Konflik Pengelolaan Dana Sawit, Ratusan Warga Manggopoh Berunjuk Rasa


Kamis, 07 September 2017 - 11:28:42 WIB
Konflik Pengelolaan Dana Sawit, Ratusan Warga Manggopoh Berunjuk Rasa Ratusan Masyarakat Anak Nagari Manggopoh yang tergabung dalam Pasukuan Tanjung Bersatu Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung, mendatangi kantor Yayasan Tanjung Manggopoh (YTM), Rabu (6/9).

AGAM, HARIANHALUAN.COM –  Persoalan pengelolaan uang hasil panen plasma sawit memicu aksi unjuk rasa di Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung, Rabu (6/9). Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Pasukuan Tanjung Bersatu mendatangi Kantor Yayasan Tanjung Manggopoh (YTM), Rabu (6/9).

Masyarakat sudah mulai mendatangi Kantor YTM sejak pukul 06.30 WIB. Kedatangan itu merupakan puncak kekecewaan karena uang hasil panen plasma kebun kelapa sawit dengan luas 1.284 hektare milik masyarakat tidak kunjung cair. Merasa terancam akibat kejadian tersebut YTM melakukan pelaporan ke Polres Agam dengan Nomor: STPL/108/IX/K/2017/Sumbar/Res Agam.

Seorang anak kemenakan Pasukuan Tanjung, Pono (52) mengatakan, YTM tidak mencairkan dana masyarakat  semenjak beberapa tahun terakhir. Kedatangan masyarakat sekitar 200 orang untuk mempertanyakan hal tersebut kepada pengurus. Menurutnya, sudah tiga tahun lebih mereka tidak mendapatkan dana plasma.

“Masyarakat tidak akan melakukan anarkis di lokasi. Namun mereka akan  bertahan di lokasi sampai tuntutan dikabulkan. Kita juga meminta pengurus YTM untuk menyelesaikan masalah secepatnya,” ucap Pono.

Kapolres Agam, AKBP Ferry Suwandi mengatakan, anggota sudah memasang garis polisi dan melakukan penyelidikan ke lokasi untuk menyikapi persoalan itu  YTM dengan masyarakat. Dikatakannya, Polres Agam mengerahkan 200 personel dan mobil water canon untuk menghindari kontak fisik antara anak kamanakan dengan pengurus YTM.

“Kita akan memfasilitasi kedua belah pihak untuk menyelesaikan persoalan, sehingga tidak berlarut-larut. Apabila persoalan antara anak kamanakan dengan pengurus YTM selesai, kita akan buka garis polisi yang dipasang," jelasnya.

Sementara itu, Pengurus YTM, Andri Tanjung membantah jika YTM tidak mengaluarkan hak plasma. Dia menuding, yang dilakukan massa di lahan perkebunan dan kantor YTM adalah tindakan yang kriminal.

“Sebab gerombolan masyarakat itu bukan masyarakat Manggopoh apalagi Suku Tanjung. Mereka terdiri dari orang luar. Ada orang Ambon dan Flores,” ungkapnya.

Disebutkan Andri, pendemi juga melakukan penjarahan aset kantor dan perkebunan. “B ahkan, tadi pagi mereka melakukan penyanderaan siswa pesantren dan madrasah di dekat lokasi. Masyarakat yang mengatasnamakan Pasukuan Tanjung Bersatu Nagari Manggopoh bukanlah dari representasi pasukuan Tanjuang, dan  tidak punya legalitas,” paparnya.

Ia meminta kepada pihak penegak hukum untuk bertindak cepat, sebab hingga sore pengunjuk rasa masih berada di Kantor YTM. “Jangan sampai ada lagi aset yang hilang dan rusak. Apalagi menjadi teror di tengah masyarakat.  Kantor dijarah, aset aset hilang. Klaim Pasukuan Tanjung Bersatu Nagari Manggopoh, yang mengatakan YTM tidak mengeluarkan plasma tidak benar.

Areal plasma yang mereka klaim juga yang tidak ada. Justru Pasukuan Tanjung Bersatu Nagari Manggopoh masih berhutang kepa YTM akibat pendudukan mereka yang lalu. YTM sudah menang di pengadilan terkait lahan 1.000 hektar yang mereka klaim," jelasnya. (h/yat)

 

Editor: Rivo Septi Andries

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]