DITANDAI PELETAKAN BATU PERTAMA

Pembangunan RS Pratama Dimulai


Selasa, 12 September 2017 - 01:28:42 WIB
Pembangunan RS Pratama Dimulai BATU PERTAMA - Bupati Pasaman, Yusuf Lubis, Wabup Atos Pratama beserta unsur Forkopimda dan Kadis Kesehatan Amdarisman saat peletakan batu pertama pembangunan RS Pratama di Nagari Sitombol, Kecamatan Padanggelugur. YUDI LUBIS

PASAMAN, HALUAN - Pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama di Muarabangun, Nagari Sitombol, Kecamatan Padanggelugur, Kabupaten Pasaman resmi dimulai. Kamis (7/9). Hal itu ditandai dengan peletakan batu pertama (Ground Breaking) oleh Bupati Pasaman, Yusuf Lubis.

Wakil Bupati Pasaman, Atos Pratama, Ketua DPRD Yasri, Dandim 0305 Letkol Cosmas Pramunditho, Kapolres AKBP Reko Indro Sasongko, Kajari Pasaman, unsur Forkopimda, kepala SOPD, para camat dan walinagari turut hadir.

Pembangunan rumah sakit tipe D ini dikerjakan oleh PT Spectratama Komala dengan nilai kontrak kerja sebesar Rp13,650 miliar dari total anggaran fisik bangunan senilai Rp14 miliar lebih.

Bupati Pasaman, Yusuf Lubis mengatakan, peletakan batu pertama itu menandai dimulainya pembangunan rumah sakit pertama dikawasan utara kabupaten itu. Pembangunan itu, kata dia, sekaligus momentum strategis mewujudkan kesehatan masyarakat.

"Rumah sakit ini sudah lama kita tunggu-tunggu. Ini untuk meningkatkan akses pelayanan kesehatan masyarakat yang berkualitas dan berkeadilan. Ini jawaban akan persoalan masih terbatasnya fasilitas kesehatan di daerah tercinta ini," katanya.

Pembangunan rumah sakit ini, kata bupati sekaligus untuk memenuhi ketersediaan rumah sakit dalam rangka peningkatan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat terutama masyarakat miskin.

"RS Pratama memiliki peran yang strategis untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya bagi masyarakat di Rao Utara, Mapattunggul dan Mapattunggul Selatan," katanya.

Pembangunan rumah sakit ini, kata bupati, nantinya harus didukung oleh sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Sebab, kata dia, nantinya, rumah sakit itu akan melayani rawat inap, rawat jalan, gawat darurat serta penunjang lainnya.

"Ini rumah sakit tipe D, yang hanya menyediakan pelayanan perawatan kelas III. Selain pelayanan medik umum, RS Pratama juga dapat memberikan pelayanan medik spesialistik dasar, meliputi pelayanan kebidanan dan kandungan, kesehatan anak, penyakit dalam dan bedah," katanya.

Bupati berharap, pengerjaan rumah sakit itu tidak asal-asalan. Kontraktor, kata dia, harus mengedepankan mutu dan kualitas pekerjaan. Termasuk ketepatan waktu kerja harus menjadi perhatian.

"Pembangunan harus berjalan sesuai jadwal jangan sampai molor. Mengingat semakin sempitnya waktu yang ada. Saya mohon kepada pemborong tambah tenaga kerja, dan jangan lupa serap tenaga kerja lokal," tukasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman, Amdrisman mengatakan, anggaran pembangunan RS Pratama itu bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dengan total anggaran mencapai Rp33 miliar.

"Untuk bangunan gedung anggarannya sebesar Rp14 miliar lebih. Sisanya, untuk pengadaan alat-alat kesehatan senilai Rp19 miliar," kata Amda.

Amda menjelaskan, nanti RS Pratama itu memiliki kapasitas 50 tempat tidur dan sejumlah dokter umum juga spesialis. Memiliki ruang IGD, poliknik rawat jalan, rawat inap, radiologi (rontgen), labor dan gudang farmasi.

