Pernyataan Pihak Keluarga, Siswi SMKN 3 Payakumbuh Murni Diculik


Jumat, 29 September 2017 - 10:51:41 WIB
Pernyataan Pihak Keluarga, Siswi SMKN 3 Payakumbuh Murni Diculik Siswi SMK 3 Payakumbuh ditemukan di dalam semak-semak di Limau Puruik, Kelurahan Batang Kabung Ganting, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Rabu (27/9). ANGGA

PADANG,  HARIANHALUAN.COM - IA (15), siswi SMK 3 Payakumbuh yang ditemukan dalam kondisi setengah sadar di semak-semak kawasan Limau Puruik, Kelurahan Batang Kabung Ganting,  Kecamatan Koto Tangah,  Rabu (27/9) dipastikan korban penculikan. Dia sudah menghilang sejak akhir Agustus lalu.

 Pihak keluarga sudah hilang kontak dengan korban sejak 27 Agustus 2017. Diduga kuat,  korban diculik di Payakumbuh dan dibawa keliling di beberapa kota di Sumbar hingga ditemukan di Kota Padang. 

“Anak saya diculik sejak akhir Agustus. Dia tidak bisa dihubungi sejak itu,” ungkap Wirda Yenti, Kamis (28/9), ibu korban.

Wirda menuturkan, dia tahu anaknya korban penculikan setelah berhasil mengajak berbicara IA,  Kamis (28/9) pagi. IA menyampaikan bahwa dirinya diculik oleh orang yang tidak ia kenal dan sempat singgah di beberapa kota di Sumbar. Selama itu, dirinya tetap di dalam mobil dan tidak diperbolehkan keluar, kecuali buang air dan mandi.

Jika akan ke kamar mandi,  selalu dicari mesjid atau sungai di pinggir kota yang sunyi penduduk.  "Tadi saya sempat ngobrol sama IA. Dia ngaku diculik oleh orang yang tidak ia kenal di Payakumbuh. Selama sebulan, anak saya tidak ganti baju karena dilarang keluar dari mobil. Cuma boleh keluar kalau mandi dan buang air," kata Wirda saat dihubungi Haluan, Kamis (27/9). 

Saat ditanya apakah anaknya sering kesurupan atau diganggu makhluk gaib, Wirda membantah. Anaknya sehat dari segi mental. Hanya saja IA mengalami gangguan pendengaran. Sehari-hari biasanya dia menggunakan alat bantu pendengaran. “Fisik anak saya sehat. Dia tidak kerusupan, tapi diculik. Selama sebulan dia mendapatkan tekanan dan stres di bawah kendali si penculik, kondisi mental IA menjadi terguncang dan sekarang depresi berat,” lanjut sang ibu. 

Ia juga mengatakan, kondisi IA sudah ada kemajuan. Untuk minum dan makan sudah bisa,  namun untuk berbicara masih sulit dan banyak diam.  Bahkan sesekali dirinya menangis dan berteriak.   "Sudah bisa makan dan minum.  Tapi untuk bisa berbicara masih sulit. Hanya sedikit-sedikit dan perlahan untuk mengorek informasi. IA masih banyak diam dan bermenung.  Bahkan tadi dia berteriak," tuturnya. 

Untuk sementara, pihak keluarga belum melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian dan menolak untuk dibawa ke psikiater karena masih menunggu kondisi korban pulih.  "Tunggu pulih dulu.  Baru kami melapor ke polisi dan bawa IA ke psikiater.  Sekarang percuma saja,  anak saya masih trauma berat.  Susah diajak ngomong," katanya.

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara,  Kompol dr Tasrif mengatakan, korban sudah berada di rumahnya di Jorong Nan IX,  Nagari Salimpaung, Kecamatan Salimpaung, Kabupaten Tanah Datar.  Pihaknya tidak bisa melanjutkan perawatan kepada korban karena Rabu (27/9)  sekitar pukul 23.30 WIB,  orangtuanya meminta agar anaknya dibawa pulang dan menolak divisum. "Malam itu juga orangtuanya membawa korban.  Kami tidak bisa menolak karena itu hak keluarga. Keluarga juga menolak untuk divisum," kata Tasrif.

Ia juga mengatakan saat pihak rumah sakit melakukan pemeriksaan fisik luar,  tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.  Hanya saja,  di rok IA ditemukan darah.  Diduga darah tersebut adalah darah menstruasi.   "Untuk kekerasan tidak ada.  Tapi dokter kami menemukan bercak darah di rok korban.  Setelah dicheck,  kuat dugaan itu darah menstruasi," tutur Tasrif. 

Ditambahkan Tasrif,  saat dibawa oleh pihak keluarga, kondisi korban masih sama saat ditemukan.  Sadar,  tapi tidak merespon lingkungan sekitar dan mata terbuka namun pandangan kosong. Sesekali berontak dan mengigau.  "Saat dibawa keluarga, kondisi korban masih sama dengan saat masuk ke IGD.  Kondisi mentalnya sangat terpukul.  Susah diajak berkomunikasi," katanya.

Sebelumnya, masyarakat Limau Puruik,  Kelurahan Batang Kabung Ganting,  Kecamatan Koto Tangah heboh dengan ditemukan seorang siswi berpakaian seragam sekolah SMK 3 Payakumbuh di dalam semak-semak. Saat ditemukan, korban dalam keadaan tidak sadarkan diri. Korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjadi perawatan. (h/ang)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]