JK: Bangun Pasar Atas Tanpa Investor


Senin, 06 November 2017 - 01:27:51 WIB
JK: Bangun Pasar Atas Tanpa Investor TINJAU PASAR ATAS – Wakil Presiden Jusuf Kalla mengunjungi Pasar Atas Kota Bukittinggi yang terbakar habis, Senin (30/10) lalu. Dalam kunjungannya, JK memastikan pemerintah pusat akan membantu rehabilitasi Pasar Atas. IST

BUKITTINGI, HALUAN – Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla meminta pembangunan ulang Pasar Atas, Bukittinggi tidak melibatkan investor karena dianggap akan merugikan masyarakat dengan penetapan harga jual yang tinggi. Pembangunan mesti dilakukan pemerintah.

"Tidak boleh investor. Tidak boleh sama sekali investor. Jadi, investor yang mau berminat sudah jangan coba. Harus dijual ke rakyat tanpa untung. Kalau ongkosnya Rp10 juta per meter maka dia nilainya seperti itu, tidak boleh dinaik-naikkan," tegasnya.

Lebih lanjut, JK mengatakan setidaknya dibutuhkan dana sebesar Rp 300-400 miliar untuk membangun ulang pasar. Tetapi, nilainya akan lebih sedikit jika diputuskan hanya merehabilitasi saja. Hanya saja, dari angka tersebut, belum diputuskan pembagian antara daerah dan pusat karena masih menunggu hasil kajian yang dilakukan Kementerian PUPR.

JK hanya memastikan bahwa membangun kembali Pasar Atas Bukittinggi bukanlah hal yang sulit, karena pemerintah juga punya pengalaman yang sama ketika kebakaran terjadi di Pasar Klewer, Solo, Jawa Tengah.

Sebagaimana diketahui, usai meresmikan Rumah Sakit Unand, mendadak Wapres JK memutuskan untuk meninjau lokasi terbakarnya Pasar Atas Bukittinggi, Sabtu (4/11). Didampingi Mufidah Jusuf Kalla, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Asman Abnur, Wakil Menteri Energi, Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Archandra Tahar, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, JK berjalan kaki menyusuri area pasar. Bahkan, JK lama berada di lantai dua pasar yang habis terbakar. Dari area tersebut, ia terlihat memberikan sejumlah instruksi kepada Menteri PUPR dan berdiskusi dengan Wali Kota Bukittinggi.

Kebakaran Pasar Atas tersebut tidak saja melumpuhkan perekonomian Bukittinggi, tapi lebih dari seribu pedagang kehilangan mata pencarian yang menggantungkan nasibnya di pusat pertokohan yang berada persis di depan Jam Gadang Bukittinggi itu, dengan kerugian yang dialami diperkirakan  mencapai 1,5 Triliun. “Pemerintah pusat pasti akan bantu untuk pembangunan pasar itu kembali. Namun demikian, penelitian dan kajian perlu dilakukan oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)  serta tim dari Universitas Andalas (Unand) Padang, untuk menentukan kembali bentuk pembangunan pasar. Apakah pasar yang terbakar ini akan direnovasi atau dibangun baru,” ujar Jusuf kala.

Menurutnya, setelah hasilnya diketahui, maka Kementrian PUPR akan menyiapkan pemabangunan kembali pasar tersebut sesuai dengan moderenisasi pasar yang akan dibangun. “Kementerian PUPR bersama pemerintah daerah akan melakukan kajian selama 2 minggu untuk memutuskan apakah Pasar Atas ini akan dibangun baru atau direnovasi,” kata Jusuf kalla.

Diakuinya, untuk pembangunan kembali Pasar Atas tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Ia memperkirakan sebesar Rp 300-400 milliar dibutuhkan untuk pembangunannya kembali. “Saya menegaskan untuk proses pembangunannya hanya boleh melibatkan pemerintah dan pedagang. Investor dilarang terlibat dalam hal ini,” tegas JK.

Atas Musibah Kebakaran ini, Jusuf Kalla juga meminta kepada Pemko Bukittinggi untuk mempersiapkan dengan cepat tempat relokasi bagi pedagang dengan melakukan musyawarah. “Kasihan kita pedagang jika mereka harus menunggu waktu lama untuk bisa berjualan kembali. Untuk itu saya minta agar pemerintah daerah bisa mempersiapkan tempat relokasi secepat mungkin,” harapnya.

Sementara itu Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menyampaikan apresiasi dan  berterima kasih atas kunjungan Wapres beserta para mentri ke lokasi Pasar Atas yang terbakar Kehadiran Wapres memberikan semangat tersendiri bagi Pemko khususnya dan pedagang korban kebakaran Pasar Atas pada umumnya.“Ada sekitar 1.194 pedagang yang menjadi korban kebakaran Pasar Atas. Untuk tempat relokasi 1.194  pedagang ini dibutuhkan lahan sepanjang 1,5 km. Dalam perencanaannya tempat relokasi dibangun di Jalan Perintis Kemerdekaan, Namun demikian kita akan membicarakannya kembali dengan padagang,” ujar Ramlan.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Fadlizon meminta pemerintah daerah perlu melakukan tindakan cepat agar para pedagang bisa kembali berjualan. “Tim negosiasi dari pedagang harus segera bermusyawarah dengan Pemko  dan DPRD Bukittinggi untuk mencari tempat relokasi uang diinginkan.  Pembangunan tempat relokasi menjadi kewajiban bagi pemerintah daerah  dalam memfasilitasi pedagang untuk sementara,” kata Fadlizon.

Wakil Ketua komisi V DPR RI, Mulyadi berharap agar Pemko Bukittinggi  untuk dapat segera  mungkin mengambil langkah-langkah untuk menyelesaikan persoalan akibat dari musibah kebakaran  ini. Pemko Bukittinggi juga diharapkan untuk dapat segera mencarikan solusi agar masyarakat korban kebakaran dapat kembali berjualan, karna bagaimanapun mereka pasti membutuhkan biaya untuk kelangsungan perekonomiannya.

“Untuk masalah pembangunan pasar, tentu harus ada kajian khusus oleh tim ahli. Sebab, musibah kebakaran Pasar Atas ini bukan untuk yang pertama kalinya terjadi, namun  sudah empat kali sejak dibangun. Untuk itu perlu kajian, apakah bangunannya masih layak untuk direnovasi atau harus dibangun baru,” ungkap Mulyadi. (h/tot)

 





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 14 Agustus 2019 - 20:21:40 WIB

    JK: Waspadai Serangan Ekonomi dari China

    JK: Waspadai Serangan Ekonomi dari China JAKARTA,HARIANHALUAN.COM-Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meminta Indonesia untuk tetap waspada serangan dari China melalui jalur ekonomi. Pesan itu disampaikan JK saat berpidato dalam acara Pembekalan Program Kegiatan Bersama.
  • Kamis, 25 Juli 2019 - 20:55:03 WIB

    Inflasi di Daerah Tinggi, Wapres JK: Tergantung Kondisi  Cuaca

    Inflasi di Daerah Tinggi, Wapres JK: Tergantung Kondisi  Cuaca JAKARTA,HARIANHALUAN.COM-Wakil Presiden RI Jusuf Kalla tak mau ambil pusing terkait masih terdapatnya beberapa daerah yang inflasinya di atas target pemerintah yakni 3,5 persen pada 2018..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM