Suwarnadwipa Pakai Terumbu Karang hingga 15 Kubik


Rabu, 04 Oktober 2017 - 13:14:17 WIB
Suwarnadwipa Pakai Terumbu Karang hingga 15 Kubik Sidang kasus perusakan terumbu karang oleh direktur Suwarnadwipa di PN Padang, Rabu (27/9). YUHENDRA

PADANG, HALUAN – Sidang pengrusakan terumbu karang dengan terdakwa Eks Dirut Suwarnadwipa selaku pengelola pulau wisata Suwarnadwipa mengungkap hal baru. Dalam agenda pemeriksaan saksi di PN Padang, Selasa (3/10), ternyata pulau wisata itu menggunakan terumbu karang hingga 15 kubik.

 Dalam sidang ini, Jaksa Penutntut Umum (JPU) menghadirkan tiga orang saksi. Saksi pertama yakni Jefalino Andika adalah tukang bangunan yang mengaku hanya diperintah langsung oleh terdakwa untuk mengumpulkan batu karang.

"Pekerja waktu itu sebanyak 15 orang dan masing-masing nya sudah dibagi bagian pekerjaannya. Saya bekerja untuk mengumpulkan batu karang dari tepi pantai, untuk membangun dua kamar mandi dan shower disana," kata Andika.

Tambahnya, berdasarkan intruksi terdakwa, pertama diperintahkan untuk mengumpulkan batu di tepi pantai, membangun dua kamar mandi dan shower. Kemudian dalam pembangunan kamar mandi, batu karang yang telah dikumpulkan digunakan hanya sebagai hiasan saja. Sedangkan struktur utama yang digunakan tetap batu bata, pasir dan semen.

"Terumbu karang itu dikumpulkan di tepi pantai dikawasan itu pak, terumbu karang itu terkumpul hingga 15 kubik lebih kurang," terangnya.

Selanjutnya saksi menyebutkan bahwa dari hasil pekerjaannya sebagai tukang bangun, ia digaji Rp 120 ribu perharinya, itu langsung diberikan oleh terdakwa.

Kemudian ketika hakim menanyakan terkait dalam pembangunan penahan ombak, saksi mengaku tidak ikut serta. Menurutnya, semenjak awal dibangun nya PT itu awalnya hanya membangun cottage.

Begitu halnya dengan pengambilan batu karang hidup dari dasar laut, saksi mengaku juga tidak ikut setelah ditanyai hakim. Namun yang jelas, ia hanya sebagai tukang sekaligus orang mengumpulkan batu karang yang ada di tepi pantai.

Sedangkan  saksi Hendri Long mengaku dirinya melakukan kerjasama dengan terdakwa Irawan Gea di PT. Suwarnadwipa Wisata Mandiri di bidang pariwisata pada tahun2015. Tak hanya itu saksi juga menambahkan bahwa pulau tersebut,  milik masyarakat yang bernama pulau muaro dua  dan disewa oleh terdakwa. Ia juga menambahkan dirinya datang ke resort hanya dua bulan sekali. Waktu membangun PT. Suwarnadwipa kita sama-sama ke lokasi termasuk dengan terdakwa.

Namun Penasihat Hukum (PH) terdakwa Dr. AM. Mendrofa memperlihatkan pesan singkat (sms) saksi ke HP terdakwa yang berisikan ada perintah bahwa bahan belum masuk, tapi dibantahnya.

Sementara Saksi Hendri AW menuturkan bahwa, dirinya diajak kerja sama oleh terdakwa.Ia mengaku kerja cuma mengantar tamu, ia digaji oleh terdakwa sebulan sekali besar gaji yang saya terima Rp 4 juta.

"Waktu itu saya bertugas hanya mengantarkan bahan-bahan makanan kepada para pekerja. Namun sekarang bertugas di bagian mengantar tamu menuju kawasan Suwarnadwipa," terangnya.

Namun, Irawan Gea mengatakan tidak mungkin ia menggaji Hendri AW sebesar itu kalau hanya untuk membawa tamu, lagian saat itu Suwarnadwipa belum siap

"Kan belum siap, jadi siapa yang datang kesana, Hendri Aw adalah kepala tukang, yang mencarikan tukang dan yang menyuruh orang untuk bekerja," kata Irawan Gea membantah keterangan saksi(h/hen)

 

Editor: Rivo Septi Andries

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 07 November 2017 - 11:05:15 WIB

    Terdakwa Kasus Suwarnadwipa Divonis Bebas

    Terdakwa Kasus Suwarnadwipa Divonis Bebas PADANG, HARIANHALUAN.COM – Majelis hakim Pengadilan Negeri Padang menjatuhkan vonis bebas kepada terdakwa kasus perusakan terumbu karang Pulau Suwarnadwipa, Irawan Gea, Senin (6/11). Dari tiga hakim, satu orang berbeda pen.
  • Rabu, 18 Oktober 2017 - 13:12:30 WIB

    Kasus Suwarnadwipa, Irawan Gea Sebut Nama Hendri Long Dalam Sidang Perusakan Karang

    Kasus Suwarnadwipa, Irawan Gea Sebut Nama Hendri Long Dalam Sidang Perusakan Karang PADANG, HARIANHALUAN.COM – Terdakwa kasus perusakan terumbu karang di Pulau Suwarnadwipa, Irawan Gea menuding ada yang disembunyikan penyidik dalam perkara yang menimpanya. Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Padang, Sel.
  • Ahad, 01 Oktober 2017 - 18:18:21 WIB

    Eksepsi Eks Dirut Suwarnadwipa Ditolak

    Eksepsi Eks Dirut Suwarnadwipa Ditolak PADANG, HARIANHALUAN.COM - Majelis hakim Pengadilan Negeri kelas I A Padang menolak eksepsi Eks Direktur Utama PT. Suwarnadwipa Wisata Mandiri Irawan Gea, yang diajukan oleh Penasehat Hukum (PH), AM. Mendrofa atas dugaan peru.
  • Rabu, 27 September 2017 - 19:32:37 WIB

    Sidang Perusakan Terumbu Karang di Kawasan Wisata Suwarnadwipa, PH Terdakwa Sebut Dakwaan JPU Kabur

    Sidang Perusakan Terumbu Karang di Kawasan Wisata Suwarnadwipa, PH Terdakwa Sebut Dakwaan JPU Kabur PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Amiziduhu Mendrofa selaku Penasihat Hukum (PH) terdakwa mantan Direktur Utama PT Suwarnadwipa Wisata Mandiri, Irawan Gea menilai dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), tidak lengkap dan kabur terkait d.
  • Rabu, 20 September 2017 - 15:18:01 WIB

    Bangun Resort Dengan Terumbu Karang, Dirut Suwarnadwipa Mulai Disidang

    Bangun Resort Dengan Terumbu Karang, Dirut Suwarnadwipa Mulai Disidang PADANG, HARIANHALUAN.COM – Diduga melakukan perusakan terumbu karang, Direktur Utama PT Suwarnadwipa Wisata Mandiri, terdakwa Irawan Gea (39) mulai menjalani persidangan di Pengadilan Negeri kelas I A Padang, selasa (19/9)..

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]