Kasus SPj Fiktif Jilid Dua, Mobil Mewah Yusafni Disita Bareskrim,


Senin, 14 Agustus 2017 - 18:33:59 WIB
Kasus SPj Fiktif Jilid Dua, Mobil Mewah Yusafni Disita Bareskrim, Ilustasi.NET

 “Kalau berkas yang satu ini (berkas YSN-red) tuntas, baru lanjut ke berkas yang baru, termasuk mengejar tersangka lain. Penegasannya, siapa yang ikut merugikan negara dalam kasus ini akan kami kejar” Kombes Pol Endar Priantoro.

 

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Proses kasus dugaan korupsi Surat Pertanggungjawaban (SPj) fiktif mencapai puluhan miliar di Dinas Prasjaltarkim Sumbar (kini Dinas PUPR) terus berkembang di Bareskrim Polri. Bahkan, penyidik mengisyaratkan, kasus ini akan terus berlanjut, dan tak berhenti di Yusafni Ajo saja. Akan ada jilid duanya.

Penanganan berlanjut kasus yang merugikan negara berkisar Rp60 miliar itu diungkapkan Kepala Subdirektorat IV Dittipidkor Bareskrim Polri Komisaris Besar (Kombes) Polisi Endar Priantoro kepada Haluan. “Perkembangan kasus memang mengarah ke sejumlah nama lain, selain tersangka YSN,” terang Endar, akhir pekan lalu.

Dinyatakan Kombes Pol Endar, penyidik bekerja sesuai protap yang berlaku. Kasus diselesaikan satu persatu. Untuk berkas kasus dengan YSN, terlebih dahulu akan diselesaikan, untuk kemudian diserahkan ke Kejaksaan Agung (Kejagung).

“Selesaikan dulu satu satu, baru melangkah ke yang lain. Kami selesaikan ini dulu,” ucap Endar.

Ketika diminta penegasannya, apakah akan ada split atau pemisahan berkas, untuk nama-nama yang ikut terlibat selain YSN, Endar menyebut, akan dilakukan nantinya.

“Kalau berkas yang satu ini (berkas YSN-red) tuntas, baru lanjut ke berkas yang baru, termasuk mengejar tersangka lain. Itu akan dilakukan secara berurutan. Penegasannya, siapa yang ikut merugikan negara dalam kasus ini, akan kami kejar,” paparnya.

Secara keseluruhan, telah 185 saksi, 150 penerima ganti rugi lahan pada empat proyek yang diperiksa. Ada lagi penerima lain tapi tidak diperiksa karena ada yang sudah pindah atau sudah meninggal. Sedangkan sekitar 35 saksi lain itu pejabat di Pemkab Padang Pariaman, Pemko Padang, dan Pemprov Sumbar. Kemungkinan, tersangka berasald ari nama-nama yang sudah diperiksa.

“Memang bisa dari yang sudah diperiksa, atau pihak luar. Kemungkinan selalu bisa saja terjadi sepanjang bukti dan data cukup,” tutur Kasubdit.

Selain melakukan pemeriksaan saksi, penyidik juga melakukan penyitaan harta kekayaan milik Yusafni Ajo. Salah satunya, satu mobil merk VW Golf. Mobil tersebut diduga dibeli dari hasil dugaan korupsi SPj fiktif. Dengan adanya penyitaan itu, polisi mengembangkan kasusnya ke pencucian uang.

“Ada penyitaan yang dilakukan. Diduga, uang hasil korupsi dipergunakan untuk membeli sejumlah barang. Sebab itu arahnya ke pencucian uang,” kata Endar.

Harus Dirunut Tuntas

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]