Awasi Penebangan Liar di Limapuluh Kota


Sabtu, 02 September 2017 - 02:18:10 WIB
Awasi Penebangan Liar di Limapuluh Kota

PADANG,HALUAN- Anggota DPRD Sumbar asal Daerah Pemilihan (Dapil) Limapuluh Kota-Payakumbuh, Darman Sahladi meminta dinas terkait mengawasi praktik penebangan liar di Kabupaten Limapuluh Kota. Tujuannya agar bencana banjir bandang tahunan yang dialami Kabupaten Limapuluh Kota tidak berulang.
"Seperti diketahui, Kabupaten Limapuluh Kota menjadi langganan banjir setiap tahunnya, hal tersebut harus ditindaklanjuti oleh dinas terkait terutama Dinas Kehutanan," ulas Darman, Rabu (30/8).
Ia menjelaskan penebangan hutan hingga pengalihfungsian lahan menjadi fungsi lain, seperti pemukiman maupun perkebunan, membuat kawasan yang ada jadi minim daerah serapan air.
Semakin minim daerah serapan air terutama ketika terjadi curah hujan yang tinggi, itu akan membuat banjir dan longsor terjadi. Apalagi di daerah yang berbukit-bukit seperti di Kabupaten Limapuluh Kota.
Menurut Darman, salah satu solusi yang tepat untuk pencegahan banjir dan longsor di masa yang akan datang adalah harus adanya daerah tangkapan air.
Kemudian upaya normalisasi sungai dinilai juga penting untuk dilakukan. Pasalnya jika curah hujan tinggi banyak terjadi endapan pada sungai berupa kayu maupun tanah yang bisa menumpuk.
Anggota DPRD Sumbar, dari Dapil Limapuluh Kota-Payakumbuh yang lain, Yulfitni Djasiran menuturkan, bencana alam memang kerap terjadi akibat prilaku manusia. Saat tidak dimanfaatkan dan tidak dipelihara dengan baik, lanjut dia, maka alam akan bisa menyengsarakan manusia.
Mengenai banjir di Limapuluh Kota, pada
Jumat (25/8), Yulfitni bersama anggota DPRD Sumbar Erman Mawardi telah mengunjungi lokasi dan mengantarkan sejumlah bantuan.
Sebelumnya, lima jorong di dua nagari berbeda di Kecamatan Lareh Sago Halaban, Limapuluh Kota, masing-masing Balai Panjang dan Batu Payuang, dihantam banjir bandang. Pembabatan hutan dan galian C ilegal diduga memicu bencana.
“Sebanyak 28 unit rumah rusak, satu jembatan putus, 4 titik saluran pipa Pamsimas (air bersih,-red) jebol dan 30-an hektare lahan pertanian serta perkebunan milik warga, rata oleh material galodo,” urai Camat Lareh Sago Halaban, Efli Zain di lokasi kejadian.
Sebelum dihantam galodo, kawasan Payakumbuh dan Limapuluh Kota beberapa waktu terakhir kerap diguyur hujan deras. Sebanyak enam titik tebing perbukitan di gugus Bukit Barisan, terkelupas. Kayu-kayu yang bertumbangan diduga bekas pembabatan hutan. (h/len)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]