Modus Bisa Mengeluarkan Orang dari Tahanan, Pria Ini Jalani Sidang


Kamis, 05 Oktober 2017 - 18:53:24 WIB
Modus Bisa Mengeluarkan Orang dari Tahanan, Pria Ini Jalani Sidang Terdakwa Amrizal (45) mendengarkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan dakwaan atas dirinya di Pengadilan Negeri Padang, Rabu (4/10).  Yuhendra.

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Diduga melakukan penipuan, Terdakwa Amrizal (45) harus merasakan panasnya kursi pesakitan di Pengadilan Negeri klas IA Padang, Rabu (4/10).

Pasalnya terdakwa meminta uang sebesar Rp10,5 juta untuk membayar denda adat dan juga mengeluarkan anak korban yang ditahan oleh Polsek Pauh.

Anak korban tersebut ditahan karena dugaan melakukan asusila terhadap RS yang merupakan keponakan terdakwa. Setelah dibayarkan, namun anak korban tidak bisa dikeluarkan oleh terdakwa.

Jaksa Penutut Umum (JPU) Mulyana Safitri dalam dakwaan mengatakan terdakwa diduga melakukan penipuan terhadap korban, dengan dijanjikan bisa mengeluarkan anak korban yang ditahan oleh polisi karena dugaan melakukan asusila terhadap RS.

“Perbuatan terdakwa diancam pidana dalam pasal 378 KUHP tentang penipuan,” kata Jaksa saat membacakan dakwaanya.

Mendengarkan hal itu, terdakwa yang didampingi oleh Penasehat Hukum (PH) Jonifer mengatakan tidak mengajukan eksepsi atas dakwaan yang ditujukan terhadap dirinya.

Mendengarkan hal itu Hakim Ketua Agus Komaruddin menunda sidang hingga pekan depan untuk mendegarkan keterangan saksi.

Dalam dakwaan disebutkan, terdakwa pada selasa 9 Mei 2017 di Limau Manis Kota Padang dikunjungi oleh korban Nurtimah, untuk meminta mengeluarkan anaknya yang ditanah di Polsek Pauh.

Pasalnya anak korban tersebut dipenjara karena melakukan asusila terhadap keponakan terdakwa dengan inisial RS.

Untuk itu, terdakwa mengatakan bisa membatu mengeluarkan anak korban dengan meminta uang kepada Korban Nurtimah uang sebesar Rp10.500.000 guna membayar denda adat nagari.

Yakni berupa 25 sak semen, satu truk pasir, membayar denda kepada Ninik mamak Rp3.000.000, serta mengisi kamar pengantin Rs dan membuat surat perdamaian. Untuk mengeluarkan anak korban Rp5 juta yang dibayarkan kepada Komando polisi.

 

Namun terdakwa tidak bisa mengeluarkan anak korban tersebut. Oleh karena itu koban merasa dirugikan dan melaporkan terdakwa ke polisi. Akibat perbuatannya terdakwa diancam pidana dalam pasal 378 KUHP tentang penipuan. (h/mg-hen)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]