Rapat Paripurna DPRD Dharmasraya Ricuh


Rabu, 06 September 2017 - 02:28:29 WIB

DHARMASRAYA, HALUANRapat paripurna DPRD Dharmasraya di kantor DPRD setempat, Selasa (5/9), ricuh kurang lebih 30 menit. Adu mulut terjadi antara beberapa orang anggota dewan dan pemimpin rapat, yakni Wakil Ketua DPRD, Budi Sanjoyo, dan Ampera Dt. Labuan Basah.

Adu mulut itu terjadi dipicu oleh ketidakhadiran bupati dan wabup, dan ketua DPRD Dharmasraya. Saat rapat akan dimulai, anggota DPRD dari Partai Demokrat, Salman, melakukan intruksi. Ia mempertanyakan kenapa sidang istimewa itu tidak dihadiri bupati atau wabup bupati agar sidang itu diketahui pemimpin Dharmasraya. Jawaban ketidakhadiran itu langsung dilemparkan oleh pemimpin rapat kepada Plt Sekda Dharmasraya, Leli Arni. Untuk menjawab pertanyaan itu, Leli Arni mengatakan, ia mendapatkan mandat untuk menghadiri rapat paripurna DPRD tersebut karena bupati sedang tidak ada di Dharmasraya, sedangkan wabup ada kegiatan penting yang tidak bisa ditinggalkan.

"Okelah bupati keluar daerah ada urusan penting demi majunya Dharmasraya. Namum, setahu saya, wabup ada di Dharmasraya, kok tidak hadir? Padahal, sidang ini bukan main-main. Ini demi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan kabupaten yang kita cintai ini," ujar Salman.

Hal yang sama dikatakan Heri Saputra anggota DPRD dari Golkar; Furqon dari PAN, Zilgani dari Gerindra, dan Radid. Dt. Sanaro.

“Ke mana bupati dan wakilnya? Kami bukannya tidak menghargai sekda dalam menghadiri sidang ini. Namun, akan lebih etis dan bagus apabila rapat ini dihadiri bupati atau wakil, kecuali bupati dan wabup ada kegiatan di luar daerah. Akan tetapi, saat ini setahu kami saat ini wabup ada di daerah ini,” tutur Heri.

Sementara itu, pemimpin rapat, Budi Sanjoyo, menyebutkan, pihaknya sudah mengirim undangan tertulis ke pemkab. Namun, bupati mengatakan tidak bisa menghadiri rapat karena ada jadwal penting di luar Dharmasraya. Karena itu, rapat tersebut akan dihadiri wabup. Ternyata, pada Selasa (5/9), Budi mendapatkan telepon dari wabup.

“Wabup bilang tidak dapat hadir karena ada halangan penting yang tidak bisa ditinggalkan. Yang akan hadir adalah sekda," ucap Budi menirukan ucapan wabup.

Setelah waktu sidang tertunda sekira 30 menit, semua anggota dewan sepakat melanjutkan sidang.

Budi berharap ke depannya tidak terjadi lagi kasus yang sama dalam rapat paripurna DPRD karena sidang penyampaian fraksi-fraksi itu bukan kepentinga anggota DPRD, tetapi  kepentingan bersama.

Untuk diketahui, rapat paripurna kali itu adalah penyampaian pandangan umum fraksi DPRD terhadap nota penjelasan bupati Dharmasraya tentang pengantar raperda perubahan APBD Dharmasraya 2017.  (h/mg-bdr)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]