Perlindungan Masyarakat, BBPOM Canangkan Aksi Pemberantasan Penyalahgunaan Obat


Kamis, 05 Oktober 2017 - 11:03:19 WIB
Perlindungan Masyarakat, BBPOM Canangkan Aksi Pemberantasan Penyalahgunaan Obat BBPOM Canangkan aksi pemberantasan penyalahgunaan obat, Rabu (4/10) di kantor BBPOM Padang. WINDA

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Sumatera Barat (Sumbar) mencanangkan aksi pemberantasan penyalahgunaan obat, Rabu (4/10) di kantor BBPOM Padang. Aksi tersebut tak lain sebagai bentuk perlindungan masyarakat dari obat ilegal yang berbahaya.

Kepala BBPOM Sumbar Martin Suhendri mengatakan, saat ini banyak kasus penyalahgunaan obat jenis baru yang membahayakan kesehatan. Tidak hanya psikotropika semata, akan tetapi golongan obat yang disalahgunakan oleh oknum.

“Aksi ini merupakan antisipasi munculnya obat palsu dan ilegal di tengah masyarakat. Seperti penyalahgunaan pil Paracetamol, Caffein, Corisoprodol (PCC) dengan merek dagang Carmpohen yang ditarik dari peredaran dan izin edarnya telah dibatalkan oleh BPOM dan beberapa produk lainnya,” ujar Martin.

Dikatakannya, obat Dextromethorphan yang awalnya sebagai obat batuk, namun sekarang disalahgunakan oleh oknum tertentu sebagai narkoba. Perkembangan teknologi farmasi memungkinkan penyalahgunaan obat semakin banyak, sehinggga perlu sinergitas antar pemangku kepentingan yang konsisten, terpadu dan berkelanjutan.

Dalam melakukan pemberantasan obat ilegal, BBPOM telah bekerja sama secara lintas sektoral, seperti dengan Polda Sumbar, Kejaksaan Tinggi, BNNP Sumbar, Bea Cukai, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), dan organisasi lainnya sehingga pengawasan terhadap peredaran obat ilegal dapat diperketat

“Dengan pencanangan ini kita berharap akan membuat masyarakat lebih terlindungi dari peredaran obat ilegal dan bisa menekan serta mencegah oknum yang tidak bertanggungjawab,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan, penyalahgunaan obat telah menjadi isu nasional. Penyalahgunaan tidak hanya terjadi di kalangan penjual, tetapi juga oleh konsumen

“Saat ini anak-anak dan remaja menjadi target peredaran obat-obat ilegal. Mereka dikenalkan kemudian diajak menjadi pecandu dan akhirnya terjerumus. Semua pihak harus bergerak agar generasi muda dapat terhindar dari bahaya penyalahgunaan obat tersebut,” katanya.

Irwan mengatakan, sosialisasi terkait dengan bahaya penyalahgunaan obat harus dilakukan secara berkelanjutan sehingga masyarakat memiliki pemahaman yang kuat untuk tidak menggunakannya.

“Peran orangtua sangat besar dalam masalah ini. Kemudian penguatan agama juga harus dilakukan sehingga dapat menjadi benteng dari penyalahgunaan obat ini,” pungkasnya. (h/win)

 

Editor: Rivo Septi Andries

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]