PNP Lirik Potensi Bengkuang


Rabu, 06 September 2017 - 10:57:15 WIB
PNP Lirik Potensi Bengkuang Panen Bengkuang (Foto Ennie Hipohepi)

PADANG, HARIANHALUAN.COM — Pihak Politeknik Negeri Padang (PNP) menggali potensi bengkuang untuk dikembangkan melalui program Iptek bagi Masyarakat (IbM). Selama ini, bengkuang yang jadi icon Kota Padang hanya sekedar jadi bahan jualan dan buah tangan.

Tim IbM PNP, Ferdawati, SE, M.ScAk dan Endrawati, SE, M.kom, Ak menyebut, selama ini buah bengkuang yang dihasilkan hanya dimakan dalam bentuk segar (mentah) atau sebagai salah satu bahan campuran rujak. Sangat sulit untuk menemukan panganan olahan bengkuang lainnya.

“Hal ini disebabkan karena keterbatasan produksi dan manajemen dari pengusaha  industri rumahan yang mengolah bengkuang menjadi aneka panganan,”ujarnya.

Tim ini mempunya diagnose sifat alami bengkuang bisa dilakukan upaya pengolahannya. Ada beberapa bentuk hasil olahannya, antara lain kue bengkuang, wafel bengkuang, pudding bengkuang, pie bengkuang, dodol bengkuang, kue bawang bengkuang, jus bengkuang.

Pengolahan bengkuang ini dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah bengkuang, serta diversifikasi (penganekaragaman) olahan pangan. Selain itu, usaha pengolahan bengkuang dapat membuka lapangan kerja baru, memberi manfaat bagi petani dan pedagang bengkuang. Produk ini juga dapat menjadi produk alternatif oleh-oleh spesifik kota Padang.

Kreasi ini didorong Ferdawati Mitra dengan membina WH8 Cake Bengkuang dan Kue Bengkuang Metty sebagai media pengembangan yang mereka lakukan.  Kegiatan ini sudah dimulai sejak awal Mei 2017 dan semua program kerjanya akan dituntaskan sampai Oktober 2017.

Selain itu, sasaran kegiatan adalah pengusaha pangan olahan bengkuang yang terdapat di Kota Padang. Kegiatan yang dilakukan adalah memberikan pelatihan manajemen dan penyusunan laporan keuangan, pelatihan web pemasaran online, perancangan aplikasi komputer akuntansi dan alat untuk mencetak kue yang lebih modern.

Soal kendala, ia menyebutkan proses produksi masih menggunakan alat konvensional, layout produksi yang menyulitkan dalam produksi. Selain itu, display toko yang  masih belum tertata,  pembukuan usaha  yang  belum memadai serta manajemen usaha dan pemasaran yang juga kurang diperhatikan.

 “Hasil yang diinginkan, adalah adanya pembukuan dan laporan keuangan yang sesuai dengan standar akuntansi, perluasan daerah pemasaran, perbaikan lay-out pabrik maupun toko serta peningkatan jumlah produksi dan penjualan,”sebutnya. (h/mg-mel)

 

Editor: Rivo Septi Andries

 

 


Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]