KORBAN DIIMINGI RUMAH MURAH

Menipu Miliaran, Developer Diciduk Polisi


Jumat, 28 Juli 2017 - 12:06:51 WIB
Menipu Miliaran, Developer Diciduk Polisi Kapolresta Padang Kombes Pol Chariul Aziz saat jumpa pers terkait developer perumahan yanng diduga menipu konsumennya di Polresta Padang, Kamis (27/7). IST

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Disangka melakukan penipuan terhadap puluhan debitur rumah subsidi, Mario (47), yang mengaku sebagai Direktur PT Grakiva Putra Mandiri diciduk jajaran Satreskrim Polresta Padang, Kamis (27/7) dinihari. Dari hasil penipuan rumah murah, tersangka disebut polisi meraup untung miliaran rupiah.

Penangkapan Mario merupakan buntut dari laporan sejumlah masyarakat dari Kota Padang, Solok, dan Payakumbuh yang mengaku menjadi korban penipuan. Saking banyaknya yang ditipu, korban Mario bahkan sampai membuat laman facebook dengan nama

“Korban PT. Gravika Putra Mandiri”. Di laman itulah para korban curhat, melaporkan dugaan penipuan dan bersama-sama mencari Mario untuk minta pertanggungjawaban.

Para korban melapor tidak hanya ke Polresta Padang, tapi juga ke Polda Sumbar. Mario, developer  yang di kartu identitasnya beralamat di Lubuk Minturun, Koto Tangah, Padang, ditangkap di rumah kontrakannya, belakang Rumah Sakit Islam (RSI) Ibnu Sina, Gunung Pangilun, Kecamatan Padang Utara, Padang.

“Korbannya puluhan orang, dari berbagai daerah. Modusnya, mengimingi korban dengan rumah murah, dengan syarat membayarkan down payment (DP), sesuai kesepakatan,” terang Kapolres, Kamis siang.

Untuk menggaet korbannya, Mario sengaja dan menyebarkan brosur perumahan bersubsidi dengan dengan nama Perumaha n Bukit Indah. Kalau di Padang, lokasinya di Air Dingin, Lubuk Minturun.

"Pelaku menjanjikan kepada korban yang tertarik dengan tawarannya untuk menyerahkan sejumlah uang muka, sebagai bukti transaksi dan rumah akan dijanjikan dua bulan selesai. Kejadian ini sekitar Februari 2016 lalu. Namun hingga saat ini perusahaan pengembang tersebut tak jua kunjung membangun rumah, sementara sejumlah uang telah diserahkan para korban ke Mario," papar Chairul yang didampingi Kasatreskrim, Kompol Daeng Rahman, Kanit Tipiter Iptu Edi Surya Darman dan Kanit Opsnal Reskrim, Ipda Wilmar Sianturi.

Seorang korban atas nama Endra Farmai Yensi (55), warga Simpang Haru, Kecamatan Padang Timur. Korban melaporkan kejadian ke Polresta dengan nomor 10 Mei 2017 lalu.

"Korban ini merupakan satu orang yang paling besar menyetorkan uang pembangunan rumah kepada pelaku, yaitu sebesar Rp69.500.000. Selain Endra, enam orang korban lainnya juga mengalami kejadian serupa," sebut Kapolresta.

Chairul Aziz tidak menampik bahwa korban yang akan melapor semakin bertambah dengan terungkapnya kasus dan tertangkapnya pelaku.

"Sampai saat ini saja sudah sampai sekitar 84 pelapor, jumlah ini diprediksi akan makin bertambah karena masih ada korban yang belum melaporkan kejadian tersebut ke polisi,” lanjut Kapolres.

Dijelaskan Kasatreskrim, Kompol Daeng, Mario mungkin saja tidak sendiri dalam melancarkan aksinya. Bisa jadi dia berkomplotan. Untuk diketahui, pelaku sudah menjalankan aksinya sejak 2016 silam dan perusahaan tersebut beridir sejak tahun 2013. Kemungkinan ada tersangka baru, bisa terjadi," ucapnya.

Mario yang dihadirkan dalam jumpa pers kemarin mengatakan, dirinya tidak berniat melakukan penipuan terhadap sejumlah orang yang telah dijanjikannya untuk dibuatkan rumah dengan tipe 36 tersebut.

“Tidak ada niat menipu. Hanya saja, pembangunan mandek karena sertifikat tanah masih belum turun waris,’ papar Mario yang memakai penutup kepala dan seragam tahanan berwarna hijau.

Ia mengaku, ada sekitar 130 orang yang sudah membayarkan uang muka kepada dirinya dengan nilai bervariasi dimulai dari Rp10 hingga ratusan juta. Mario mengklaim, bahwa pembangunan rumah di Solok sudah selesai, sementara di Padang dalam proses pembangunan.

"Di Solok sudah terbangun rumahnya, di Padang masih dalam proses pengurusan administrasi. Kendala selama ini adalah sertifikat saya masih dalam proses turun waris. Uang yang didapat dipergunakan untuk pembangunan rumah tersebut sudah habis Rp2 miliar," ungkapnya.

Terpisah, seorang korban, Syamsul Hadi (37) mengatakan, dirinya telah dijanjikan untuk dibuatkan rumah sejak 2016 silam. Dirinya juga telah menyetorkan sejumlah uang sebesar Rp10.500.000.

"Saya sudah survei lokasi, namun ternyata belum ada pembangunan apa-apa, hanya ada satu rumah sebagai contohnya saja. DP saya bayar sejak 7 Maret 2016. Tahunya ini tidak beres. Kami dijanjikan terus, namun tidak kunjung terealisasi, bukan hanya saya, ada dua orang lagi rekan saya yang juga kena tipu," kata pria yang bekerja sebagai staf di Fakultas Ekonomi UNP tersebut. (h/mg-adl)

 

Editor: Rivo Septi Andries

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]