Mengenal Tetanus, Penyakit yang Menyerang Syaraf dan Otot


Kamis, 27 Juli 2017 - 13:58:57 WIB
Mengenal Tetanus, Penyakit yang Menyerang Syaraf dan Otot Ilustrasi. NET/ Emaze

Oleh: Alvandy Irwanto  (Mahasiswa S1 Kesehatan Masyarakat  STIKes Fort De Kock Bukittinggi)

 

Penyakit Tetanus merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri yang menghasilkan racun neurotoxin yang menyerang saraf sehingga dapat membuat kontraksi otot yang menyakitkan terutama otot rahang dan leher serta dapat mempengaruhi otot-otot pernafasan sehingga dapat mengancam jiwa.

Tetanus adalah kondisi di mana terdapat kerusakan sistem saraf yang disebabkan oleh racun yang dihasilkan oleh bakteri. Tetanus disebabkan oleh salah satu bakteri yang disebut Clostridium tetani. Bakteri ini ada di seluruh dunia dan terutama berada di tanah. Otot yang dikendalikan oleh saraf akan kaku dan baal. Jika tidak diterapi dengan benar, penyakit ini dapat menyebabkan kematian akibat otot pernapasan berhenti bekerja. Jenis tetanus yaitu sistemik, lokal, dan neonatal (bayi baru lahir). Tetanus tidak menular dan tersedia vaksin untuk pencegahan.

Apa penyebab penyakit Tetanus?

Infeksi luka, biasanya luka terbuka, dengan spora bakteri C. tetani dapat menyebabkan tetanus. Spora masuk ke luka kulit Anda, berkembang biak dan menghasilkan racun yang dapat menempel ke ujung serat saraf. Racun akan menyebar bertahap ke saraf tulang belakang dan otak. Racun mencegah sinyal kimia dari otak dan saraf tulang belakang ke otot. Tetanus dapat menyebabkan kejang yang selanjutnya dapat membuat Anda dapat berhenti bernapas dan meninggal. Tetanus neonatal biasanya berasal dari infeksi saat memutus tali pusat bayi baru lahir.

Apa tanda dan gejala penyakit Tetanus?

Tetanus sistemik merupakan jenis yang paling sering. Otot Anda dapat tegang dan kejang yang menyakitkan dalam 7 hari setelah luka atau masuknya bakteri. Bagian tubuh yang paling sering terkena yaitu rahang, leher, bahu, punggung, perut atas, lengan, dan paha. Rahang menjadi sulit dibuka dan leher menjadi sulit digerakkan karena kaku. Keluhan lainnya adalah sulit menelan, otot perut yang terasa keras. Otot wajah mengecil sehingga wajah keriput. Beberapa orang dengan kaku otot yang hebat, nyeri dirasakan pada seluruh tubuh. Penyakit ini dapat ringan (kram otot dengan sedikit kejang), sedang (kaku rahang dan sulit menelan), atau berat (kejang hebat atau henti napas).

Tetanus lokal jarang terjadi. Gejala biasanya terjadi pada otot dekat luka.

Apa yang meningkatkan resiko untuk terjangkitnya penyakit Tetanus?

Beberapa faktor resiko untuk terjangkitnya penyakit Tetanus, yaitu:

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 14 September 2017 - 19:35:17 WIB

    Ajak Masyarakat Mengenal Obat, Bupati Pasbar Canangkan Gema Cermat

    PASBAR, HARIANHALUAN.COM--Bupati Pasaman Barat, H. Syahiran mencanangkan Gerakan Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat ( Gema Cermat) di gedung Balerong Tuah Basamo Simpang Empat Pasaman Barat, Kamis (14/9)..
  • Selasa, 01 Agustus 2017 - 21:11:33 WIB

    Mengenal Pneumonia, Penyakit yang Menyerang Paru-Paru

    Mengenal Pneumonia, Penyakit yang Menyerang Paru-Paru Anda pernah pernah mendengar panyakit pneumonia? Mungkin sebagian belum banyak tahu. Berikut pengeetian apa itu pneumonia, gejala dan pengbatannya..
  • Senin, 31 Juli 2017 - 20:41:08 WIB

    Mengenal Malaria, Penyakit yang Mamatikan

    Mengenal Malaria, Penyakit yang Mamatikan HARIANHALUAN.COM--Malaria adalah penyakit yang menyebar melalui gigitan nyamuk yang sudah terinfeksi parasit. Infeksi malaria bisa terjadi hanya dengan satu gigitan nyamuk..
  • Kamis, 27 Juli 2017 - 14:14:29 WIB

    Mengenal Hepatitis, Penyakit yang Menyerang Hati Manusia

    Mengenal Hepatitis, Penyakit yang Menyerang Hati Manusia Kita semua ingin bebas melakukan aktivitas yg patut tanpa ada sesuatupun yg dapat menghalangi kita untuk mengekspresikan bakat kita masing-masing bukan? Namun, sayang sekali beberapa dari antara kita ada yang terbatasi oleh g.
  • Rabu, 26 Juli 2017 - 21:23:04 WIB

    Mengenal Kusta, Penyakit Kulit yang Populer di Indonesia

    Mengenal Kusta, Penyakit Kulit yang Populer di Indonesia Kusta termasuk salah satu penyakit tertua di dunia. Kata kusta berasal dari bahasa India 'kustha', yang dikenal 1400 sebelum masehi sebagai penyakit menular tidak fatal yang mengenai kulit, sistem saraf tepi, saluran pernapas.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]