Waspadai Penyakit TBC, Berikut Penyebab dan Pengobatannya


Kamis, 27 Juli 2017 - 14:07:19 WIB
Waspadai Penyakit TBC, Berikut Penyebab dan Pengobatannya Ilustasi.NET

Oleh; M.Rizfy Widarman (mahasiswa stikes for de kock bukittinggi)

Apakah anda atau keluarga anda menderita penyakit TBC? Penyakit ini sudah ada sejak zaman dahulu dan terkenal sebagai silent killer. Penyakit TBC dikatakan silent killer karena memang penyakit ini bersifat mematikan namun dalam waktu yang cukup lama.

Penderita penyakit TBC secara perlahan, lambat namun pasti akan merenggut nyawa penderitanya. Tuberkolosis atau Tubercolosis / TBC dari dulu hingga sekarang masih menjadi masalah serius yang terus mengganggu dan menjangkiti manusia.

Bahkan dari situs medkes, disebutkan bahwa jutaan manusia telah hidup menderita sejak dahulu karena penyakit yang bersifat mematikan ini. Penyakit ini bekerja dan berkembang di dalam tubuh manusia diam-diam tapi pasti. Hingga masih banyak penderita penyakit TBC yang harus meregang nyawa karenanya.

Berdasarkan laporan dari badan kesehatan dunia WHO, setidaknyatercatat ada 8,8 juta kasus baru TBC pada tahun 2002, sepertiga penduduk dunia telah terinfeksi bakteri TBC dan menurut regional WHO, jumlah terbesar kasus ini terjadi di Asia Tenggara yaitu 33% dari seluruh kasus di dunia.

Tentu angka ini bukanlah angka yang kecil, bahkan negara kita Indonesia menduduki peringkat ketiga terburuk di dunia untuk jumlah penderita TBC. Setidaknya penderita penyakit TBC di Indonesia selalu bertambah sekitar 500 ribu kasus baru dan lebih dari 140 ribu lainnya meninggal setiap tahunnya.. Seratus tahun yang lalu, satu dari lima kematian di Amerika Serikat disebabkan oleh penyakit TBC.

PENYEBAB TBC

Kira-kira apa penyebab TBC itu? Apa yang membuat seseorang bisa terkena penyakit TBC? Pada dasarnya, penyakit TBC disebabkanoleh bakteri mycobacterium tuberculosis, sejenis bakteri kecil berbentuk tongkat. Bakteri ini memiliki ukuran yang super kecil, dimana dapat hidup di ujung sebuah jarum dalam jumlah ribuan. Bakteri-bakteri kecil dan ulet ini dilindungi oleh selaput lilin yang melindunginya dari sistem pertahanan tubuh manusia yang mau membinasakannya.

Selama ini orang mengetahui bahwa TBC hanya menyerang bagian paru-paru saja, padahal bakteri TBC dapat menyerang seluruh bagian tubuh kita, memang kalau secara umum bagian paru-paru adalah yang paling sering dijangkiti.

Bakteri ini bisa hidup pada tempat yang sejuk serta gelap berbulan-bulan lamanya, sanga menyukai tempat-tempat lembab, namun bakteri-bakteri ini juga dapat bertahan hidup di tempat yang kering cukup lama, namun mereka akan mati bila terkena cahaya matahari atau panas.

TBC bisa menular, penulan TBC biasanya melalui batuk atau bersin seseorang yang kemudian melalui butiran-butiran debu atau air akan berterbangan di udara dan terhirup oleh orang sehat, jika daya tahan tubuh orang sehat tersebut sedang lemah, maka bakteri ini akan dengan mudahnya menaklukan inang baru tersebut.

Orang yang sudah terkena TBC bila batuk, maka ribuan bibik bakteri sudah tebarkannya ke udara. Bakteri ini juga dapat menular melalui mulut serta ciuman, tidak hanya itu saja, pemakaian alat makan bersama atau pakaian bersama juga bisa menjadi media penularan penyakit TBC.

Bila bakteri TBC telah masuk ke paru-paru, pertempuran sengit antara sistem pertahanan tubuh dan bakteri TBC segera terjadi. Sel-sel darah putih akan segera mengepung bakteri-bakteri itu, dan menelannya. Namun, karena bakteri TBC terlindungi oleh lapisan lilin, kebanyakan dari bakteri-bakteri itu akan tetap hidup. Lalu sel-sel darah putih yang lebih besar masuk, dan mendirikan suatu “tembok pertahanan” untuk melawan penyerang-penyerang itu. Inilah yang mengakibatkan munculnya tuberkel atau benjolan kecil.

Di dalam tuberkel itu, bakteri TBC mungkin akan hidup berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun lamanya. Bisa jadi benjolan itu akan lenyap, dan menimbulkan sebuah lubang. Kumpulan jaringan parut yang cukup besar mungkin akan terbentuk di sekeliling bagian-bagian ini. Ini akan menghalangi aliran darah dan mengganggu fungsi paru-paru. Kalsium dan kapur mungkin juga menumpuk di dalam jaringan -jaringan ini dan juga di dalam kelenjar limfe disekitarnya sehingga membuat organ-organ itu tidak berfungsi lagi.

CIRI-CIRI PENYAKIT TBC

Kira-kira apa saja ciri-ciri penyakit TBC? Jika tubuh anda mengalami lelas atau lemah padahal hanya melakukan aktivitas ringan, maka anda mesti waspada. Pasalanya ini merupakan salah satu ciri-ciri penyakit TBC yang umum terjadi.

Selain itu, ciri-ciri penyakit TBC yang juga umum terjadi adalah penurunan berat badan, juga disertai dengan batuk yang tidak kunjung sembuh, atau mengeluarkan darah. Ini sudah menjadi tanda-tanda bahaya untuk penyakit TBC. Selain itu, nyeri pada bagian dada, berkeringat di malam hari dan demam di waktu sore juga patut diwaspadai, karena ini juga adalah gejala TBC.

GEJALA PENYAKIT TBC


Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]