Kebakaran Hutan Dipicu Pembukaan Lahan


Kamis, 03 Agustus 2017 - 10:53:02 WIB
Kebakaran Hutan Dipicu Pembukaan Lahan Dokumentasi Haluan

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menyebut kebakaran hutan yang kerap terjadi belakangan ini disebabkan ulah warga yang membuka lahan dengan cara melakukan pembakaran.

"Sebetulnya, harus banyak persuasi kepada masyarakat karena rata-rata kebakarannya karena pembukaan lahan tradisional masyarakat secara serentak," ujarnya di sela-sela Rapat Kerja Nasional KLHK 2017 di Gedung KLHK, Jakarta, Rabu (2/8).

Siti mengatakan, hotspot atau titik api di Indonesia semakin bertambah. Hingga bulan Juli 2017, titik api meningkat 49 persen dibanding dengan Juli 2016, serta meningkat 27 persen dibanding Juli 2015. Berdasarkan pantauan KLHK, Siti menyebut saat ini kebakaran tidak hanya terjadi di daerah langganan kebakaran hutan yakni tujuh provinsi seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan.

"Sekarang sudah masuk Nusa Tenggara Timur dan Aceh. Tadi pagi saya lihat Bangka Belitung. Ini daerah lain yang masih baru. Buat saya ini mengkhawatirkan karena daerah ini belum seperti daerah lain yang ada sistem satuan tugasnya," katanya.

Ia juga mengaku pihaknya sudah melakukan waterbombing atau pemadaman melalui udara untuk kebakaran hutan yang terjadi di Kalimantan Barat. Namun, Siti menambahkan, pemadaman darat juga harus gencar dilakukan karena sebaran api di wilayah itu berada di area yang relatif kecil. Dia mencontohkan bahwa satgas kebakaran hutan di Kalbar pun sempat terkendala operasionalnya.

Adapun antisipasi mencegah kebakaran hutan semakin meluas jelang musim kemarau, Siti mengaku telah mengerahkan satgas untuk selalu memantau titik api di lokasi rawan kebakaran hutan. "Di beberapa provinsi sudah mapan satgas patroli terpadunya. Di Riau meski hotspot selalu ada, tapi penanganannya cepat," katanya.  Siti juga mengakui bahwa kebakaran hutan adalah tugas utama kementeriannya untuk segera bisa diselesaikan.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Ketaping, Sumatera Barat, menyatakan dua hari terakhir terpantau dua titik panas di wilayah ini. Hal tersebut dijelaskan Budi Iman Samiaji yang menjabat sebagai Kepala Seksi Observasi dan Informasi Badan Meteorologi, melalui pesan singkatnya di grup media sosial Whatsapp, Rabu (2/8).

"Saat ini terpantau dua titik panas di Sumbar, data tersebut kami terima dari LAPAN, yang juga melakukan pemantaun terhadap Hotspot diwilayah Sumatera Barat," jelasnya.


Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]