HARGA PAKAN TINGGI

Petani Ikan di Pasaman Merugi


Kamis, 14 September 2017 - 01:55:58 WIB
Petani Ikan di Pasaman Merugi HARGA PAKAN TINGGI - Seorang petani di Rao Selatan, Kabupaten Pasaman tengah memberi makan ikan di kolam ikan miliknya. YUDI LUBIS

PASAMAN, HALUAN - Persoalan pembudidaya ikan air tawar di Kabupaten Pasaman, belum juga teratasi. Selain terkendala modal, mahalnya harga pakan dan rendahnya harga jual ikan di pasaran turut menambah persoalan.

 

Ratusan petani ikan di empat kecamatan di kabupaten itu, yakni Padanggelugur, Rao Selatan, Rao dan Panti mengaku rugi besar.

 

Penyebabnya harga jual ikan mas saat ini termasuk sangat murah, tapi petani harus beli pakan ikan dengan harga tinggi.

 

Untuk diketahui harga pakan ikan saat ini terbilang mahal. Pakan ikan isi 30 kg dikisaran Rp260 ribu per karung. Dan pakan ikan isi 50 Kg mencapai Rp405 ribu per karung.

 

Sementara harga jual ikan petani ke toke (Tengkulak) hanya Rp17 ribu per kilogram, untuk ukuran ikan makan. Harga ini jelas dibawah standar dan merugikan petani. Karena harganya tidak sebanding dengan tingginya harga pakan serta biaya pemeliharaan.

 

"Ya, sangat merugikan (kami) para petani sebenarnya. Disatu sisi, harga pakan sangat tinggi dan disisi lain harga jual ikan terus menurun secara drastis," kata salah seorang petani kolam ikan di Rao Selatan, Yusran (46).

 

Ia mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan pakan di kolamnya, ia terpaksa berhutang ke pihak distributor pakan ikan di daerah itu. Hal tersebut juga dilakukan oleh pembudidaya lainnya. Itu akibat petani kolam ikan keterbatasan modal dalam pengelolaan kolam miliknya.

 

"Ada konsekwensi jika pelet (Pakan ikan) berhutang ke toke. Ketika panen, kita tak bisa nego harga ikan ke pihak lain. Harus dia yang ambil. Harga ikan pun jadi tak bisa ditawar. Imbasnya kita merugi terus," katanya.

 

Selain itu, kata dia, tingginya harga pakan semakin memberatkan petani. Sementara harga jual ikan terus menurun. Ia menyebutkan, tak sedikit pembudidaya ikan air tawar di daerah itu beralih menjadi petani jagung dan juga sawah.

 

"Banyak yang beralih profesi. Ada yang kolamnya dijadikan ladang jagung, ada yang jadi sawah dan tak sedikit yang ditinggal, dibiarkan begitu saja ditumbuhi semak belukar," tukasnya.

 

Petani kolam ikan di daerah itu sempat diberi angin segar oleh pemerintah setempat, bahwa di wilayah itu akan didirikan pabrik pakan ikan sebagai jawaban atas keluhan para petani kolam ikan selama ini.

 

"Baik di era Bupati sebelumnya, Benny Utama-Daniel maupun yang sekarang Yusuf Lubis-Atos Pratama, pernah menjanjikan itu, akan dibangun pabrik pelet. Tapi kini tak ada kabar beritanya lagi," ungkap salah seorang petani kolam ikan di Padanggelugur, Sani.

 

Hingga kini, kata dia, masyarakat masih menunggu janji akan didirikannya pabrik pakan ikan di daerah itu. Bahkan, penjajakan antara pemerintah setempat dengan sejumlah investor sudah sampai ketelinga masyarakat.

 

"Sudah lama wacana itu digaungkan, baik diera pak Benny maupun yang sekarang. Bahkan, diforum musrenbang tingkat kecamatan Bupati Yusuf Lubis juga sudah pernah melontarkan wacana itu," katanya sembari mengingatkan pemimpin di daerah itu.

 

Masyarakat, kata dia, sangat mendambakan pakan ikan dengan harga murah namun berkualitas, sehingga berdampak pada peningkatan produksi perikanan.

 

"Kini, harapan itu hanya tinggal harapan. Janji itu hanya tinggal janji. Sepertinya, pemerintah belum bisa mensejahterakan masyarakatnya. Terobosan itu belum ada terlihat, apalagi menyangkut hajat hidup masyarakat kecil seperti kami ini," ujar Sani dengan wajah sedih. (h/mg-yud)


Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]