Redam Penyalahgunaan Lem, Pemilik Toko di Sawahlunto Diimbau Selektif Jual Lem


Rabu, 06 September 2017 - 11:41:48 WIB
Redam Penyalahgunaan Lem,  Pemilik Toko di Sawahlunto Diimbau Selektif Jual Lem Ilustasi.NET

SAWAHLUNTO, HARIANHALUAN.COMBadan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Sawahlunto mengimbau pemilik toko yang menjual lem untuk lebih selektif menjual lem, terutama kepada pelajar sekolah. Lembaga itu menilai, saat ini marak penyalahgunaan lem pada kalangan siswa yang berakibat fatal kepada syaraf dan fisik penggunanya.

Kepala BNNK Sawahlunto, Guspriadi, mengutarakan, peran serta masyarakat, salah satunya penjual lem, untuk meredam penyalahgunaan lem untuk menyelamatkan generasi bangsa dapat dilakukan dengan meningkatkan kepedulian dengan lebih selektif menjualnya, terlebih kepada siswa yang begitu sering membeli lem tersebut.

"Meski lem tidak dikategorikan kepada narkoba, menghisap lem dapat berakibat fatal karena merusak syaraf penggunanya," ujarnya pada bimtek bidang Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di lingkungan swasta dalam upaya pemberdayaan masyarakat antinarkoba di Kantor Camat Lembah Segar, Selasa (5/9).

Dalam bimtek yang juga diikuti oleh pemilik fotokopi dan toko bangunam itu, Guspriadi mengharapkan ada peraturan daerah (perda) yang mengatur penggunaan dan konsumsi lem. Dengan perda itu, peredaran lem bisa dikontrol dan tidak disalahgunakan. Saat ini, di Sumbar, hanya Payakumbuh yang mempunyai perda penggunaan lem.

"Hasil penelusuran ke sekolah-sekolah, tim BNNK mendapati bekas-bekas kemasan lem yang diduga dihisap oleh siswa, khususnya siswa SLTP. Lem dan merokok merupakan gerbang menuju pemakaian narkoba," ucapnya.

Kasi Pencegahan dan Pendayagunaan Masyarakat BNNK Sawahlunto, Kapten Inf. Muryanto, pemateri pada bimtek itu, menyebutkan, melalui bimtek itu, peserta dapat mencari solusi bersama untuk menyelamatkan generasi muda dari jeratan zat adiktif, psikotropika, dan obat-obat terlarang lainnya.

Narasumber lainnya, Kasat Narkoba Polres Sawahlunto, AKP Al Indra, menyampaikan, narkoba tidak mengenal profesi apa pun dan strata kehidupan masyarakat. Seiring dengan banyak dan meningkatnya kasus narkoba saat ini, narkotika sudah menjadi musuh negara sehingga harus diperangi.

"Meski kasus narkoba di Sawahlunto didominasi oleh penggunanya, tidak menutup kemungkinan lalulintas narkoba bersarang di sini. Untuk itu, peran serta masyarakat sangat diharapkan sehingga barang haram tersebut dapat diberantas dan diantisipasi," tuturnya.

Ia mengingatkan semua pihak untuk mengenali gejala dini pengguna narkoba, seperti susah diajak bicara, suka menyendiri, mudah tersinggung, minder, selalu tampak tidak tenang, dan selalu curiga tanpa alasan. (h/rki)

 

Editor: Rivo Septi Andries

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 25 Maret 2019 - 16:01:43 WIB

    Warga Mengamuk di KPU Agam, Polisi Redam dengan Water Cannon

    Warga Mengamuk di KPU Agam, Polisi Redam dengan Water Cannon AGAM, HARIANHALUAN.COM - Ratusan masyarakat mengamuk pada salah satu TPS kemudian merangsek KPU Kabupaten Agam. Mereka menolak hasil penghitungan suara, petugas melakukan negosiasi hingga terjadi kericuhan..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]