Sulaman Ambun Suri Bangkit Lagi


Selasa, 08 Agustus 2017 - 10:45:56 WIB
Sulaman Ambun Suri Bangkit Lagi Ilustasi/Haluan

BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.COM -- Industri sulam dan bordir yang berkembang di Bukittinggi, sempat kelimpungan mengembangkan pasar dan mencari pemenuhan modal pascakrisis moneter tahun 1997-1998 silam. Bukittinggi sendiri terkenal dengan sulaman krancang yang memiliki ciri khas menekankan pada detil dan dikerjakan secara manual.

Salah satunya adalah bisnis sulam Ambun Suri yang digawangi oleh Ida Arleni di Bukittinggi. Usahanya sempat vakum selama lebih dari satu dekade setelah dihantam krisis moneter 20 tahun lalu. Industri sulam yang dikembangkan oleh mertuanya sejak 1975 tersebut terpaksa bertahan dengan produksi seadanya. Pada umumnya, industri sulam di Bukittinggi masih mengandalkan pasar tradisional di sekitaran Sumatra Barat. Ida mengaku, hingga dua tahun lalu belum terlintas di benaknya untuk menjalankan usahanya dengan memanfaatkan jasa marketplace daring.

Hingga dua tahun lalu, pada 2015, bisnis sulam Ambun Suri perhan "bangkit dari mati suri". Beruntung, Pemerintah Kota Bukittinggi mengajukan Ida dan usaha sulamnya untuk mendapat suntikan modal dari Pertamina melalui program tanggung jawab sosial (CSR). Pertamina pula lah yang memfasilitasi bisnis sulam Ambun Suri untuk menawarkan produk melalui penyedia layanan daring, blanja.com.

Ida mengaku, berkat fasilitasi yang dilakukan Pertamina termasuk ajakan pameran di berbagai tempat di dalam dan luar negeri, bisnisnya kembali hidup. “Kini sulam Ambun Suri bisa mempekerjakan 40 karyawan, di mana 20 di antaranya adalah karyawan tetap yang ikut tinggal di rumah kami,” kata Ida pekan lalu.

Dua tahun bangkit dari vakum, industri sulam yang Ida pimpin bisa mengumpulkan omzet di atas Rp20 juta setiap bulannya atau Rp250 juta per tahun. Bahkan, lanjut Ida, produk yang dihasilkan kini telah menembus pasar internasional termasuk Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Aljazair.

Kini, pasar semakin terbuka lebar, omzet penjualan juga lumayan. Harga jual kain bordir, sulaman, dan tenun itu bervariasi, mulai dari Rp150 ribu hingga Rp4 juta per helai. (h/rel)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 27 Februari 2018 - 10:06:07 WIB

    Pakan Rabaa Bakal Jadi Kampung Sulaman

    Pakan Rabaa Bakal Jadi Kampung Sulaman SOLOK SELATAN, HARIAHALUAN.COM—Kerajinan tangan sulam timbul Nagari Pakan Rabaa, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD), dipersiapkan sebagai sulaman khas Solok Selatan (Solsel). Daerah itu pun dipersiapkan sebagai Kampu.
  • Rabu, 21 September 2016 - 02:23:34 WIB
    DINAS KOPPERINDAG PARIAMAN BUKA PENDAFTARAN

    BDI Gelar Diklat Rajut, Sulaman, dan Menjahit

    PARIAMAN, HALUAN — Dinas Koperasi Perindustrian dan Per­dagangan (Kopperindag) Pariaman membuka pendaftaran bagi warga kota yang berusia maksimal 30 tahun untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan (Diklat) pada bidang raju.
  • Selasa, 19 Juli 2016 - 06:22:26 WIB

    Perusahaan Busana Bandung Akan Pakai Sulaman Kerancang

    Perusahaan Busana Bandung Akan Pakai Sulaman Kerancang BUKITTINGI, HALUAN — Perusahaan fashion (mode) busana asal Bandung, Shafira Corporate, tertarik dengan produk sulaman dan bordir kerancang asal Kota Bukittinggi. Feny Mustafa, pemimpin perusahaan tersebut berencana mengangk.
  • Kamis, 19 Mei 2016 - 03:58:10 WIB

    Industri Sulaman Hasilkan Rp18 Juta Sebulan

    Industri Sulaman Hasilkan Rp18 Juta Sebulan PARIAMAN, HALUAN — Berprofesi sebagai guru dan pernah menjadi pengrajin sulaman, Fitrinawati (48), bercita-cita meningkatkan penghasilan dan sumber daya manusia (SDM) pengrajin sulaman di sekitar rumahnya. Penghasilan menin.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]