Satu-satunya di Indonesia, Lubang Tambang Batubara Sawahlunto Jadi Museum Pendidikan


Kamis, 27 Juli 2017 - 13:39:05 WIB
Satu-satunya di Indonesia, Lubang Tambang Batubara Sawahlunto Jadi Museum Pendidikan Direktur Operasional dan Produksi PT Bukit Asam (persero) Tbk, Suryo Eko Hardianto bersama Wawako Ismed dan GM PT BA UPO, Eko Budi Saputra melakukan peninjauan lubang tambang, Rabu (26/7). RIKI YUHERMAN

SAWAHLUNTO, HARIANHALUAN.COM - Lubang tambang batubara milik PT BA UPO yang berlokasi di Sawahluwung, Desa Rantih, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto disulap menjadi museum pendidikan. Peresmiannya ditandai dengan pengguntingan pita dan panandatanganan prasasti oleh Wakil Walikota, Ismed dan Direktur Operasional dan Produksi PT BA (Persero) TBk, Suryo Eko Hardianto, Rabu (26/7).

"Ini baru satu-satunya di Indonesia. Lubang tambang batubara bawah tanah dijadikan muesum dan wisata pendidikan. Kita berharap akan banyak pelajar, mahasiswa, akademisi serta masyarakat yang akan datang berwisata sambil belajar," kata Suryo.

Suryo menambahkan, sebuah tambang ada life time atau ada umurnya, kalau cadanganya habis dan tidak ekonomis lagi maka akan ditutup. Berkaca dari itu, pihak PT BA tidak ingin terjadi seperti kota tambang lainnya, yang setelah habis kotanya juga ikut redup atau habis. PT BA sebutnya, ingin memanfaatkan aset yang ada untuk dikelola sebagai spot wisata sebagai aset yang berkesinambungan dalam mendukung visi kota Sawahlunto menjadi kota wisata tambang yang berbudaya, salah satunya dengan menjadikan lubang tambang ini menjadi museum pendidikan.

"Saat cadangan batubara habis, PT Bukit Asam (Persero) menghentikan operasinya di Unit Produksi Ombilin di daerah tersebut. Tapi tambang tambang yang ada tidak tertutup sama sekali. Mantan wilayah pertambangan tersebut akan dijadikan museum pendidikan pertambangan. Tempat ini juga akan menjadi referensi bagi siswa untuk belajar dan berlatih di bidang pertambangan. Museum ini rencananya akan menjadi pusat pengujian sertifikasi terutama untuk keahlian pertambangan," jelasnya.

GM PT BA UPO, Eko Budi Saputro menjelaskan, lubang tambang ini akan dimanfaatkan sebagai tempat pendidikan dan juga wisata, sekaligus akan menjadi tempat latih badan sertivikasi profesi khusunya pertambangan.

"Untuk pengelolaan kita akan bekerjasama dengan pemko Sawahlunto. Dan kita juga telah memberikan usul kepada pemerintah setempat agar melobi Kementerian ESDM untuk dapat merekomendasikan setiap universitas yang memiliki fakuktas pertambangan melakukan praktek lapangan ke sini. Bisa dibayangkan dampak kunjungam dan ekonomi jika hal itu bisa terlaksana," katanya.

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]