Ada Program Rujuk Balik, Pasien Penyakit Kronis Bisa Mendapat Obat di FKPT


Senin, 14 Agustus 2017 - 20:26:17 WIB
Ada Program Rujuk Balik, Pasien Penyakit Kronis Bisa Mendapat Obat di FKPT dr. Harnavi Harun, SPPD-KGH, dokter RSUP M Djamil Padang bersama pasien penyakit kronis, Suparman. IST

PADANG, HARIANHALUAN.COM—Bagi masyarakat yang menderita penyakit kronis dan rutin kontrol ke dokter, tak perlu risau. Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti Puskesmas, klinik dokter atau bidan, bisa melayani meneruskan pengobatan.

FKTP akan memberikan obat dengan jenis dan jumlah yang sama dengan obat yang diberikan saat pasien konsultasi dengan dokter di rumah sakit. Obat itu juga untuk konsumsi 1 bulan.

“Melalui Program Rujuk Balik (PRB), kita akan mengembalikan pasien ke FKTP untuk melanjutkan pengobatan setelah pengobatan di rumah sakit,” kata dr. Harnavi Harun, SPPD-KGH, salah seorang dokter RSUP M Djamil Padang.

Pengembalian pasien ke FKTP itu, lanjutnya, lengkap dengan resume penyakitnya yang memuat diagnosa dan rencana tindak lanjut dari dokter rumah sakit. Sehingga pelayanan kesehatan tidak lagi terpusat di rumah sakit. Hal itu juga untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan.

“PRB ini sangat banyak manfaatnya. Sangat hemat waktu dan biaya, karena pasien tidak perlu bolak-balik ke rumah sakit yang jaraknya tentu sangat jauh dari rumah,” katanya.

Jika pasien butuh konsultasi dengan dokter rumah sakit, lanjutnya, juga bisa dilakukan sekali dalam 3 bulan. Namun bila ada keluhan baru dan butuh penanganan segera, maka dokter FKTP akan merujuk pasien kembali ke rumah sakit.

Di Kota Padang sendiri, lanjut dr Harnavi yang juga merupakan konsultan ginjal dan hati, pelaksanaan PRB sudah cukup baik. Sebagian besar pasien sudah paham . Bahkan mereka yang minta agar dikembalikan ke FKTP.

Sosialisasi PRB ini sering dilakukan melalui klub Prolanis (Program Pengelolaan Penyakit Kronis) di setiap FKTP, yaitu sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilaksanakan terintegrasi, melibatkan peserta, FKTP dan BPJS Kesehatan.

“Yang penting, kita harus terus memberikan edukasi pada pasien bahwa program ini sangat baik bagi mereka,” katanya.

Sebagai dokter, lanjutnya, pihaknya juga berkomitmen menyukseskan PRB, diantaranya dengan memberikan pelayanan sesuai standar, tidak membedakan pasien JKN-KIS dengan pasien umum dan memberikan obat sesuai standar. Jika penyakit pasien sudah terkontrol dengan baik, maka pasien segera dikembalikan ke FKTP masing-masing.

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]