USIA HARAPAN HIDUP BERTAMBAH

Pergemi Akan Gelar Kongres Nasional VII


Rabu, 27 September 2017 - 03:29:05 WIB
Pergemi Akan Gelar Kongres Nasional VII FOTO BERSAMA – Ketua Panitia Pelaksana Kongres Nasional VII Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia (Pergemi) dr. Rose Dinda Martini, SpPD., KGer., bersama Wakil Ketua Pelaksana dr. Arina Widya Murni SpPD KPsi., dan Bendahara dr. Roza Mulyana SpPD KGer serta panitia lainnya, usai jumpa pers, Selasa (26/9). ATVIARNI

PADANG, HALUAN -- Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia (Pergemi) Cabang Padang bekerjasama dengan Perhimpunan Kedokteran Psikosomatik (PKPI) Padang, serta sub bagian Geriatri dan sub bagian Psikosomatik Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Unand, akan menggelar Kongres Nasional VII di Pangerans Beach Hotel, Kamis-Sabtu (28-30/9). Kegiatan ini direncanakan akan dihadiri oleh Menteri Kesehatan RI dan Direktur Utama BPJS.

 

“Kehadiran Menkes saat itu, direncanakan untuk mencanangkan Pelayanan Usia Lanjut  di seluruh Indonesia secara holistic. Artinya, untuk tatalaksana usia lanjut secara komprehensif. Sekitar 300 peserta ditargetkan mengikuti kegiatan ini. Mereka terdiri dari para tenaga medis ahli gerontologi di berbagai tingkat layanan kesehatan, juga mahasiswa Fakultas Kedokteran,” kata Ketua Pelaksana kegiatan dr. Rose Dinda Martini, SpPD., KGer., kepada media, Selasa (26/9) di Bagian Penyakit Dalam RS M Djamil.

 

Rose yang saat itu didampingi Wakil Ketua Pelaksana dr. Arina Widya Murni SpPD KPsi., dan Bendahara dr. Roza Mulyana SpPD KGer serta panitia lainnya menyebutkan, kongres nasional Pergemi digelar sekali tiga tahun. “Dan pada tahun ini, Sumbar menjadi tuan rumah Kongres Pergemi VII. Adapun tema yang diangkat adalah Optimizing Geriatric Patient’s Health for a Better Quality of Life. Selain Kongres juga akan digelar Temu Ilmiah Padang Psiko Geriatri (PPG) I,” ungkap Rose.

 

Menurut Rose, pasien usia lanjut membutuhkan pendekatan khusus baik dari aspek diagnosis dan terapi, karena karakteristiknya yang khusus pula. Seperti multipatologi, menurunnya daya cadangan faali, terganggunya status fungsional, gangguan nutrisi dan tampilan klinis yang atipikal. Pendekatan khusus ini yang secara umum dinamakan dengan pengkajian paripurna pasien geriatric, menganalisis seorang pasien usia lanjut dari berbagai aspek, tidak terbatas pada masalah fisik saja, namun juga fungsi kognitif dan psikososial. Kemampuan untuk melakukan pendekatan yang berbeda ini, merupakan suatu hal yang harus dipelajari dan dilatih oleh para klinisi yang melayani pasien usia lanjut pada praktik sehari-hari,” lanjut Rose.

 

Apalagi, menurut Rose, saat ini, usia harapan hidup orang Indonesia meningkat menjadi 70 tahun. Artinya, suatu saat akan terjadi booming warga yang berusia lanjut. “Saat ini warga usia lanjut (lebih dari 60 tahun) di Indonesia sekitar 8 persen dari populasi penduduk Indonesia. Diperkirakan pada tahun 2025 jumlah ini meningkat menjadi 414 persen atau sekitar 30 persen dari jumlah penduduk Indonesia,” lanjutnya.

 

Mengingat peningkatan yang cukup signikan itulah, sangat diperlukan penanganan usia lanjut yang komprehensif. Menurut Arina Widya Murni, ada beberapa permasalah di usia lanjut yang patut mendapat perhatian, yakni bertambahnya berbagai penyakit (osteoporosis, diabetes, jantung dans ebagainya), masalah psikosomatik dan kognitif seperti rasa kesepian, gangguan nutrisi, serta gangguan status fungsional.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta ke depan bisa memberikan layanan kepada pasien usia lanjut dengan layanan yang lebih baik,” harapnya. (h/atv)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]