Kisruh di Limapuluh Kota, Tokoh Adat Gerah


Kamis, 24 Agustus 2017 - 10:04:48 WIB
Kisruh di Limapuluh Kota, Tokoh Adat Gerah Bupati Limapuluh Kota dan Wakil Bupati Limapuluh Kota

Setelah itu, DPRD akan melibatkan seluruh elemen untuk membantu menyelesaikan kekisruhan yang terjadi. “Nanti, setelah bupati pulang dari Mekkah, beliau juga akan kami panggil. Semua harus jelas dan terbuka. Publik harus tahu apa hal yang menjadi akar dari kekisruhan kedua pemimpin ini. setelah itu, kami akan merangkul seluruh elemen pemerintah dan masyarakat untuk menyelesaikan pecahkongsi ini,” katanya lagi.

dibekukannya SK pelantikan, Syafaruddin mengaku geleng-geleng kepala dan sebuah hal yang tidak masuk akal. Pasalnya, antara bupati dan wakil bupati itu satu paket dan itu sudah diatur oleh UU. “Mereka itu satu paket. Jika tidak ada bupati, berarti wakil bupatinya yang jadi bupati. Itu sudah diatur oleh UU. Jadi membekukan SK setelah dikeluarkan, ini sangat tidak masuk akal. Tapi sekarang bukan itu dulu yang perlu dipersoalkan. Yang penting meredam kemelut dulu. Cari solusi yang paling utama karena saya yakin keduanya punya alasan,” katanya.

 

Sementara itu Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan mengaku siap lahir batin untuk hearing dan memberikan informasi yang dibutuhkan oleh DPRD Kabupaten Limapuluh Kota. Dirinya juga siap bersama seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk menyelesaikan carut marut yang terjadi di Limapuluh Kota ini.

“Saya siap memberikan seluruh informasi dan bertanggung jawab atas pelantikan Jumat kemarin di hadapan DPRD. Termasuk menjelaskan dan bertanggung jawab atas persoalan pelantikan Jumat kemarin,” jawab Ferizal Ridwan.

Diapresiasi Wakil Gubernur

Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, mengapresiasi keputusan Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan, yang menarik Surat Keputusan (SK) pelantikan dua jabatan eselon II dan mengembalikan jabatan sekretaris daerah kepada pejabat lama. Menurutnya, langkah yang diambil Ferizal yang saat ini Plt bupati Limapuluh Kota itu menunjukannya sebagai pejabat yang taat aturan, mau mendengar masukan, dan mau bertanggung jawab atas segala keputusan yang diambilnya.

"Setelah surat dari gubernur dikirimkan, Wabup Ferizal langsung mengadakan rapat dan menarik kekeliruan yang terjadi. Jika ini tidak diambil, masalah inj akan menjadi polemik berkepanjangan dab berdampak buruk bagi penyelengaraan pemerintahan setempat," ujarnya saat berbincang dengan wartawan di ruangan dinasnya, Rabu (23/8).

Setelah Ferizal menarik keputusannya melantik pejabat itu, Nasrul menganggap masalah yang terjadi di Limapuluh Kota itu sudah selesai. Berdasarkan kekeliruan melantik pejabat di Limapuluh Kota itu, Nasrul mengimbau kepada semua staf pejabat di Sumatra Barat untuk memberikan masukan kepada pemimpinnya sebelum pemimpin tersebut mengambil keputusan.

Setelah persoalan ini berakhir, kata Nasrul, bupati Limapuluh Kota yang saat naik haji tidak terganggu saat beribadah. Setelah sang bupati kembali dari Tanah Suci, ia berharap hubungan bupati dengan wakil bupati Limapuluh Kota kembali harmonis sehingga perencanaan pembangunan di kabupaten itu bisa berjalan dengan baik. (h/ang/ddg/dib)

 

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]