Transplantasi untuk Putra Tercinta, Ibu: Pindahkan Ginjal Terbaik Saya


Selasa, 10 Oktober 2017 - 13:32:38 WIB
Transplantasi untuk Putra Tercinta, Ibu: Pindahkan Ginjal Terbaik Saya Beberapa petugas RSUP Dr M Djamil, memantau berjalannya operasi transplantasi ginjal di ruang pemantauan OK

Oleh: Juli Ishaq Putra

Di ruang Operatie Komer (OK) 04 Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M Djamil Padang, SY (57) memberi kuasa penuh kepada tim dokter untuk membedah dan mengeluarkan salah satu ginjalnya, untuk kemudian dipindahkan ke tubuh MHS (40), putra sulungnya. Sebelum pencangkokan ginjal itu dilakukan, SY berpesan kepada tim medis; agar memindahkan ginjal terbaik yang ia miliki.

Sungguh sahih pepatah lama: kasih ibu itu sepanjang jalan. Sepanjang perjalanan hidup seorang anak, kasih sayang ibu memang selalu menaungi. Bahkan, tidak sekadar rasa kasih dan rasa sayang, seorang ibu pun bisa sampai pada tahap merelakan salah satu organ dalam tubuhnya, demi kesehatan anak yang ia cintai. Sebagaimana SY menunaikannya, Senin (9/10).

Dari tiga unit monitor yang menyala di ruang pemantauan OK RSUP Dr M Djamil, belasan tim medis yang terdiri dari dokter segala jenis spesialis dan para perawat, berjibaku sejak pukul 08.30 WIB, mengeluarkan salah satu ginjal milik SY, yang akan dipindahkan ke tubuh anaknya yang tengah menunggu di ruang OK 05. Kedua kamar itu bersebelahan.

Kurang lebih dua jam bersibuk diri pada tubuh SY, tim dokter transplantasi RSUP Dr M Djamil yang ikut didampingi lima dokter dari Rumah Sakit Cipto Mangungkusumo (RSCM) Jakarta, berhasil mengeluarkan ginjal tersebut, dan melakukan sterilisasi sebelum memasangkannya ke tubuh MHS.

Sementara operasi itu berlangsung, Haluan berkesempatan berbincang-bincang dengan A Simanjuntak, suami dari SY selaku pendonor ginjal, dan tentu saja bapak dari MHS selaku recipient (penerima). Kepada Haluan, ia mengaku sedikit tegang, tapi menaruh kepercayaan kepada tim dokter yang tengah bertugas terhadap tubuh dua orang yang ia sayangi.

“Awalnya, pada 2015 kami mengikuti salah satu seminar yang diadakan rumah sakit terkait transplantasi ginjal ini. Setelah dokter menerangkan dengan detil soal transplantasi, istri saya langsung mengajukan diri dan mendaftar sebagai pendonor untuk anak kami,” kata A Simanjuntak memulai percakapan.

Ia pun menerangkan, anaknya MHS mulai mengalami gangguan ginjal sejak tiga tahun lalu. Sejak saat itu, MHS yang Anggota Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dan berdinas di Danlantamal II Padang, mesti menjalani rutinitas hemodialisa (cuci darah) dua kali seminggu ke rumah sakit. Aktivitas rutin nan melelahkan itulah yang membuat SY mantap mendonorkan ginjal kepada MHS.

“Kalau sudah sayang ibu kepada anak yang dibahas, ya, seperti inilah pengorbanan orangtua itu. Keyakinan kami untuk menyepakati pemindahan ginjal ini diambil setelah dokter secara detil menjelaskan, bahwa tidak ada masalah yang akan muncul jika ginjal didonorkan, selama kita mematuhi aturan medis setelah transplantasi dilakukan,” sambungnya.

Keyakinan keluarga A Simanjuntak yang juga Purnawirawan Angkatan Darat (AD) itu, semakin tertegaskan setelah dalam satu seminar lanjutan yang digelar rumah sakit, peserta seminar diperkenalkan dengan Diah dan Jasril, pasangan suami-istri yang menjalani operasi transplantasi ginjal pada 2015 lalu di RS M Djamil. Baik Diah selaku pendonor, maupun Jasril selaku penerima, tampak sehat walafiat, dan mengaku dapat beraktivitas sebagaimana biasa, setelah masa pemulihan operasi dilewati.

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]