BPJS Kesehatan Pasaman: 236.805 Jiwa Sudah Terdaftar di JKN-KIS


Rabu, 26 Juli 2017 - 16:42:24 WIB
BPJS Kesehatan Pasaman:  236.805 Jiwa Sudah Terdaftar di JKN-KIS Bupati Pasaman, Yusuf Lubis bersama Kacab BPJS Kesehatan Bukittinggi, MB Sjahjadi pimpin forum komunikasi pemangku kepentingan utama dan forum komunikasi pengawasan kepatuhan

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM--Sebanyak 236.805 jiwa, dari total 322.480 total penduduk Kabupaten Pasaman, sudah terdaftar dalam kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)- Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Sisanya, 86.263 jiwa atau 26,57 persen berstatus belum terdaftar. Selain itu, sebanyak 15.026 jiwa dari total 18.273 orang peserta bukan penerima upah (PBPU) alias peserta mandiri menunggak iuran.

Sementara, pemerintah pusat sudah membuat kebijakan, per 1 Januari 2019, seluruh penduduk harus masuk dalam kepesertaan JKN-KIS. Jumlah itu yang akan menjadi kewajiban pemerintah daerah untuk diakomodir.

Hal itu terungkap dalam pelaksanaan forum komunikasi para pemangku kepentingan utama dan forum kemitraan Kabupaten Pasaman, di aula kantor bupati, Rabu (26/7).

Kegiatan itu dihadiri, Bupati Pasaman, Yusuf Lubis, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bukittinggi M.B Sjahjadi, Kadis Kesehatan Amdarisman, Kadis Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Sukardi, Sekretaris Dinas Perindag dan Tenaga Kerja, Dias Karinalim serta Kepala organisasi profesi.

Kepala Kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Pasaman, Syafruddin mengatakan, pertemuan itu dalam rangka penyamaan persepsi, mengevaluasi hambatan, kendala serta usul, saran dan ide dalam rangka penyelenggaraan jaminan kesehatan di Kabupaten Pasaman sesuai amanat undang undang.

"BPJS Kesehatan merupakan badan hukum publik vertikal, langsung dibawah presiden. BPJS, menjadi penyelenggaran jaminan kesehatan secara nasional untuk seluruh rakyat Indonesia," katanya.

Ia mengatakan, sebanyak 236.805 jiwa penduduk di daerah itu sudah mempunyai jaminan kesehatan JKN KIS. Terdiri dari berbagai segmen, seperti iuran dibayar oleh pemerintah pusat melalui APBN APBD maupun pemberi kerja serta peserta mandiri.

"Pada 1 Januari 2019, seluruh masyarakat Indonesia wajib punya jaminan kesehatan, termasuk di Pasaman. Dan pemerintah daerah, wajib mencarikan solusinya," katanya.

Ia menyebutkan, sebanyak 86.263 ribu jiwa yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan harus segera diakomodir oleh pemerintah setempat. Termasuk, peserta JKN KIS mandiri yang mengalami kesulitan dalam pembayaran iuran.

"Jika ditotal, butuh anggaran sebesar Rp23 miliar per tahun untuk mengcover warga yang belum terdaftar sebagai peserta JKN-KIS itu di daerah ini," ungkapnya.

Sementara Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bukittinggi, MB Sjahjadi berharap, Kabupaten Pasaman segera menyusul dua kabupaten/kota lainnya di Sumatera Barat yang telah terlebih dahulu menerapkan total coverage program JKN-KIS bagi warganya.


Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]