Festival Seni Tradisional Minangkabau, Ajang Pelestarian Budaya di Kota Padang Panjang


Senin, 07 Agustus 2017 - 22:28:33 WIB
Festival Seni Tradisional Minangkabau, Ajang Pelestarian Budaya di Kota Padang Panjang Penampilan Randai Rantak Salapan oleh Sanggar Situpo saat Festival Seni Tradisional Minangkabau. Apiz Jackson

PADANG PANJANG, HARIANHALUAN.COM--Aktivitas seni dan budaya di Kota Padang Panjang kembali mendapatkan perhatian dari pihak Pemerintah. Kali ini Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sumatera Barat (Sumbar) mengadakan Acara Festival Seni Tradisional Minangkabau dengan tema “Baretong di Hari Tarang”dengan melibatkan Sanggar Kesenian Situpo, milik Pemuda Kelurahan Sigando, Kecamatan Padang Panjang Timur

Festival Seni Tradisional Minangkabau yang di gelar di dekat Mesjid Asasi Kota Padang Panjang, Minggu (6/8), dihadiri oleh Walikota Padang Panjang Hendri Arnis, kepala BPNB Provinsi Sumbar Suarman, ketua DPRD Kota Padang Panjang Novi Hendri dan kepala OPD dilingkungan Kota Padang Panjang, serta Camat dan Lurah setempat.

 Walikota Hendri Arnis yang dari awal telah memberikan apresiasi penuh terhadap pelestarian budaya di Kota Padang Panjang. Hendri Arnis merasa sangat bangga terhadap generasi muda Padang Panjang yang sukses mengadakan acara ini. Bahkan selingan dalam sambutannya menyempatkan diri mengenal satu persatu pemuda dan pemudi yang menjadi anggota sanggar. 

“Ini pemuda-pemudi yang tampil apakah semuanya berasal dari anak-anak Sigando atau dari daerah luar” spontan pertanyaan Hendri Arnis yang sangat bangga setelah melihat penampilan anak-anak sanggar Situpo.

Hendri Arnis juga memberikan dukungan penuh terhadap ibu-ibu yang membawa Dulang dimana dulang ini adalah sebuah simbol untuk penyeragaman budaya. Disamping itu Hendri Arnis juga menantang Ibu-Ibu untuk membuat makanan “cangkuak” yang mana dibuat sebesar dan sepanjang Nagari Gunuang. 

Suarman dengan sambutannya mengatakan, festival kali ini dilaksanakan demi kembalinya tingkat kesadaran masyarakat akan budaya lokal dengan internalisasi nilai-nilai budaya dan pembangunan pariwisata berbasis sejarah kebudayaan. 

Sementara itu ketua DPRD Novi Hendri memberikan semangat yang mana daerah Sigando ini terkenal dengan “angker”, mari kita angkat “ Angker Situpo sampai ke berbagai media-media”. Novi Hendri juga berharap Sanggar Situpo ini membangun anak nagari yang berkualitas. (h/pis)

 

Editor: Rivo Septi Andries

 

 


Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 21 November 2017 - 13:40:49 WIB

    Festival Qasidah Nasional, Empat Provinsi Tak Ikut Serta

    Festival Qasidah Nasional, Empat Provinsi Tak Ikut Serta PADANG, HARIANHALUAN.COM - Di antara 34 provinsi di Indonesia, ada empat provinsi yang tidak mengikuti festival seni qasidah berskala besar tingkat nasional ke-XXII di Kota Padang. Di antara provinsi tersebut yaitu, Bangka Be.
  • Senin, 20 November 2017 - 16:08:56 WIB

    Festival Seni Qasidah ke-XXII Resmi Ditabuh

    Festival Seni Qasidah ke-XXII Resmi Ditabuh PADANG, HARIANHALUAN.COM - Seni budaya Islam pada dasarnya sudah berkembang seiring masuknya agama Islam di nusantara. Para ulama saat itu banyak menggunakan seni budaya sebagai media dakwah untuk menyebarkan ajaran Islam se.
  • Ahad, 12 Maret 2017 - 23:43:56 WIB

    Semarak Festival Randai SD di Sawahlunto

    Semarak Festival Randai SD di Sawahlunto Menumbuhkembangkan kesenian tradisional di tengah generasi muda, berarti menjaga keberlangsungan kekayaan daerah dan sejarah masyarakat. .
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]