Polisi Tangkap Buronan Sejak 2011 di Jakarta


Jumat, 22 September 2017 - 09:30:23 WIB
Polisi Tangkap Buronan Sejak 2011 di Jakarta Kapolresta Padang, Kombes Pol Chairul Aziz, saat memberikan keterangan pers kasus penangkapan Maljufri (50) di Mapolresta Padang, Rabu (20/9).

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Setelah ditetapkan menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak tahun 2011, Maljufri (50) akhirnya berhasil ditangkap oleh Satreskrim Polresta Padang di Apartemen Lavender, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (16/9).

Penangkapan tersangka kasus tindak pidana dugaan pencurian, penggelapan dan penipuan senilai ratusan juta rupiah ini turut melibatkan Densus 88 karena tersangka terkenal licin dan sering berpindah-pindah.

Pelarian Maljufri ke Pulau Jawa berawal dari tertangkapnya Syamsuri (56), Rabu (9/8) silam yang merupakan rekannya dalam melakukan aksi. Dirinya selalu berpindah kota mulai dari Jakarta, Bandung, Bogor, Tangerang, Bekasi dan kembali lagi ke Jakarta. Beberapa kali aksinya berhasil mengecoh pihak kepolisian yang akan menggerebeknya dengan menggunakan akun Facebook. Dirinya memposting foto lama di halaman Facebook dan mengaku di kota tersebut.

Sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Keberadaan Maljufri terdeteksi juga oleh Polresta Padang melalui akun Facebooknya sendiri.

“Tersangka digerebek saat bersantai di Apartemen Lavender, Tebet, Jakarta Selatan dan langsung digelandang ke Kota Padang,” kata Kapolresta Padang, Kombes Pol Chairul Aziz, saat ekspose kasus di Mapolresta Padang, Rabu (20/9).

Dijelaskan Kapolres, tersangka diduga melakukan pencurian Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) mobil milik korban UI kemudian digadaikan kepada pihak salah satu bank tanpa sepengetahuan korban.

Kemudian korban mengadukan hal ini dan tercatat dalam laporan polisi dengan nomor 267/k/II/2014/spkt unit I. Petugas langsung melakukan penyelidikan dengan memeriksa beberapa orang saksi.

Kedua pelaku melarikan diri selama beberapa tahun hingga akhirnya dapat diamankan oleh pihak Polresta Padang.

Kedua pelaku akan dijerat dengan pasal berlapis yakni pasal 362, pasal 363 ayat 1, pasal 372 dan pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

"Selain kasus ini masih ada dua laporan polisi lagi yang menyeret kedua tersangka ini, kita masih menunggu korban lain untuk melapor," tambahnya. (h/ang)

 

Editor: Rivo Septi Andries

 

 

 

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]