Soal Pungli, Pelapor dan Saksi Wajib Dilindungi


Jumat, 28 Juli 2017 - 12:24:33 WIB
Soal Pungli, Pelapor dan Saksi Wajib Dilindungi Ilustasi/Haluan

 

PADANG, HARIANHALUAN.COM—Wakil Dekan Fakultas Hukum Universitas Andalas, Charles Simabura, mengkritik Peraturan Presiden (Perpres) No. 87 Tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) karena pada aturan itu tidak ada perlindungan terhadap korban dan saksi yang melaporkan dan memberikan kesaksian tentang adanya pungli. Padahal, Tim Satgas Saber Pungli sangat bergantung kepada masyarakat untuk melakukan tugasnya.

Hal itu disampaikan Charles dalam sosialisasi Perpres No. 87 Tahun 2016 di Hotel Basko, Padang, Kamis (27/7). Ia menyarankan, aturan tentang Satgas Saber Pungli harus mengakomodasi perlidungan terhadap korban dan saksi kasus pungli agar seseorang tidak takut melaporkan kasus pungli yang menimpanya ataupun yang diketahuinya. Dengan demikian, tujuan terbentuknya Satgas tersebut tercapai atas bantuan masyarakat.

Apabila tidak ada perlindungan terhadap korban dan saksi kasus pungli, kata Charles sambil mencontohkan, seandainya ada kasus pungli di sekolah, orang tua murid takut melaporkan kepada Satgas Saber Pungli karena takut anaknya terancam, bahkan dikeluarkan dari sekolah.

“Daripada takut dengan itu, orang tua murid membayar saja pungli di sekolah karena menganggap uang pungli itu sedikit. Padahal, kalau semua orang tua murid membayar pungli itu, jumlahnya banyak. Ini harus jadi perhatian Satgas Saber Pungli,” ujar Charles yang menjadi salah seorang pembicara pada sosialisasi itu.

Selain itu, Charles mengharapkan kinerja Satgas Saber Pungli menjangkau daerah yang jauh dari kota atau daerah pelosok. Menurutnya, potensi pungli lebih banyak di daerah yang jauh dari kota karena di sana jumlah wartawan sedikit sehingga kontrol terhadap penyelenggara pelayanan publik kurang, dan kontrol dari masyarakat juga kurang.

Ia berpendapat, mekanisme pelaporan kasus pungli sebaiknya bisa lebih mudah. Misalnya, apabila ada kasus pungli di Mentawai, pelapornya tidak perlu pergi melapor ke Tim Satgas Saber Pungli Sumbar di Padang karena menghabiskan banyak biaya dan waktu.

“Itu pun laporan belum tentu cepat ditanggapi,” ucapnya.


Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]