Bantu Muslim Rohingya dengan Pesan Damai


Rabu, 06 September 2017 - 23:34:15 WIB
Bantu Muslim Rohingya dengan Pesan Damai AKIM-Himbau-Bantu-Rohingya-dengan-Menebar-Pesan-Damai

PADANG, HARIANHALUAN.COM—Krisis kemanusiaan muslim Rohingya, Myanmar menimbulkan protes diberbagai diberbagai wilayah di Indonesia, tak terkecuali di media sosial.

Mulai dari ucapan duka, doa hingga caci maki dan menyebar kebencian memenuhi media sosial. Namun, yang diperlukan saat ini adalah aksi nyata tanpa menyebar kebencian.

"Terlepas dari aktual atau tidaknya peristiwa yang terjadi di lapangan, tetap saja sharing informasi yang disertai dengan hujatan dan kecaman berlebihan semacam itu tidak baik, tak akan membantu dalam upaya kerja kemanusiaan dan penyelesaian konflik, dan malah yang ada akan semakin menekan etnis Rohingya di Myanmar," tutur tim Dompet Dhuafa Singgalang, Annisa Aulia (5/9).

Hal itu ia kutip berdasarkan finalisasi rancangan rilis penanganan kemanusiaan bagi masyarakat Rohingya di Rakhine Myanmar yang digagas Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar (AKIM), yang diketuai M. Ali Yusuf.

Merupakan aliansi 11 lembaga kemanusiaan di Indonesia, Muhammadiyah Disaster Management Centre, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim – Nahdlatul Ulama, PKPU Human Initiative, Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, Dompet Peduli Ummat – Daarut Tauhiid, LAZIS Wahdah, Laznas Lembaga Manajemen Infaq (LMI), Aksi Cepat Tanggap, Lazis Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia, Social Trust Fund – UIN Jakarta - berkolaborasi dengan Pemerintah Republik Indonesia (Kementerian Luar Negeri) dan seluruh elemen Masyarakat Indonesia.

Dijelaskannya, selama ini berbagai lembaga kemanusiaan Indonesia berupaya melakukan penanganan masalah ini melalui pendekatan humanitarian diplomacy, yang menyasar empat isu dasar; kesehatan, pendidikan, mata pencaharian, dan pemenuhan layanan dasar.

“Program tersebut menjadi bagian dari soft diplomacy karena dinilai paling tepat dan selalu bisa diterima oleh pemerintahan Union Myanmar dalam membantu mengatasi konflik, dan hingga saat ini satu-satunya negara yang masih dapat diterima pemerintah Myanmar adalah Indonesia,” terangnya.

AKIM mengajak kepada seluruh pihak dalam proses penggalangan dana untuk tidak mengeksploitasi secara berlebihan gambar victim (korban) yang mengganggu nilai-nilai kemanusiaan. AKIM dan masyarakat Indonesia bersama-sama mendorong

"Kemanusiaan tanpa batas, membantu dengan menebar cinta bukan dengan menebar kebencian,” tuturnya.

Bagi Dompet Dhuafa Singgalang sendiri, dibanding menyuarakan kebencian, aksi kebaikan akan lebih mendorong masyarakat untuk turut peduli.

"Seperti aksi peduli yang disalurkan Zona Ban hari ini, menitipkan amanah donasi senilai Rp.4.000.000,- untuk Rohingya. Pihak Zona Ban tergugah dengan agenda kemanusiaan yang telah dilaksanakan Dompet Dhuafa selama ini, diantaranya penyaluran bantuan di akhir 2016 lalu, penyaluran pangan, dan terbaru kurban untuk Rohingya di awal September 2017 ini," imbuhnya.

Pemilik Zona Ban, Aeng Roriko, semenjak awal Januari lalu bahkan MoU penyalurkan infak kemanusiaan dari keuntungan bisnisnya melalui Dompet Dhuafa Singgalang. Ia lebih memilih berpartisipasi dalam menyalurkan sebagian harta yang ia miliki, daripada nyinyir di media sosial. Berharap harta yang ia sisihkan dapat meringankan pengungsi Rohingya. (h/nisa)

 

Editor: Rivo Septi Andries

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]