Wabup Limapuluh Kota: Saya Siap Islah, Asalkan yang Saya Suarakan Didengar Bupati


Rabu, 08 November 2017 - 11:40:50 WIB
Wabup Limapuluh Kota: Saya Siap Islah, Asalkan yang Saya Suarakan Didengar Bupati Bupati Limapuluh Kota dan Wakil Bupati Limapuluh Kota

PADANG, HARIANHALUAN.COM –Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan mengaku siap islah dengan Bupati Irfendi Arbi dan menyelesaikan seluruh konflik yang terjadi antara keduanya. Namun, jika bupati tidak menanggapi somasi yang sudah dikirimkannya, Ferizal Ridwan juga siap membawa segala persoalan ke ranah hukum.

“Saya siap islah dengan bupati asalkan apa yang saya suarakan selama ini didengar dan direspon dengan baik. Saya masih menunggu itikad baik dari bupati hingga Kamis. Jika tidak, saya siap melaporkan segala persoalan di Limapuluh Kota ke ranah hukum, baik secara pidana dan perdata,” kata Ferizal Ridwan, Selasa (7/11) di Padang.

Disampaikan Ferizal, puncak dari segala persoalan antara dirinya dengan Bupati Limapuluh Kota setelah mengetahui adanya Perbup nomor 31 tahun 2016 yang dinilai membatasi kewenangan dan tugas wakil bupati sebagai pembina seluruh OPD Limapuluh Kota.

“Surat-surat, undangan, informasi, nota dinas dan hal-hal yang menjadi tugas saya, semuanya diblokir. Ini sama saja ada upaya untuk membuat saya tidak bekerja. Semua sudah terjadi sejak 2016 silam. Setelah ditelusuri, ternyata Perbup 31 tahun 2016 inilah yang menjadi biangnya,” kata Ferizal.

Ia juga mengatakan, keputusan untuk melangkah sampai sejauh ini agar tupoksi sebagai wakil  bupati bisa berjalan dengan baik dan juga memberi tahu kepada masyarakat bahwa selama ini dirinya sudah merasa dizalimi.

“Cukup saya dizalimi oleh oleh Perbup ini. Jangan sampai masyarakat menzalimi saya yang berpikir saya tidak bekerja. Saya maju sampai sejauh ini karena ingin bekerja seperti wakil bupati biasanya.  Ini untuk masyarakat juga. Makanya saya gigih untuk melawan upaya yang membuat saya sebagai wakil bupati non job,” katanya.

Kuasa hukum Ferizal Ridwan, Mukti Ali mengatakan, terkait adanya Perbup nomor 31 tahun 2016, pihaknya sudah melayangkan somasi ke bupati, Jumat (3/11) silam. Namun sampai sekarang belum ada jawaban dan balasan dari bupati.

“Kami sudah melayangkan surat somasi dan masih menunggu balasan dan itikad baik dari bupati. Sesuai dengan keinginan klien saya. Jika tidak ada respon positif, maka Bupati Limapuluh Kota akan kami laporkan baik secara perdata maupun pidana,” kata Mukhti Ali yang kerap dipanggil Boy London.

Boy London juga menuturkan, untuk Perbup no 31 tahun 2016 ini ada tiga UU dan satu Peraturan Presiden yang dilanggar oleh bupati.

“Banyak yang dilanggar dalam membuat Perbup. Namun, untuk tetap berada dalam koridor tupoksi masing-masing, tentunya semua berharap muncul itikad baik dari bupati untuk menyelesaikan segala masalah. Jika terwujud, klien saya siap islah dan bersama-sama menyelesaikan persoalan yang ada,” katanya

Sementara itu, kuasa hukum Pemkab Limapuluh Kota, Hanky Mustav Sabarta mengatakan, bupati telah merespon somasi yang telah dilayangkan wakil bupati. Untuk itu, saat ini pihaknya tengah mencarikan solusi dan jalan keluar.

" Bupati Limapuluh Kota sudah merespon positif somasi yang dilayangkan oleh wakil bupati. Kami juga ingin konflik ini berakhir dan tidak berlarut-larut. Secepat mungkin dicarikan solusi agar tidak sampai ke ranah hukum,” kata Hanky.(h/ang)





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM