Marak Pembelian BBM Pakai Jeriken di Kota Solok, Tanpa Surat Rekomendasi Akan Disanksi


Selasa, 03 Oktober 2017 - 11:57:20 WIB
Marak Pembelian BBM Pakai Jeriken di Kota Solok, Tanpa Surat Rekomendasi Akan Disanksi Dokumentasi Haluan
SOLOK, HARIANHALUAN.COM – Konsumen yang hendak mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar UMUM (SPBU) di Kota Solok sering mengeluh karena saat bersamaan petugas SPBU jugaa melayani pengisian jeriken sehingga terjadi anterian kendaraan saat mengisi BBM.

Dari pantauan Haluan di lapangan terlihat, para pemilik kendaraan sering menggerutu pada petugas SPBU karena melayani jeriken bahkan ada juga yang melakukan protes karena harus anterian akibat melayani jeriken. Pada hal SPBU bukanlah untuk mengisi jeriken melainkan untuk pengisian BBM bagi kendaraan bermotor.

Setidaknya dari 5 SPBU yang ada, hanya SPBU Tanah Garam yang komit tidak melayani pengisian dirijen, sementara SPBU di Pandan Ujung, KTK dan Bandar Panduang dalam Kota Solok paling sering melayani pengisian jeriken.

Pengisian jeriken itu dilaksanakan  saat kendaraan banyak mengisi BBM. Kendati protes dilayangkan pada petugas SPBU namun mereka bagikan acuh saja, bak pepatah, anjing menggonggong kafilah berlalu.

Pada hal pemilik kendaraan yang hendak mengisi BBM sering berburu dengan waktu, ada yang harus mengejarkan rip bagi kendaraan umum, ada yang hendak ke kantor bagai pegawai dan juga hendak berjualan bagi pedagang. Jeriken yang diisi bukanlah 1-2 liter melainkan isian 30 liter. Pemilik dirijen juga anterian bersamaan dengan pemilik kendaraan.

Sumber di lapangan menyebutkan, bagaimanapun sanggahan oleh pemilik kendaraan ataupun kritikan tidak akan dihiraukan oleh petugas SPBU, fasalnya dari pengisian jeriken itu petugas mendapat komisi, jumlanya bervariasi ada Rp 10.000 sampai Rp 15.000, tergantung  jumlah liter yang terjual melalui jeriken.

Sementara jika pengisian dengan kendaraan, petugas tidak dapat apa-apanya, kecuali jika ada sisa pengembalian uang.

Terlepas dari semua persoalan demikian, pemilik kendaraan meminta pada bos SPBU itu untuk dapat menertibkan pengisian dirijen, boleh-boleh saja pengisian jeriken. Namun, waktunya diatur, jangan siang hari karena merupakan jam sibuk. Kalau pengisian dilaksanakan malam hari tidak ada persoalan karena lalu lintas kendaraan sepi mengisi BBM.

Plt Area Manager Communication and Relation PT Pertamina Sumatera bagian Utara Arya Yusa Dwi Candra menegaskan, SPBU yang menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tanpa izin akan diberi sanksi pemutusan suplai BMM.

“Kalau BBM yang bersubsidi sejenis solar, premium yang dijual dengan jeriken harus membawa surat rekomendasi dari Satuan Perangkat Daerah (SKPD) terkait. Misalnya yang membeli nelayan, maka harus ada surat keterangan dari Dinas Kelautan menyatakan bahwa yang bersangkutan kurang mampu dan berhak membeli BBM tersebut,” ungkapnya, Senin (2/10).

Namun, jika yang bersangkutan (SPBU) menerima pembeli tanpa membawa surat tersebut maka pihaknya dapat memberikan sanksi terhadap SPBU. Mulai dari sanksi pengurangan suplai BBM hingga pemutusan hubungan usaha dengan Pertamina. (h/rin/alf)

 ?

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]