itu dari pemerintah pusat.

Saat ditanya mengenai kabar pemindahan rute jalan tol tahap II, gubernur mengatakan, itulah sebabnyak pihaknya menunggu trase studi kelayakan dan survei dari pemerintah pusat karena jalur tersebut melalui gunung, yang artinya ada penurunan dan pendakian.

“Nanti kalau jalurnya tembus gunung bagaimana? Kan perlu kita elakkan. Kalau kita elakkan kan perlu trase studi kelayakan agar jangan berkelok-kelok. Kalau berkelok-kelok bukan jalan tol namanya. Studi kelayakan trase ini penting karena daerah ini kan daerah gempa, ada beberapa titik lembah. Tidak mungkin dibuat jembatan. Habis duit kita kalau buat jembatan. Jadi, mungkin arah jalurnya di perbanyak ke arah Tanah Datar, bukan ke Agam,” ucapnya di Padang, Senin (24/7).


Sementara, Asisten II Setdaprov Riau Masperi mengatakan, jalur rencana pembangunan jalan Tol Pekanbaru-Padang sedang dalam penyusunan trase. Panjang jalan bebas hambatan yang menghubungkan antara dua ibukota provinsi bertetangga ini hanya 220 kilo meter.

Jalur tol kedua provinsi yang merupakan bagian dari trans Sumatera ini akan melintasi Pekanbaru, Bangkinang, Pangkalan, Payakumbuh, Bukittinggi serta Padang.

 "Trase yang sedang disusun ini merupakan yang tak terpisahkan dengan jalur trans Sumatera yang dimulai dari Aceh, Medan, Prapat, Dumai, Pekanbaru, Padang, Jambi, Palembang dan Lampung," papar Masperi.

Hanya saja, trase yang sedang disusun tersebut nantinya kembali oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk dibuatkan Penetapan Lokasi (Penlok).

"Setelah itu baru mereka mendiskusikan dengan kita lalu Kementerian PUPR baru menetapkan Penloknya. Lokasi inikan nantinya terkoneksitasi dengan jalur trans Sumatera," jelas Masperi.

Ada pun pernyataan Presiden saat meninjau proyek pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai kemarin bahwa untuk jalan tol Pekanbaru-Padang kemungkinan akan dimulai awal tahun mendatang, Masperi tak bisa memastikannya. Namun jika Penlok jalur tol Pekanbaru-Padang sudah dipastikan, maka akan diikuti dengan proses dimulainya pembangunan.

"Trase ini sudah ditentukan. Namun akan dicek ulang oleh Kementerian PUPR untuk ditetapkan lokasinya. Hal ini juga sudah pernah disampaikan kepada Gubernur Riau. Namun tindak lanjut action di lapangan Proyek ini akan dimulai pemantapan lokasinya dulu," terangnya.

"Jadi yang disampaikan Presiden itu baru trase, peta sudah terlihat. Tapi mereka belum meminta kepada Gubernur Riau untuk ditetapkan lokasi. Sementara untuk pembiayaan untuk pembebasan lahan APBN, sedangkan fisik dari konsorsium melalui BUMN," ujar Masperi lagi.  

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, sebelumnya mengatakan, pembangunan Jalan Tol Pekanbaru-Padang guna mendorong konektivitas Pantai Timur dan Pantai Barat Sumatera bagian tengah.

"Pembangunan ruas tol akan semakin mempercepat pertumbuhan ekonomi di berbagai kawasan produktif. Pasti akan banyak investor yang mau masuk," kata Basuki.

Nantinya, jalan tol ini dibangun dengan menggunakan teknologi terowongan untuk mengatasi kendala morfologi. Basuki pun berharap, agar pembangunan jalan tol ini dapat lebih cepat, lantaran menggunakan sebagian lahan milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN). Untuk menyelesaikan proyek jalan Tol Trans-Sumatera, Kementerian PUPR memanfaatkan State Guarantee Model atau penugasan kepada BUMN untuk melakukan pembangunan jalan tol secara menyeluruh dengan dukungan penuh pemerintah.

Sementara itu, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, Herry Trisaputra Zuna optimistis, PT Hutama Karya (persero) dapat membangun Jalan Tol Trans-Sumatera dengan baik. Sejauh ini, hambatan pembangunan hanya terkait pembebasan lahan.

"Pemerintah akan terus melakukan monitoring dan evaluasi pekerjaan yang dilakukan PT Hutama Karya (persero)," kata Herry.

Untuk diketahui, dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 117 Tahun 2015 sebagai revisi Perpres Nomor 100 Tahun 2014, Pemerintah telah menugaskan PT Hutama Karya (persero) untuk melakukan pekerjaan empat ruas tol di Jalan Tol Trans-Sumatera. Keempat ruas tol itu yakni Tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 131,48 kilometer, ruas Tol Medan-Binjai sepanjang 16,72 kilometer, Tol Palembang-Indralaya sepanjang 21,93 kilometer, dan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 140,7 kilometer. (h/dib)

 

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]