Pedagang Tolak Usulan Pemko Bukittinggi Relokasi Pasar Atas Buntu


Jumat, 10 November 2017 - 11:23:58 WIB
Pedagang Tolak Usulan Pemko Bukittinggi  Relokasi Pasar Atas Buntu SEJUMLAH pedagang bergotong royong membersihkan puing-puing Pasar Atas yang hangus dilalap api. Sekarang, ratusan pedagang tidak tentu nasibnya karena belum jelasnya lokasi sementara yang akan dijadikan tempat berjualan. GATOT

“Belum ada keputusan dari pertemuan yang dilakukan tim negosisi dengan Wako dan Forkopimda Bukittinggi. Tim negosiasi tidak menerima keputusan Wako yang memutuskan secara sepihak lokasi berdagang” YULIUS RUSTAM.

BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.COM – Sepuluh hari pascakebakaran Pasar Atas Bukittinggi, tempat relokasi pedagang masih belum menemui titik terang. Pemko Bukittinggi dan pedagang masih bersikap tarik ulur dalam menentukan tempat relokasi. Opsi lokasi yang disarankan Pemko ditolak pedagang.

Ketua tim negosiasi pedagang korban kebakaran Yulius Rustam mengatakan, sampai sekarang belum ada keputusan final relokasi pedagang korban kebakaran. Dari beberapa kali pertemuan yang dilakukan oleh tim negosiasi dengan pemerintah daerah berakhir dengan kebuntuan. Tak ada kata sepakat.

Dalam pertemuan terakhir, Pemko Bukittinggi dianggap terkesan memutuskan secara sepihak tempat relokasi, dengan menjadikan Pasar Wisata, Pasar Putih dan Pelataran Parkir samping  Gloria sebagai lokasi. Sementara maunya pedagang agar tempat relokasi itu dibuat di Jalan Minangkabau dan di Jalan A Yani, Kampung Cina.

“Belum ada keputusan dari pertemuan yang dilakukan tim negosisi dengan Wako dan Forkopimda Bukittinggi. Tim negosiasi tidak menerima keputusan Wako yang memutuskan secara sepihak lokasi berdagang. Masih menemui jalan buntu,” ujar Yulius Rustam didampingi anggota tim negosiasi H Datuak Badoray dan M Syukri, usai petemuan dengan Wako dan Forkopimda di Balaikota Bukittinggi, Kamis (9/11)

Menurut Yulius Rustam, keputusan yang dibuat oleh Wako dalam pertemuan tersebut dinilai sudah melenceng dari hasil pertemuan yang telah dilakukan sebelumnya. Sebab, dari hasil pertemuan sebelumnya, ada tiga opsi untuk tempat penampungan ini, yakni di Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan A Yani dan Jalan Minangkabau.

Dari tiga opsi yang diajukan oleh Pemko Bukititnggi dalam pertemuan sebelumnya itu, kata Yen Rustam, hasilnya boleh dikatakan sudah mulai menemui titik terang. Namun opsi yang dibuat itu tiba-tiba saja menjadi mentok kembali, karena pedagang tidak diperbolehkan untuk berjualan  di sepanjang Jalan Minangkabau.

“Sebelumnya lokasi Jalan Minangkabau sudah disterilkan untuk lokasi penampungan. Bahkan pedagang juga sepakat untuk memperkecil luas bangunan dari 200 meter persegi menjadi 175 meter persegi, supaya akses jalan tidak tertutup. Namun dari pertemuan yang dilakukan kembali bersama Wako dan Muspida di Balaikota, Wako menegaskan bahwa Jalan Minangkabau tidak diperbolehkan untuk berjualan dengan alasan untuk parkir,” ujar Yulius Rustam.

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]