Ada Sikap Negatif Terhadap Bahasa Minang

Disbud Sumbar Akan Adakan Kongres Bahasa Minang


Jumat, 15 September 2017 - 22:29:17 WIB
Disbud Sumbar Akan Adakan Kongres Bahasa Minang Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Taufik Effendi, rapat bersama para pakar bahasa Minang dari Universitas Andalas dan Kepala Balai Bahasa Sumbar, Agus Sri Danardana, di Kantor Gubernur Sumbar, Kamis (14/9). Dinas Kebudayaan Sumbar berencana menggelar kongres bahasa Minang pada 2018. HOLY ADIB

PADANG, HARIANHALUAN.COM—Dinas Kebudayaan Sumatra Barat (Sumbar) bersama Balai Bahasa Sumbar, pakar bahasa Minang, dan pihak-pihak terkait lainnya akan mengadakan kongres bahasa Minang. Kongres tersebut digelar untuk melestarikan bahasa Minang.

Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Taufik Effendi, mengatakan, pihaknya berencana menyelenggarakan kongres tersebut berdasarkan perhatiannya terhadap sikap penutur bahasa Minang saat ini. Saat ini banyak orang Minang menggunakan bahasa Indonesia ketika berbincang dengan sesama orang Minang. Selain itu, ada keluarga Minang mengajari anaknya bahasa Indonesia, bukan bahasa Minang. Menurutnya, kondisi itu mengancam bahasa Minang.

“Ada juga orang Minang berbahasa Indonesia dengan sesamanya karena menganggap bahasa Minang tidak romantis. Ini aneh,” ujarnya di ruangan dinasnya saat rapat bersama beberapa pakar bahasa Minang dari Universitas Andalas (Unand) dan Kepala Balai Bahasa Sumbar, Agus Sri Danardana, Kamis (14/9).

Berdasarkan kondisi itu dan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Dinas Kebudayaan Sumbar untuk melestarikan bahasa Minang, kata Taufik, pihaknya menginisiasi penyelenggaraan kongres bahasa Minang. Karena tidak memiliki pakar bahasa Minang, pihaknya meminta bantuan berbagai pihak, seperti pakar bahasa Minang dari berbagai perguruan tinggi dan Balai Bahasa Sumbar.

“Tugas melestarikan bahasa Minang tidak bisa ditumpukan kepada Pemprov Sumbar saja karena juga merupakan tugas semua pihak, termasuk media massa dan seniman. Saya mengapresiasi musisi yang membuat lirik lagu dengan bahasa Minang dan pengusaha kaus yang bertuliskan bahasa Minang. Hal seperti itu merupakan upaya pelestarian bahasa Minang,” tuturnya.

Taufik menambahkan, kongres bahasa Minang itu akan diadakan pada 2018. Kongres itu diharapkan menghasilkan rekomendasi, misalnya pembentukan duta bahasa Minang, pemasangan petatah-petitih Minang dengan spanduk di ruang publik, dan mengusulkan bahasa Minang menjadi mata pelajaran di sekolah,” ucapnya.

Kepala Balai Bahasa Sumbar, Agus Sri Danardana, mengapresiasi rencana Dinas Kebudayaan Sumbar untuk mengadakan kongres bahasa Minang sebagai upaya pelestarian bahasa Minang karena pelestarian bahasa daerah adalah salah satu tugas Badan Bahasa di samping mengutamakan pemakaian bahasa Indonesia.  

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]