Perpanjangan Safeguard Baja Lapis Alumunium Seng Bantu Peningkatan Daya Saing Produsen 


Jumat, 06 Oktober 2017 - 17:35:36 WIB
Perpanjangan Safeguard Baja Lapis Alumunium Seng Bantu Peningkatan Daya Saing Produsen  Baja Lapis (IISIA)

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM--Indonesia Zinc Aluminum Steel Industry (IZASI) mengapresiasi keputusan pemerintah yang telah menyetujui perpanjangan Safeguard melalui Peraturan Menteri Keuangan No. 130/2017 tentang Pengenaan Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP) terhadap Impor Produk Canai Lantaian dari Besi atau Baja Bukan Paduan. Perpanjangan itu mulai efektif pada Rabu (4/10). 

Rhea Sianipar, Direktur Eksekutif IZASI, mengatakan, Indonesia melihat baja sebagai salah satu industri strategis, dilihat dari peningkatan pertumbuhan industri baja pada 10 tahun terakhir ini. Pada 2016, permintaan terhadap baja lapis berkisar 1,3 juta ton, dan khusus untuk segmen konstruksi sebanyak 789,244 ton. Saat ini kapasitas anggota IZASI yang sebanyak 860 ribu ton sudah mampu memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri untuk segmen konstruksi. 

"Kami melihat pemberlakuan Safeguard sangat penting melihat tingginya lonjakan impor untuk produk dengan postarif 7210.61.11. Salah satu contoh adalah  data BPS yang memperlihatkan lonjakan import dari China bahwa pada 2013 adalah sebesar 5 persen dan terus meningkat hingga 95 persen pada 2016," ujarnya melalui siaran pers yang diterima Haluan, Jumat (6/10).

Sebagai industri antara (mid-stream), kata Rhea, IZASI akan terus berkomitmen untuk memajukan industri baja lapis di Indonesia, baik dari sisi peningkatan kualitas produk dengan memastikan standard produk yang baik maupun dari segi kapasitas yang mampu mencukupi kebutuhan dalam negeri. IZASI berkomitmen untuk memberikan produk terbaik bagi masyarakat Indonesia. 

“Kami berterima kasih atas perhatian pemerintah untuk melindungi investasi di Indonesia. Potensi pasar Indonesia sangat besar. Dukungan ini akan menarik lebih banyak investor lain untuk masuk ke Indonesia. Kami juga berharap semua lapisan pemerintah, pemasok, dan masyarakat bisa mendukung pertumbuhan dan daya saing industri baja nasional agar terus mampu bersaing dengan produk impor," tuturnya. 

Rhea menambahkan, Slsebagai asosiasi yang bergerak di industri baja lapis, IZASI berkomitmen memberikan kontribusi dalam memperkuat industri baja lapis di Indonesia. Karena ini peran pemerintah, regulator dan masyarakat diharapkan mendukung bisnis berkelanjuntan sangat penting. IZASI akan terus aktif melakukan edukasi kepada masyarakat pentingnya produk dengan standar yang benar, cara pemasangan yang baik, dan produk lokal mampu memberikan kualitas terbaik. (h/rel) 

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 20 Februari 2015 - 19:58:23 WIB

    Jerman Tolak Permintaan Yunani Perpanjangan Pinjaman Dana

    BERLIN, HALUAN — Jerman pada Kamis menolak permintaan Yunani agar mitra-mitranya di Eropa memper­panjang program pinjaman Uni Eropa selama enam bulan lagi, dengan mengatakan bahwa “proposal itu tidak .


KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]