Hujan Lebat, Banjir di Pasbar Terparah


Selasa, 10 Oktober 2017 - 13:23:07 WIB
Hujan Lebat, Banjir di Pasbar Terparah Salah satu rumah yang rusah parah dihantam banjir di Kejorongan Kampung Baru, Nagari Batahan, Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Senin (9/10) IDEN

“Untuk tiga hari ke depan curah hujan akan masih tetap tinggi. Masyarakat diminta untuk tetap waspada, terutama untuk daerah-daerah yang rawan banjir dan longsor,”

Kasi Informasi dan Observasi BMKG, Budi Iman Samiaji

PASBAR, HARIANHALUAN.COM — Kabupaten Pasaman Barat menjadi daerah yang paling terdampak oleh guyuran hujan yang melanda Sumbar sejak Minggu malam hingga Senin (9/10) kemarin. Warga dua daerah paling utara di kabupaten tersebut, masing-masing Kecamatan Parit Koto Balingka dan Kecamatan Ranah Batahan menderita akibat banjir. Selain di Pasaman Barat, banjir juga melanda Kabupaten Agam.

Lokasi terparah akibat banjir ini, terjadi di Kecamatan Ranah Batahan. Sebanyak 13 rumah warga di Kejorongan Kampung Baru, Nagari Batahan, Kecamatan Ranah Batahan mengalami rusak berat akibat banjir Sungai Batahan. Sebagian dari 13 rumah yang berada di pinggiran sungai tersebut ada yang ambruk. Selain itu, puluhan hektar sawah juga terendam banjir.

Salah seorang warga Batahan, Khairani mengatakan warung makan semipermanen miliknya sudah hanyut dibawa arus sungai dan berada di atas badan jalan nasional. “Rumah dan warung hancur, tidak tau lagi harus berbuat apa,” keluhnya.

Senada yang di sampaikan Andri, walaupun sudah ada bantuan dari Pemkab Pasaman Barat pihaknya berharap agar pemerintah bisa memperbaiki rumahnya kembali. “Mudah-mudahan ada bantuan lagi dan banjir cepat surut dan warga kembali beraktivitas seperti biasanya,” katanya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pasaman Barat Try Wahluyo kepada Haluan, Senin (9/10) mengatakan tim gabungan sudah turun ke lapangan pagi ini untuk memberikan bantuan. Hingga saat ini, tidak ada korban jiwa dalam musibah banjir itu. Namun, banjir mengakibatkan rumah rusak dan lahan pertanian juga ada yang terendam air. Bahkan, ada rumah warga yang terendam banjir hingga kedalaman 1 meter. Saat ini, penghuni rumah untuk sementara waktu direlokasi ke rumah tetangga dan posko yang dipersiapkan oleh Pemkab Pasbar dan PMI Pasaman Barat.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Marimus mengatakan pihaknya sudah berada di lokasi sejak banjir melanda masyarakat kampung baru. Sementara, bantuan logistik berupa selimut 120 buah, matras 20, perlengkapan keluarga 50 paket,makanan siap saji 100 kaleng, kebutuhan khusus 25 paket,mie 10 dus,tambahan gizi 8 paket,lauk pauk 2 paket dan beras 5 karung sudah disalurkan. Pemkab Pasaman Barat saat ini juga telah menetapkan 14 hari tanggap darurat pascabanjir.

Informasi yang dihimpun haluan di lapangan, korban yang rumahnya ambruk adalah Zulkifli, Zulhendri, Khairani, Rudi Elvi, Zulkisman, Iyus, Ati, Upiak, Rudi Hartono, Lamek, Khairuddin, Tapa, dan Tono. Saat ini BPBD Pasaman Barat tim gabungan sudah mendirikan puluhan tenda darurat dan dapur umum.

Selain belasan rumah dan persawahan masyarakat rusak berat. Banjir juga menghanyutkan 50 ribu ekor ikan mas jenis majalaya milik kelompok Pembudi daya ikan emas dan Peridon di Lubuk Manggis Jorong Aek Nabirong Kecamatan Parit koto Balingka. “Benar, dari laporan Ketua Kelompok Pembudi daya ikan, Peridon, Najjar Lubis satu kolam besar yang berisikan sekitar 50 ribu ekor mas hanyut dibawa banjir “ tutur Sekretaris Dinas Perikanan Pasaman Barat, Luthfi kepada Haluan, Senin (9/10) sore

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]