Penipuan First Travel Juga Terjadi di Sumbar


Rabu, 16 Agustus 2017 - 11:00:30 WIB
Penipuan First Travel Juga Terjadi di Sumbar First Travel

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Kasus dugaan penipuan berkedok pemberangkatan jemaah umrah dengan harga murah oleh PT First Anugerah Karya Wisata (First Travel) rupanya juga terjadi di Sumbar. Sejumlah korban sudah melapor ke Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sumbar.

Hal itu disampaikan Plt Kepala Bidang Penyelenggaraan Ibadah Haji (PIH) Kemenag Sumbar, Syamsuir Ilyas, Selasa (15/8) malam. “Kasusnya juga terjadi di Sumbar. Ada sejumlah korban yang melapor ke saya, terkait dugaan penipuan First Travel ini,” terang Syamsuir saat ditemui di Asrama Haji Tabing, Padang.

Dijelaskan Syamsuir, dia tidak hapal berapa orang yang melapor. Namun, di kompleks dia tinggal saja ada lima orang yang mengaku jadi korban First Travel. "Di kompleks saya saja ada sekitar 5 orang jemaah yang mengaku menjadi korban dari biro tersebut. Mereka tetangga saya,” ungkapnya.

Jauh-jauh hari, Kemenag katanya sudah mengimbau masyarakat agar tak percaya biro umrah dengan harga murah. Sekarang, di Sumbar hanya 13 biro perjalanan yang terdaftar, baik itu biro yang membuka cabang di Sumbar maupun yang mempunyai kantor pusat di Sumbar.

"Masyarakat harus menyakan dan melihat sendiri izin serta kelengkapan lainya. Untuk PT First Anugerah Karya Wisata (First Travel) sendiri punya izin secara nasional, namun tidak pernah didaftarkan di Sumbar dan tidak ada juga kantor cabangnya,” kata Syamsuir.

Setidaknya, setiap tahun, ada 2.500 masyarakat Sumbar yang menunaikan umrah ke tanah suci, dan 300 lainnya naik haji lewat jalur haji plus. Jika satu jemaah umrah membayar Rp28 juta untuk sekali perjalanan, uang yang beredar mencapai Rp70 miliar per tahunnya. Inilah yang membuat tergiur banyak pengusaha biro perjalanan, hingga berlomba-lomba membuka program umrah murah. Persaingan yang ketat akhirnya membuka kran kecurangan. Ada sekitar 60 biro perjalanan yang memberangkatkan jemaah umrah ke tanah suci. Parahnya, dari sebanyak itu, cuma 13 biro yang berizin. Selebihnya, merupakan biro bodong.

Kasus First Travel memang membuat heboh. Bahkan, Kepala Biro Humas, Data dan Informasi Kementerian Agama, Mastuki, mengatakan pemerintah berencana membuat posko crisis center untuk para korban penyelenggaraan umrah agen perjalanan PT First Anugerah Karya Wisata (First Travel).

Rencana itu akan dibahas Direktorat Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag bersama Bareskrim Polri, dan Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada hari ini. Pembahasan bersama itu karena pembentukan cricis center bukan hanya domain Kemenag. "Rencana hari ini akan rapat untuk membahas itu, cuma saya harus update dulu ke kawan-kawan di PHU khususnya, ini (PHU) yang nanti tanggung jawab untuk gabung di situ," kata Matsuki, Selasa (15/8).

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]