DPRD Terima Aspirasi FMM, Pembantai Muslim Rohingya Harus Diseret ke Mahkamah Internasional 


Senin, 04 September 2017 - 19:49:37 WIB
DPRD Terima Aspirasi FMM, Pembantai Muslim Rohingya Harus Diseret ke Mahkamah Internasional  Ilustasi/Haluan

PADANG, HARIANHALUAN.COM-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbar mengecam keras kasus Genosida (pembantaian masal) yang dilakukan militer Myanmar terhadap muslim Rohingya di negara setempat.
Wakil Ketua DPRD Sumbar, Guspardi Gaus mengatakan pembantaian terhadap muslim Rohingya merupakan tindakan yang sangat sadis dan tidak berperikemanusian. 

Karena itu pihaknya meminta presiden Joko Widodo mendesak Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) menyeret kasus kekerasan terhadap muslim Rohingya ke pengadilan mahkamah Internasional. 

"Apapun alasannya pembunuhan terhadap masyarakat sipil, utamanya anak-anak dan wanita adalah hal yang tak bisa dibenarkan. Kezaliman ini harus diproses, PBB mesti profesional menyikapi kekejaman ini," tegas Guspardi saat menerima  kedatangan Forum Masyarakat Minang (FMM) di Gedung DPRD Sumbar, Senin (4/9).
Kedatangan FMM sendiri ke DPRD adalah untuk mendesak dewan menyatakan sikap terhadap krisis kemanusiaan yang terjadi di Myanmar.

Dikatakan Guspardi, PBB tak boleh tutup mata atas kekejaman yang dialami muslim Myanmar. Jangan seolah-olah ada diskriminasi. Dimana ketika muslim dizalimi dan dihabisi tak ada tindakan yang diambil, sementara jika hal ini menimpa non muslim dunia heboh dan mengecam atas nama kemanusiaan.

"Pembunuhan terhadap kaum Rohingya sudah melanggar piagam PBB yang berisi tentang perdamaian. Karenanya, PBB dan negara barat harus mendukung penguasa Myanmar yang membiarkan kejahatan ini untuk diadili," tegas Guspardi.

Ditambahkannya, negara-negara di dunia harusnya belajar dengan muslim Indonesia, dimana umat Islam di negara ini toleransinya sangat luar biasa. Tak pernah ada kejadian umat muslim Indonesia mendiskreditkan atau mencelakai kelompok dari agama minoritas. 
Kemudian kepada presiden atas nama DPRD Sumbar ia juga meminta agar kepedulian terhadap muslim Rohingya tak hanya dilakukan dalam bentuk pernyataam sikap. Namun harus dibarengi aksi nyata. Diantaranya dengan melakukan lobi-lobi politik dan menyampaikan desakan pada PBB dengan segera.

Sementara itu Ketua FMM, Irfianda Abidin menyampaikan, kedatangan mereka ke gedung wakil rakyat adalah meminta DPRD menyatakan sikap ke pusat agar mendesak dunia mengadili pelaku pembantaian muslim Rohingya. Sebagai bentuk persetujuan dari dewan pernyataan sikap itu diminta dibuat dengan menggunakan korp DPRD serta ditandangani langsung oleh pimpinan dan anggota DPRD.

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]