Limapuluh Kota Dihantam Puting Buleliung


Ahad, 10 September 2017 - 14:57:09 WIB
Limapuluh Kota Dihantam Puting Buleliung Warga melihat kondisi salah satu rumah yang rusak dihantam puting beliung di Kabupaten Limapuluh Kota


LIMAPULUH KOTA, HARIANHALUAN.COM – Angin puting beliung kembali meluluh lantakkan rumah penduduk di Kabupaten Limapuluh Kota, Sabtu (9/9).

Kali ini puting beliung mengamuk di Jorong Madang Kadok, Kenagarian Sungai Kamuyang, Kecamatan Luak.

Satu rumah penduduk milik Ismainar (59) roboh. Ini bencana yang keempat kalinya melanda Kabupaten Limapuluh Kota sebulan terakhir dan kedua kalinya Angin ini mengamuk Di Kabupaten Limapuluh Kota. Sebelumnya kejadian serupa melanda Kenagarian Sungai Antuan, Kecamatan Mungka, Sabtu (26/8) silam dan merusak 23 bangunan. 

Informasi yang dihimpun Haluan, angin puting beliung terjadi sekitar pukul 14.10 WIB. Tepatnya sepuluh menit setelah wilayah kaki Gunung Sago dilanda hujan dan angin kencang. Masyarakat setempat menyaksikan pusaran angin berbentuk jarum hitam yang meliuk-liuk sekitar 15 menit di sekitar lembah.

Malang bagi Ismainar yang rumahnya tidak jauh dari lembah. Bersama ladang jagungnya, Ismainar harus merelakan rumahnya ambruk dalam hitungan detik dihantam angin puting beliung. 

Rahmat (24), salah seorang warga Jorong Madang Kadok menuturkan sekitar pukul 12.00 WIB, memang terlihat awan hitam mengelilingi kaki gunung Sago. Seperti awan hujan yang siap memuntahkan hujan.

Kemudian sekitar pukul 13.30 WIB, angin kencang mulai berembus dari puncak gunung ke lembah disertai gerimis. Barulah pukul 14.00 hujan mulai lebat dan angin semakin kencang disertai petir. Sampai akhirnya angin membentuk pusaran dan menimbulkan angin puting beliung disekitar lembah. 

“Awalnya gerimis dan ada angin yang lumayan kencang. Barulah sekitar pukul 14.00 WIB hujannya lebat dan angin semakin kencang. Dilembah, muncul angin puting beliung,” kata Rahmat.

Ia juga mengatakan angin puting beliung ini cukup besar dan mengamuk sekitar 15 menit. Sembari mengamuk, beberapa kilatan dan petir juga mengiringi laju angin untuk meluluh lantakkan apa yang ada disekitarnya. 

“Cukup besar dan tinggi. Mungkin diameter anginnya ada sekitar 6-8 meter. Ditambah lagi angin berwarna hitam dan disertai hujan dan petir. Kami hanya bisa melihat dan menghindar saja. Tidak bisa berbuat banyak sampai angin reda,” katanya. 

Sementara itu, Ismainar mengaku terpukul dengan musibah yang melanda ladang dan rumahnya. Bersama keempat orang anaknya menggantungkan hidup dari hasil ladang dan rumah yang sudah hancur. Berharap bantuan segera datang untuk meringankan cobaannya saat ini. 

“Habis sudah. Rumah dan isinya hancur. Ditambah lagi ladang kami juga sudah seperti kapal pecah. Tidak ada lagi yang bisa diambil. Sekarang hanya berharap bantuan untuk bisa memperbaiki semuanya,” kata Ismainar. 

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Limapuluh Kota, Rahmadinol mengatakan setelah mendapat laporan, pihaknya langsung datang ke lokasi dan melakukan pembersihan. Sedangkan rumah yang ambruk segera diperbaiki dengan peralatan seadanya terlebih dahulu. 

Untuk penanganan lebih lanjut, akan dilakukan rapat koordinasi dengan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Limapuluh Kota bersama kepala daerah dan pihak BPBD Provinsi. Kerugian akibat angin puting beliung kali ini diperkirakan mencapai Rp 70 juta. (h/ang)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]