PEKAN SASTRA SE-SUMATRA

MAN 2 Padang Juara I Musikalisasi Puisi


Senin, 11 September 2017 - 03:05:09 WIB
MAN 2 Padang Juara I Musikalisasi Puisi SERAHKAN HADIAH—Kepala Balai Bahasa Sumbar, Agus Sri Danardana, menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba berbalas pantun Pekan Sastra 2017 di Inna Muara Hotel, Padang, Kamis (7/9). Pekan Sastra pada tahun ini diikuti 189 peserta dari 10 balai dan kantor bahasa se-Sumatra. HOLY ADIB

PADANG, HALUAN—MAN 2 Padang menjadi satu-satunya wakil Sumatra Barat (Sumbar) yang meraih juara pertama pada lomba Pekan Sastra se-Sumatra yang digelar mulai 3 sampai 7 September ini. Sementara itu, perwakilan Sumbar yang lain mendapatkan juara kedua, juara ketiga, dan peringkat kelima pada lomba lainnya.

 

Kepala Balai Bahasa Sumbar, Agus Sri Danardana, mengutarakan, MAN 2 Padang memenangi lomba musikalisasi puisi pada Pekan Sastra keempat tersebut. Ada lima pemenang lomba musikalisasi puisi dari sepuluh peserta. MAN 2 Padang keluar sebagai juara pertama, SMA 3 Medan juara kedua, SMAN 17 Palembang juara ketiga, SMA Islam Raudatuljannah Sumbar peringkat keempat, dan SMA 1 Bangka Belitung peringkat kelima.

Berdasarkan data dari panitia, perwakilan Balai Bahasa Sumbar mendapatkan juara ketiga pada lomba berdendang, juara ketiga dan peringkat kelima pada lomba membaca cerita rakyat, juara kedua pada lomba membaca puisi, peringkat kelima pada lomba berbalas pantun. Sementara itu, pada lomba mendongeng, perwakilan Sumbar tidak mendapatkan peringkat apa pun.

            Mengenai Pekan Sastra, Agus Sri Danardana mengatakan, secara umum, penyelenggaraan Pekan Sastra 2017 dapat dikatakan sukses. Kemeriahannya terjaga sejak awal hingga akhir.“Kalau ada bagian yang dianggap kurang, itu terdapat pada bagian penjurian. Biasa, dalam sebuah lomba selalu saja ada ketidakpuasan, terutama dari peserta yang kalah. Peserta yang kalah jangan putus asa. Teruslah berkarya dan tetap riang gembira,” ujarnya, Minggu (10/9).

Sehubungan dengan rencana menggabungkan Pekan Bahasa dan Pekan Sastra pada tahun depan, Dana mengatakan,  belum ada kepastian untuk menggabungkan dua kegiatan itu. Balai dan Kantor Bahasa se-Sumatra masih mengupayakan Pekan Sastra dna Pekan Bahasa digelar terpisah. Apabila kedua kegiatan itu digelar terpisah, Pekan Sastra pada tahun depan dihelat di Sumatra Selatan, sedangkan Pekan Bahasa diadakan di Bangka Belitung. “Kalau Pekan Bahasa dan Pekan Sastra digabung, tinggal menunggu siapa yang bersedia di antara dua balai atau kantor itu,” tuturnya.

Pada pembukaan Pekan Sastra 2017, tercetus rencana untuk menggabungkan Pekan Sastra dan Pekan Bahasa dalam satu kegiatan pada tahun depan. Penggabungan dua kegiatan itu terjadi karena pemangkasan anggaran yang terjadi di Badan Bahasa. Pada pertengahan tahun ini, pemerintah memangkas dana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebesar Rp1,8 triliun. Dari Rp1,8 triliun itu, Rp30 miliar di antaranya adalah dana untuk Badan Bahasa.

Perihal Pekan Sastra 2017, Danar menjelaskan, peserta Pekan Sastra kali ini berjumlah 189 orang dari 10 balai dan kantor bahasa yang merupakan pemuncak lomba yang diadakan balai dan kantor bahasa masing-masing.

Pekan Sastra digelar kali pertama pada 2014 di Riau, lalu di Jambi, kemudian Bengkulu, dan di Padang pada tahun ini.

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]