"Itu standar dari Kemenkes. Ketersediaan tempat tidur dan fasilitas lainnya boleh ditambah di rumah sakit itu, sesuai kemampuan daerah. Termasuk pengadaan dokter spesialis dan menyusul gedung laundry, Ipal, ruang mayat, dll," katanya.

Sementara untuk sumber daya manusia (SDM) di rumah sakit itu, kata Amda, dibutuhkan sekitar 108 orang personel. Terdiri dari tenaga dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, farmasi, sopir dan satpam serta tukang cuci.

"Angka ini akan terus bertambah sesuai perkembangan keuangan rumah sakit plus sokongan dana APBD. Termasuk untuk pengadaan dokter spesialis dan fasilitas lainnya penunjang lainnya," katanya.

Rumah sakit itu, sebut Amda, ditarget rampung pengerjaannya di tahun ini. Atas dasar itu, pihaknya mendesak pihak rekanan menyegerakan pengerjaannya sesuai tenggat waktu. Sehingga rumah sakit tersebut dapat beroperasi pada tahun 2018.

"Tahun ini pembangunan rumah sakit itu harus rampung. Kontrak perjanjian kerja sudah ditandatangani dengan pihak rekanan agar menyegerakan pembangunan rumah sakit," katanya. (h/mg-yud)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 26 Mei 2020 - 04:50:56 WIB

    Sumbar Anggarkan Rp5,9 Miliar untuk Pembangunan Drainase

    Sumbar Anggarkan Rp5,9 Miliar untuk Pembangunan Drainase HARIANHALUAN.COM -- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumbar akan memulai proyek pembangunan drainase di 7 (tujuh) Kabupaten/Kota di provinsi itu. Proyek itu bernilai Rp 5,9 milliar. Pasalnya, pembangunan draina.
  • Senin, 04 Mei 2020 - 22:35:08 WIB

    Ketua DPRD Mentawai Minta Pembangunan Ruang Isolasi Covid-19 Dipercepat

    Ketua DPRD Mentawai Minta Pembangunan Ruang Isolasi Covid-19 Dipercepat MENTAWAI, HARIANHALUAN.COM - Ketua DPRD Mentawai Yosep Sarogdok meminta kepada pihak terkait agar mempercepat pembangunan ruang isolasi khusus bagi orang yang terpapar virus corona di Kepulauan Mentawai. .
  • Senin, 27 April 2020 - 06:10:07 WIB

    DPMD Sumbar: Pembangunan Jadi Unggulan Wujudkan Nagari Mandiri

    DPMD Sumbar: Pembangunan Jadi Unggulan Wujudkan Nagari Mandiri PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumbar, Syafrizal mengatakan Badan Musyawarah Desa (BAMUS) merupakan hal yang sangat mutlak kehadirannya. Pasalnya, berhasil tidaknya implementa.
  • Kamis, 23 April 2020 - 06:00:54 WIB

    Syafrizal: Pemangku Adat Agen Pembangunan di Nagari

    Syafrizal: Pemangku Adat Agen Pembangunan di Nagari PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Sumbar Drs. H. Syafrizal, MM Datuak Nan Batuah mengatakan, lembaga adat merupakan lembaga yang kredibel sebagai agen pembangunan di desa atau nagari..
  • Senin, 20 April 2020 - 19:47:07 WIB

    Pembangunan Fisik Harus Memperhatikan Standar Kesehatan Ditengah Pendemi

    Pembangunan Fisik Harus Memperhatikan Standar Kesehatan Ditengah Pendemi AGAM, HARIANHALUAN.COM - Rekanan diminta memperhatikan standar kesehatan, di tengah pendemi Covid 19 dalam pembangunan Puskesmas di Palupuh. Selain itu  berdayakan tenaga kerja lokal, toko bangunan lokal yang ada..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]