Tugu Monumen Gempa Jadi Pusat Peringati Gempa 30 September 2009


Jumat, 29 September 2017 - 17:51:47 WIB
Tugu Monumen Gempa Jadi Pusat Peringati Gempa 30 September 2009 TUGU GEMPA--Seorang warga melihat nama-nama korban gempa 30 September 2009 di Tugu Gempa, Padang, Jumat (30/9). Masyarakat Padang setuipa tahunnya memperingati gempa yang menewaskan ribuan orang tersebut. RIVO SEPTI ANDRIES

Peringati Gempa 30 September 2009

Padang Canangkan Hari Kesiagaan Bencana

                                                 

PADANG, HARIANHALUAN.COMTugu Monumen Gempa di Jalan Gereja masih tetap menjadi pusat tempat untuk memperingati gempa 30 September 2009. Kegiatan akan dilakukan hari ini Sabtu (30/9) pukul 15.30 WIB hingga 18.00 WIB.

 “Untuk acara seremonial hampir sama seperti tahun-tahun sebelumnya,”ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Padang Edi Hasymi saat ditemui Haluan, Jumat (29/9).

 Dikatakan Edi, sedikit perbedaan ditahun ini adalah pada peringatan gempa 30 September tersebut akan dicanangkan sebagai hari kesiagaan bencana Kota Padang. Peringatan gempa jangan hanya untuk ditangisi, tetapi untuk mengambil hikmah atas apa yang telah terjadi.

 “Tema kali ini beda dari tahun-tahun sebelumnya biasanya detik-detik memperingati gempa. Namun kali ini saya ganti menjadi hari mengambil hikmah,”tuturnya di kantor BPBD Kota Padang.

 Selain itu, hari tersebut juga dijadikan sebagai bahan evaluasi terkait apa saja yang masih dibutuhkan masyarakat saat ini dan ketika terjadi bencana. Edi menyebut, jika masih banyak masyarakat yang belum mengetahui cara untuk menyelamatkan diri saat bencana, tentunya BPBD akan gencar untuk memberikan sosialisasi.

 “Tidak hanya evaluasi bagi pemerintah. Namun juga bagi masyarakat, masyarakat harus paham dan sadar mereka ada diwilayah rawan bencana. Bagaimana harus bersikap saat terjadinya bencana,”kata Edi.

 Sementara itu menurut Ketua Komunitas Siaga Tsunami (KOGAMI) Patra Rina Dewi kegiatan peringatan gempa yang dilakukan oleh pemerintah Kota Padang, sangat bagus untuk selalu mengingatkan masyarakat agar selalu siaga, bahwa bencana seringkali datang di saat  lengah.

 Patra berharap untuk tahun mendatang, peringatan ini harus dikemas secara kreatif dan inovatif. Jadi, tidak harus selalu mengenang kesedihan tapi bagaimana agar kita maju dan berupaya dengan sungguh-sungguh supaya jika bencana serupa terulang, tidak ada lagi korban jiwa.

 Patra juga menjelaskan ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh masyarakat dalam menumbuhkan budaya siaga bencana. Buatlah rencana evakuasi keluarga. Lalu persiapkan diri dan keluarga sebagai tanda kepedulian. Jangan hanya menunggu dari pemerintah terus.

 Selain itu, Darwin warga Parak Karakah ini berharap agar Pemerintah Kota Padang dapat memberikan gambaran yang jelas dimana saja zona aman atau bangunan yang dapat digunakan sebagai tempat berlindung ketika terjadi bencana.

 “Sekarang sudah banyak masyarakat yang lupa dimana saja jalur evakuasi saat terjadi bencana. Akibat jarangnya sosialisasi yang diberikan pemerintah dan belum menyentuh keseluruh lapisan masyarakat,”katanya.(h/mg-mel)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]