Terungkap, Sembilan Ekor Kukang Diselundupkan


Ahad, 24 September 2017 - 19:31:18 WIB
Terungkap, Sembilan Ekor Kukang Diselundupkan

PADANG, HALUAN - Petugas Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Seksi Wilayah II Pekanbaru serta Satuan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat (SPORC) Brigade Harimau berhasil mengamankan sembilan ekor kukang (Nycticebus coucang) dari dua orang warga di kawasan Lubuk Basung dan Maninjau.

Kedua pelaku yang diduga saling berkaitan yakni J yang berprofesi sebagai petani diamankan pada Rabu (20/9). Sedangkan H, yang bekerja sebagai tukang ojek diamankan pada Kamis (20/9).

"Kita amankan dari dua lokasi, satu di rumah dan satu lagi tengah membawa. Rinciannya sebanyak enam ekor di antaranya dari seorang petani berinisial J di Lubuk Basung, dan tiga ekor sisanya diamankan dari seorang tukang ojek berinisial H di Maninjau. ungkap Khairul, seorang penyidik Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Sumatera, kepada Haluan, Sabtu (23/9) di Kantor BKSDA Sumatera Barat.

Menurutnya, saat ini pelaku dalam proses penanganan perkara dan untuk Kukang, sementara akan dititipkan di lembaga observasi agar bisa terselamatkan. Lebih lanjut dirinya menjelaskan, kukang masuk ke dalam kelompok Apendiks I, yakni satwa liar yang dilarang dalam segala bentuk perdagangan.

"Kukang tergolong dalam primata nokturnal yang aktif di malam hari. Bahkan kukang atau malu-malu juga termasuk dalam daftar 25 primata terancam punah di dunia. Kukang terancam punah akibat kerusakan habitat, perburuan dan perdagangan untuk pemeliharaan serta digunakan untuk kebutuhan medis atau spiritual," terangnya.

Sementara itu, petugas kesehatan dari Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Seksi Wilayah II Pekanbaru, Imam Arifin, menyebutkan bahwa kesembilan kukang yang diamankan dalam kondisi fisik dan perilaku yang baik. Kukang yang diamankan, dua bayi, dua remaja dan lima dewasa, juga disebutkan masih menunjukkan perilaku liar.

"Keseluruhan sembilan, dengan jenis kelamin, tujuh betina dua jantan. Untuk kondisi pada umumnya bagus, belum di potong giginya. Prilaku masih ada sifat liar atau belum jinak, dugaan kami masih baru dari perburuan dan baru akan diperjualbelikan," terangnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan bahwa saat ini Kukang di perjualbelikan untuk dipelihara. "Meski dilarang, namun kebanyakan kukang masih diperjualbelikan, ada yang untuk dipelihara dan ada juga untuk hal-hal mistis. Namun kebanyakan tren saat ini kukang diperjualbelikan untuk dipelihara," ujar Imam.

Berdasarkan hasil penelusuran, sepanjang 2015-2016 ada lebih 1.500 individu kukang yang diambil paksa dari habitat, dengan angka perputaran uang di pasar mencapai Rp 500 juta dalam setahun. (h/mg-hud)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]