FPI Sumbar Kirim Jihadis ke Myanmar


Senin, 04 September 2017 - 17:56:37 WIB
FPI Sumbar Kirim Jihadis ke Myanmar Ilustasi.NET

PADANG, HARIANHALUAN.COM—Pengusiran dan pembunuhan muslim Rohingya yang dilakukan militer dan Myanmar memunculkan reaksi keras dari berbagai pihak. Di Sumatra Barat (Sumbar), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Front Pembela Islam (FPI) mengutuk keras tindakan kejam pemerintah Myanmar terhadap muslim Rohingya. FPI Sumbar bahkan akan mengirimkan orang untuk berjihad ke sana.

 “Perlakuan militer dan umat Budha Myanmar terhadap muslim Rohingya adalah tindakan biadab, tidak manusiawi. Karena itu, FPI Sumbar menyerukan siapa saja untuk berjihad ke sana. Maka, kami membuka pendaftaran untuk berperang ke Myanmar,” ujar Imam Besar FPI Sumbar, Muhammad Busra, di Bukittinggi, Minggu (3/8).

Pihaknya membuka pendaftaran sejak 30 Agustus untuk berperang ke Myanmar. Hingga saat ini, sudah 32 orang mendaftar. Sebanyak 32 orang itu bukan anggota FPI Sumbar saja, melainkan dari berbagai organisasi dan individu. Menurutnya, akan makin banyak orang Sumbar mendaftar untuk berjihad ke Myanmar.

“Kami belum menentukan kapan pendaftaran itu ditutup. Untuk keberangkatan mereka, kami menunggu instruksi Imam Besar FPI, Al Habib Muhammad Rizieq,” ucapnya

Selain membuka pendaftaran untuk berjihad, FPI Sumbar menggalang dana untuk muslim Rohingya. Busra menyebutkan, pihaknya menggalang dana sejak 30 Agustus. Penggalangan dana dilakukan dengan meminta sumbangan di jalan raya, di masjid, dan melalui rekening bank. “Hingga kini sudah terkumpul dana Rp82 juta. Dana itu akan kami gunakan untuk membeli bahan makanan pokok untuk muslim Rohingya. Kami juga berencana membeli senjata dari dana itu untuk berangkat ke Myanmar. Kami tidak main-main. Kami siap berjihad ke sana,” tuturnya.

FPI Sumbar, kata Busra, menuntut pemerintah Indonesia menarik duta besar (dubes) dari Myanmar dan mengusir dubes Myanmar dari Indonesia. Tuntutan tersebut diutarakan agar pemerintah Indonesia proaktif dalam bersikap terhadap konflik di Myanmar itu. “Sesuai dengan amanat konstitusi, pemerintah Indonesia bertanggung jawab terhadap ketertiban dunia. Karena itu, pemerintah Indonesia harus bersikap tegas terhadap pemerintah Myanmar. Sejauh ini, kami kecewa dengan sikap lunak pemerintahan Jokowi atas masalah yang menimpa muslim Rohingya. Ketika bom meledak di Prancis, Jokowi langsung mengeluarkan komentar tegas. Sementara itu, ketika muslim Rohingnya dibakar, diusir, dibunuh, pemerintahan Jokowi tidak bersikap tegas,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua MUI Sumbar, Gusrizal Gazahar, mengatakan, sikap pemerintah Indonesia yang masih lunak terhadap pemerintah Myanmar sangat menyedihkan. Ia menilai, sikap pemerintah Indonesia kepada pemerintah Myanmar tidak seperti sikap terhadap korban dari pihak selain umat Islam. Menurutnya, pemerintah Indonesia tidak boleh ragu bersikap tegas dalam kasus itu karena merupakan kejahatan kemanusiaan dan genosida atas etnis dan pemeluk agama, yaitu kaum muslim.


Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]