13 Anak Asuh Butuh Bantuan, Kapolres Solsel Bakal Cari Donatur


Selasa, 01 Agustus 2017 - 15:43:58 WIB
13 Anak Asuh Butuh Bantuan, Kapolres Solsel Bakal Cari Donatur Kapolres Solsel, AKBP M. Nurdin bersama pengasuh rumah asuh Griya Dhuafa Solsel saat silaturahmi di Mako Polres setempat, Selasa (1/8). JEFLI

SOLOK SELATAN, HARIANHALUAN.COM -- Rumah Asuh Griya Dhuafa Solok Selatan (Solsel) yang melayani anak kurang mampu dan yatim mendapatkan perhatian dari Kapolres Solsel, AKBP M.Nurdin. Sebab rumah asuh itu masih  membutuhkan uluran tangan para donatur.

Perhatian itu muncul setelah Konseptor sekaligus pengasuh rumah asuh tersebut, Tuti Lestari pada Selasa (1/8) bersilaturahmi ke Mako Polres setempat dengan memaparkan kondisi yang dialami rumah asuh yang berada di Pekonina, Kecamatan Pauh Duo itu.

Menurut, Tuti dari 25 orang anak asuh sekitar 12 orang sudah menamatkan sekolah tingkat SMP, dan tidak lagi berada dibawah asuhan pihaknya.

"Artinya ada sekitar 13 orang anak asuh yang masih membutuhkan uluran tangan donatur untuk memenuhi kebutuhan sekolah dan biaya hidup sehari-hari mereka. Kendati sudah berjalan dua tahun, kami belum memiliki donatur tetap untuk biaya para anak asuh kami sehingga kami berinisiatif untuk bertemu dengan pak Kapolres semoga saja ada jalan,"katanya.

Dalam memenuhi kebutuhan anak asuh, imbuhnya pihaknya sering mengalami kendala. Seperti, kebutuhan makanan, pakaian dan biaya sekolah anak asuh.

"Biaya kebutuhan biaya harian dan jajan bulanan diperkirakan sekitar Rp.500 ribu tiap bulannya untuk satu orang anak asuh,"tambahnya.

Para anak asuh, katanya umumnya bersekolah ditingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan bersekolah gratis dan di asramakan dipesantren SMP plus Darussaleh, Pekonina Alam Pauh Duo. "Mereka juga diberikan materi pelajaran layaknya siswa pada umumnya,"ungkapnya.

Ide untuk membantu anak kurang beruntung itu, imbuhnya berawal ketika ia memberikan dan berbagi ilmu untuk negeri ke sekolah pelosok. Terutama, bagi siswa SD kelas enam, berdasarkan program itu baru mendirikan SMP Plus Darussaleh dan Rumah Griya Dhuafa.

"Tanah sekolah merupakan wakaf. Mereka anak Dhuafa juga berhak menerima pendidikan yang layak seperti peserta didik reguler lainnya. Materi agama lebih diperdalam seperti hafalan Alquran, dai dan kelas bahasa Inggris serta bahasa Arab,"katanya.





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM