Tiga Bulan Sakit, Bita Ditemukan Mati di Kandang TMSBK Bukittinggi


Rabu, 27 September 2017 - 18:58:18 WIB
Tiga Bulan Sakit, Bita Ditemukan Mati di Kandang TMSBK Bukittinggi GAJAH MATI - Gajah betina bernama Bita koleksi Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) Bukittinggi ditemukan mati di dalam kandang, Selasa (26/9/)sekitar pukul 16,45 wib. IST.

BUKITTINGGi, HARIANHALUAN.COM – Seekor Gajah betina bernama Bita koleksi Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) Bukittinggi ditemukan mati di dalam kandang, Selasa (26/9/) sekitar pukul 16,45 WIB.

Sebelum mati, gajah berusia 28 tahun tersebut menderita sakit karena kekurangan fosfor sejak tiga bulan terakhir, sehingga Selasa sore kondisinya semakin drop dan tidak tertolong. Pengendali Eko Sistem Hutan BKSDA Bukittinggi, AA Jusmar mengatakan, kondisi kesehatan gajah betina itu semakin memburuk sejak Selasa sore.

"Sejak tiga bulan terakhir Bita mengalami sakit, hasil analisa menyebutkan Bitakekurangan fosfor. Sehingga Selasa sore kondisinya semakin drop dan tidak tertolong lagi. Kita akan lakukan pembedahan dan beberapa organ dalam diserahkan ke laboratorium hewan Veteriner di Baso untuk diteliti lebih lanjut," kata AA Jusmar.

Sementara itu, Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengatakan, hewan ini sudah dimonitor dua orang dokter hewan sejak sakit dan telah dirawat secara intensif, namun kondisi fisiknya terus menurun.

“Perawatan dan pengobatan telah dilakukan secara maksimal, dengan mendatangkan dokter spesialis Gajah Wisnu Wardana dari Jakarta, untuk membantu dokter hewan di TMSBK. Namun kondisinya tidak dapat diselamatkan,” jelas Ramlan.

Ia menjelaskan, dokter hewan TMSBK langsung melakukan Nekropsi atau pembedahan agar nantinya dapat diketahui secara pasti apa penyakit yang dideritagajah tersebut.

“Setelah proses Nekropsi selesai dilakukan, maka selanjutnya bangkai gajah itu akandikuburkan disamping kandangnya. Dengan bantuan alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum,” tambahnya.

Menurut Ramlan, tenaga medis telah berupaya secara maksimal untuk menyelamatkangajah betina itu. Namun kedepan ia berharap agar kejadian yang sama tidak terulang pada hewan lainnya.

Ia meminta pihak pengelola Kebun Binatang TMSBK untuk melaporkan kondisi kesehatan satwa perminggu dan perbulan, sehingga jika ada hewan yang sakit dapat dilakukan pertolongan.

“Di Kebun Binatang kita terdapat sepasang gajah. Namun dengan matinya gajah betina bernama Bita ini. Kini, hanya tinggal seekor Gajah jantan bernama Zidan, dan kedepankita akan berupaya mendatangkan seekor Gajah betina lagi, untuk menemani Gajah jantan itu,” ungkap Ramlan.(h/ril).

 

Editor: Rivo Septi Andries

 

 

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]