Ratusan Warga Talang Tolak Proyek Geothermal


Kamis, 14 September 2017 - 11:34:42 WIB
Ratusan Warga Talang Tolak Proyek Geothermal Ratusan warga demo menolak pembangunan pembangunan proyek geothermal  yang akan dilaksanakan di Nagari Batu Bajanjang, Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok, Rabu (13/9).

AROSUKA, HARIANHALUAN.COM — Rencana pemerintah untuk melakukan eksplorasi energi panas bumi (geothermal ) sebagai upaya pemenuhan program energi nasional kembali menuai penolakan. Ratusan masyarakat Salingka Gunuang Talang yang tergabung dalam Himpunan Masyarakat Pecinta Alam Gunung Talang (Himapagta) menggelar aksi unjuk rasa menolak pembangunan proyek geothermal  yang akan dilaksanakan di Nagari Batu Bajanjang, Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok, Rabu (13/9).

Unjuk rasa berlangsung di bawah terik matahari sejak pukul 12.00 WIB hingga berakhir pukul 14.00 WIB. Massa yang datang dengan memakai truk, mobil pikap dan sepeda motor itu awalnya berkumpul di depan Taman Hutan Kota Terpadu (THKT) Arosuka. Di bawah pengawalan aparat dari Mapolres Arosuka, Kodim 0309 Solok dan Satpol PP kab. Solok, massa kemudian melakukan longmarch menuju Kantor Bupati Solok. Massa tak sampai masuk ke Kompleks Kantor Bupati Solok, karena sesuai kesepakatan, aksi akhirnya dilakukan di depan tugu ayam kukuak balenggek depan gerbang Kantor Bupati Solok.

Dalam orasinya, juru bicara masyarakat, Indra, menolak pembangunan proyek geothermal  wilayah kerja panas bumi Gunung Talang-Bukit Kili yang dipusatkan di Nagari Batu Bajanjang, Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok.

“Kami menolak pembangunan geothetmal yang dilakukan di Nagari Kami karena tidak ingin kampung  kami rusak akibat  kepentingan segelintir orang,” katanya di depan ratusan warga.

Warga mencemaskan efek samping terhadap lingkungan dan membawa dampak buruk terhadap sektor pertanian. Warga mengaku, tidak akan menerima berbagai bentuk eksplorasi panas bumi di Gunung Talang.

“Sejengkal saja kami tidak akan pernah mundur, mati-matian kami akan membela tanah ulayat yang selama ini tempat kami bergantung hidup. Jangan bodoh-bodohi kami, walau kami hanya petani,” sebutnya yang diamini pendemo lainnya.

Aksi ratusan masyarakat yang menggelar orasi dikawal ratusan personil Polres Solok, Pol PP dan unsur lainnya. Meski awalnya ngotot untuk bertemu bupati, namun setelah negosiasi, akhirnya masyarakat bersedia diterima saja oleh Wakil Bupati Solok. Juga tampak hadir Ketua DPRD Hardinalis Kobal dan Kapolres Aro Suka AKBP Reh Ngenana.

Yulfadri Nurdin turut duduk di atas aspal bersama masyarakat guna mendengarkan aspirasi yang disampaikan. Usai mendengarkan orasi masyarakat, Wakil Bupati Solok mengatakan, sangat menyambut positif aksi masyarakat yang ingin menyampaikan keluhan dan aspirasi mereka. Menurutnya, aksi tersebut merupakan hal yang lumrah.

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]