9 Taman Bumi di Sumbar Akan Diajukan ke Unesco


Jumat, 08 September 2017 - 16:41:09 WIB
9 Taman Bumi di Sumbar Akan Diajukan ke Unesco Silokek

PADANG, HARIANHALUAN.COM—Tim Percepatan Geopark Indonesia berencana mengajukan sembilan taman bumi (geopark) di Sumatra Barat kepada Unesco agar diakui sebagai taman bumi dunia. Pengakuan dari Unesco tersebut dianggap penting karena akan dijadikan sebagai promosi bagi wisatawan mancanegara untuk mengunjungi objek wisata di taman bumi di Indonesia.

Ketua Tim Percepatan Geopark Indonesia, Yunus Kusumabrata, mengatakan, pihaknya membutuhkan partisipasi semua pemangku kepentingan terkait di Sumbar untuk mengajukan Sembilan taman bumi di Sumbar.

“Kami dari Kementerian Pariwisata membutuhkan dukungan pemerintah daerah untuk pengembangan destinasi wisata. Kementerian Pariwisata menargetkan 20 juta wisatawan mancanegara pada 2019. Diharapkan 20 persen dari 20 juta wisatawan itu dari wisatawan yang mengunjungi geopark. Pada 2016, wisatawan mancanegara yang masuk ke Indonesia haya 500 ribu orang, sedangkan wisatawan domestik 260 juta orang. Target wisatawan domestik ke destinasi wisata di Indonesia pada 2019 sebanyak 275 orang. Kami yakin target itu tercapai karena di geopark Gunung Sewu tercatat 5 juta wisatawan pada 2016,” ujarnya di Hotel Bumi Minang, Padang, Kamis (7/9).

Mengenai taman bumi di Indonesia, Yunus mengutarakan, saat ini Indonesia memiliki enam taman bumi. Dua dari enam taman bumi itu sudah diakui Unesco, yakni taman bumi Gunung Sewu dan taman bumi Batur di Bali. Taman bumi yang saat ini dalam proses sertifikasi dari Unesco adalah Gunung Rinjani dan Pelabuhan Ratu.

"Khusus untuk Rinjani, direncanakan mendapatkan sertifikasi dari Unesco Global Geopark pada September nanti di Tiongkok," ucapnya.

Selain taman bumi yang telah bersertifikat Unesco dan dalam proses sertifikasi itu, kata Yunus, saat ini Yayasan Geopark Indonesia tengah mempersiapkan taman bumi lain, seperti Merangin Jambi, Kaldera Toba, dan taman bumi di Ranah Minang. Sembilan taman bumi di Sumbar itu adalah Ngarai Sianok, Danau Maninjau, Tarusan Kamang Mudiak, Lembah Harau, Danau Singkarak, Goa Batu Kapal, Sawahlunto, Danau Kembar, dan Silokek.

Sekretaris Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian Koordinator Bidang Maritim, Arif Rahman Hakim, Indonesia harus mengalahkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Malaysia yang jumlahnya hampir tiga kali lipat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Salah satu cara mengungguli jumlah wisatawan mancanegara ke Malaysia adalah melalui destinasi wisata di taman bumi di Indonesia.

Perihal taman bumi di Sumbar, Arif menilai, taman bumi di Sumbar adalah taman bumi kelas nasional, bahkan internasional. Sumbar tinggal memanfaatkan itu dan serius mengembangkannya.

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, menilai pengembangan taman bumi tersebut selaras dengan niat Pemprov Sumbar untuk menggeliatkan pariwisata Sumbar. Sebagai dukungan kepada Tim Percepatan Geopark Indonesia, ia akan mengumpulkan bupati/wali kota di Sumbar untuk membicarakan persoalan taman bumi di Sumbar.

Pada kesempatan itu, untuk mengikat komitmen bersama tentang penanganan taman bumi di Sumbar, Yayasan Geopark Indonesia menandatangani nota kesepahaman dengan pemerintah daerah di Sumbar, Kemenko Maritim, dan Geopark Ranah Minang. (h/dib)

 

Editor: Rivo Septi Andries

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]